Loser's Dream

Loser's Dream
HASIL DARI KERJA KERAS!



(Scene berpindah ke Eugene)


Ternyata benar, pintu menuju ruang bawah tanah sudah hancur. Eugene memerintahkan Isla, Rize, dan Agatha untuk masuk lebih dulu, sedangkan dirinya ingin membawa Dariel yang masih koma ke tempat yang aman.


Isla, Rize, serta Agatha masuk keruang bawah tanah itu. Sangat sunyi, padahal sejak iblis pendek itu kami tangkap, ruangan itu jadi berisik, karna dirinya yang selalu minta tolong untuk dilindungi.


Tapi kali ini ruangannya jadi sangat sunyi. Agatha menekan saklar lampu, tapi tidak menyala, saat Isla mengeluarkan senter, mereka melihat bahwa seluruh lampu di ruangan itu sudah dihancurkan.


Rize terpental dengan tiba-tiba, dia diserang oleh iblis bersayap dari belakang.


"Kita bertemu lagi..." iblis bersayap itu tiba-tiba muncul dari belakang Agatha.


Agatha dan Isla melompat kesamping Rize, mereka kaget, iblis itu malah tersenyum lebar.


Sepertinya iblis itu belum membebaskan Herman (iblis pendek),Tapi ruangannya sangat sunyi.


Tanpa pikir panjang, Agatha mengeluarkan besi dari telapak tangannya. Setelah latihan, dia bukan hanya bisa memanipulasi besi, tapi juga menciptakannya.


Agatha menyerang iblis itu dengan banyak besi yang dibentuk seperti tombak, serangannya seperti tidak dapat dihindari, karna terlihat seperti air hujan, sangat deras.


Iblis itu terbang keatas, membuat lubang di ruang bawah tanah, dia menghindari serangan beruntun Agatha.


Rize melesat dengan listriknya, dia menghampiri iblis itu, saat tangannya menggapai ekor iblis itu, dia menyetrum iblis itu dengan listrik satu juta volt.


Iblis itu berteriak, tapi tidak terjatuh. Isla mengeluarkan biola nya, segera memainkan sebuah lagu. Ability Isla dapat memanipulasi lagu menjadi serangan, semakin sulit lagu yang dimainkan, maka akan semakin kuat serangannya.


Serangan Isla berhasil membuat iblis itu jatuh, Rize yang memegang ekornya lantas membanting iblis itu, sambil menyetrumnya.


Agatha membuat rantai dan mengikatnya. Iblis itu memberontak, sayapnya tidak terikat, dan dia mencoba terbang lagi.


Rize yang memegang rantainya, langsung mengaliri rantai itu dengan listrik, hingga membuat iblis itu terjatuh lagi.


"Satu bulan... sepertinya kau tidak bertambah kuat" ucal Rize.


"Kali ini kau akan kalah" ucap Isla.


"Ini balasan kami waktu itu" ucap Agatha.


Mereka bertiga berhasil meringkus iblis itu!.


"Kikiki kalian pikir kalian sudah menang?" Iblis itu malah cekikikan.


Rantainya tiba-tiba hancur, iblis itu melebarkan sayapnya, dia mengepakannya, keluar kabut hitam dari kepakkan sayapnya.


"Kepalaku.... sakit!" Ucap Rize memegang kepalanya.


Kabut hitam itu membuat mereka masuk kedalam sebuah ilusi, itu adalah ability dari iblis bersayap.


***


"Sial, kenapa tubuhku terikat!" Ucap Isla.


Mereka berhalusinasi, padahal tubuh mereka tidak terikat sama sekali, ini adalah efek dari ability iblis itu.


Iblis itu mulai menyerang, membuat mereka bertiga terluka.


"Kalian bertiga akan mati disini" ucap iblis itu.


"Tubuhku... ayo bergerak!" Ucap Rize.


Mereka masih terikat dalam ilusi yang diciptakan iblis bersayap. Iblis itu terus menyerang mereka, hingga beberapa tulang mereka patah, "aku tidak akan langsung membunuh kalian, aku akan siksa kalian sampai mati!" Iblis itu tertawa kencang.


Rize kemudian mengeluarkan listriknya, memhuat Isla dan Agatha tersetrum, tapi... justru itu malah membuat mereka berdua lepas dari ilusinya.


"Maafkan aku!" Ucap Rize yang masih mengira dirinya terikat.


"Aku bebas..." Ucap Agatha menggerakan lengannya.


"Aku juga" Isla membunyikan lehernya.


"Bagaimana cara kita membebaskan Rize?" Tanya Agatha.


"Buat dia terkena listriknya sendiri" ucap Isla.


Agatha membuat rantai besi, tangan Rize menggenggam ujung yang satunya, sedangkan ujung satunya lagi, diikatkan ke kepala Rize.


"Rize, keluarkan listrikmu!" Agatha berteriak.


Rize mengeluarkan listriknya, menyambar ke rantai yang ia genggam, kemudia merambat ke kepalanya. Rize berteriak kesakitan, tapi berkat itu, dia terbebas dari efek ability iblis bersayap.


"Jadi begitu ya, kemampuannya membuat kita seakan sedang mengkhayal, tapi dia yang membuat khayalannya" ucal Rize terengah-engah. "Cara lepas dari khayalan itu, adalah dengan mengejutkan otak, sekarang aku mengerti"


Iblis itu mundur, kemudian melebarkan sayapnya lagi, dia mengeluarkan asap hitam itu lagi.


Saat mereka bertiga terkena efek ability itu lagi, Rize langsung mengeluarkan listriknya, membuat mereka sadar.


"Kau sudah tidak punya kesempatan untuk menang" Isla tersenyum lebar.


"Salahmu sendiri karna tidak langsung membunuh kami!" Agatha juga tersenyum lebar.


Iblis itu mundur satu langkah, "bagaimana kalian bisa beradaptasi dengan cepat!" Ucap iblis bersayap itu.


Agatha mengeluarkan rantainya, Isla mulai memainkan lagu lagi, Rize juga sudah melapisi tinju nya dengan listril satu juta volt, mereka bertiga menyerang bersamaan.


Rantai Agatha melilit iblis itu, kemudian dia mengeluarkan beberapa tombak, menusuk kedua sayap iblis itu, membuatnya tersangkut di tembok, sehingga tidak bisa terbang.


Isla menyerangnya, membuat iblis itu kesulitan bergerak, tubuhnya mulai terluka, regenerasinya juga melambat.


Lalu Rize lari dengan tangan mengepal, memukul perut iblis itu, membuat tembok dibelakangnya hancur. Iblis itu juga tersetrum, dia sampai berteriak kesakitan.


Mereka bertiga benar-benar tidak memberi nafas pada iblis itu.


(Scene berpindah ke Vincent)


Sementara itu, Vincent hanya duduk diam, melihat anak buahnya bertarung.


Dia merasa bangga, karna mereka berhasil menahan iblis berwajah monyet itu, tidak... bukan hanya menahan, tapi mereka sudah hampir mengalahkannya.


(Scene kembali ke Agi)


Aku dan Lingga masih sedikit kesulitan menghadapi iblis lengan empat. Iblis itu melepas genggaman nya dan turun dari pohon, aku langsung menerjangnya, bahkan sebelum kakinya menyentuh tanah.


Tapi lagi-lagi dia menghindar, ini membuatku sedikit frustasi.


Aku segera kembali kesamping Lingga setelah seranganku gagal, "Sulit sekali mengenai jantungnya, jika aku hanya fokus pada jantungnya, kita akan kalah" ucapku.


"Pikirkan sendiri cara untuk menang, karna aku akan menggunakan caraku sendiri untuk menang" ucap Lingga dengan wajah kesal.


"Apa rencanamu?!!" Tanyaku.


"Rencanaku adalah mengalahkannya!!!" Lingga menghampiri iblis itu, kali ini dia adu pukul dengannya.


Sepertinya Lingga berencana mengalahkan iblis itu dengan adu pukul.


Lingga memukul wajah iblis itu dengan sangat keras, iblis itu membalasnya dengan dua pukulan, jelas iblis itu lebih diuntungkan dalam adu pukul. Meski Lingga kebal terhadap pukulan, tetap saja dia memiliki batas, saat dia sudah mencapai batasnya, dia pasti kalah.


"PUKUL LEBIH KUAT, TINJU MU TIDAK MELUKAIKU!!!" Lingga malah bersemangat.


"Haha justru kau yang harus memukul lebih kuat, bahkan gigitan semut lebih sakit daripada tinju mu!" Iblis itu tidak kalah semangat.


Lingga sampai pada batasnya, mulutnya mulai mengeluarkan darah, meski begitu dia tetap memukul dan tidak mau berhenti.


"Kau bisa kalah jika diteruskan!" Ucapku


Dia mengabaikanku, dan terus adu pukul dengan iblis itu. Pada akhirnya dia kalah, iblis itu memukulnya hingga tumbang.


Aku mengayunkan tanganku, seperti gerakan menebas, menggunakan ability yang aku dapatkan dari iblis pendek.


Seranganku berhasil melukai iblis lengan empat, dia sampai mundur beberapa langkah.


Aku menghampiri Lingga, membantunya berdiri, "kau tidak apa-apa?, sudah kubilang kau tidak akan menang jika seperti itu."


Lingga malah menyingkirkan tanganku, "BERISIK!, AKU TADI HAMPIR MENANG!" Dia masih saja keras kepala.


"Katanya kalian sudah berlatih?, apa saja yang kalian pelajari?, kenapa masih tetap lemah?" Iblis itu mencoba untuk memprovokasi Lingga.


Lingga malah terprovokasi dan menerjang iblis itu, tapi kali ini dia menggunakan evloth nya.


"BARUSAN APA YANG KAU KATAKAN?, AKU TIDAK MENDENGARNYA" Lingga memukul perut iblis itu sambil tersenyum lebar.


Iblis itu terkapar, Lingga memukulnya sekali lagi, membuat tanah disekitar tubuh iblis itu hancur.


Itu adalah sebuah kesempatan. Aku langsung maju menghampirinya, mengaliri belatiku dengan evloth. Kali ini aku berhasil menusuknya, walau tidak mengenai jantung, tapi aku berhasil menusuknya.


Iblis itu memberontak, tenaganya semakin besar, membuat Lingga yang sedang berada diatas tubuhnya terlempar.


"SIAL!!!. AKU TIDAK BISA MENCABUT BENDA INI!" Ucap iblis itu mencoba mencabut belatiku.


Aku maju menerjangnya, mengepalkan tanganku, dan mengeluarkan devil glove(nama ability yang Agi ambil dari iblis Ditya).


Aku memukul wajah iblis itu, "Bersiaplah untuk kami kalahkan!" Pukulanku mendarat di wajahnya.


Setelah itu aku berputar empat kali, menendang rahangnya dengan tumitku, dia benar-benar terdesak. Ditambah Lingga yang bangun kembali dan langsung menyerangnya, iblis itu sudah tidak memiliki peluang untuk menang.


"SIAL!!!" Iblis itu mengeluh saat kami sedang memukulinya.


Dengan cepat aku bergerak kebelakang iblis itu. di waktu yang bersamaan, aku menendang kepala belakang iblis itu, dan Lingga memukul perutnya.


Serangan kombinasi yang luar biasa, berkat serangan itu, akhirnya iblis lengan empat tumbang!.


(Scene berpindah ke villa)


Agatha, Rize, dan Isla berhasil menumbangkan iblis bersayap. Empat puluh tujuh anggota Devil Hunter juga berhasil menang melawan iblis kera.


"Ini... adalah hasil dari kerja keras kami!!!" Ucap salah seorang anggota Devil Hunter.


Seketika anggota lainnya bersorak, suara mereka bergemuruh bagai badai, ketiga iblis itu... berhasil dikalahkan!.


Bersambung....