Loser's Dream

Loser's Dream
PECUNDANG MELAWAN GRAVITASI



saat itu adalah kemenangan pertama dalam hidupku, aku sudah mengalahkan satu orang, sisa tiga orang lagi. ketiga orang itu mencoba menculik Freya dan Fiona, mereka ingin membawanya keluar theater, aku ingin mengejar mereka, tapi aku juga tidak bisa meninggal Rei.


Rei masih melawan tiga orang yang memiliki special ability, kali ini dia benar-benar sudah terpojok, lukanya semakin banyak dan kelihatannya dia sudah kehabisan tenaga, jika dibiarkan Rei bisa saja mati, aku tidak ingin meninggalkan nya, tapi aku juga tidak ingin Freya kenapa-napa.


saat tiga orang yang menculik Freya dan Fiona membuka pintu, tiba-tiba ada seorang wanita dengan wajah datar menghancurkan pintu, dan membuat tiga orang itu terpental. aku langsung waspada, karna takut wanita itu ada di pihak musuh, tapi... tanpa di sangka, dia menyerang tiga orang yang sedang melawan Rei, saat melihatnya Rei langsung tersenyum dan berkata.


"untuk apa kau membantuku Diana?" ucap Rei sambil tersenyum.


"karna jika tidak ku bantu, kau pasti akan mati" ucap wanita bernama Diana itu.


ternyata wanita itu adalah anggota ke-6 evening sun.


- Diana Rivaldi, usia 18 tahun, TB: 166cm, BB: 40kg.


rambut hitam panjang yang di kuncir ponytail, mata berwarna hitam, menggunakan kacamata bulat, kulit putih, dan hidung yang agak mancung.


special ability: telekinesis.


"kenapa kau jadi selemah ini kakak?" ucap Diana pada Rei.


"sepertinya ada orang dengan special ability yang membuat ability ku melemah" ucap Rei pada Diana.


ternyata Diana adalah adik Rei, memang sebelumnya Rei pernah bercerita padaku bahwa dia memiliki satu adik perempuan. Rei dan Diana dulunya adalah seorang gelandangan yatim piatu, sebelum Agam mengajak mereka untuk masuk evening sun, mereka berdua sempat menjadi perampok dan membuat kekacauan di mana-mana, mereka berdua pernah masuk penjara selama 2 tahun lebih, tapi Agam membebaskan mereka dan mengajak mereka gabung ke evening sun.


"sepertinya kau benar, setelah masuk kesini entah mengapa kekuatan ku seperti melemah" ucap Diana.


"Agi!, kau pergi selamatkan Freya dan Fiona saja, biar aku dan Diana mengurus yang ada disini" ucap Rei padaku.


"tidak!, lebih baik kau ikuti saja mereka, jangan nekat melawan mereka, kami akan menyusul mu setelah membereskan yang ada disini" ucap Diana padaku.


"baiklah!" ucapku dan berlari mengejar mereka.


"apa dia anak baru di evening sun?" tanya Diana pada Rei.


"ya!, kau tahu... anak itu yang mengalahkan iblis tingkat 5, dua tahun lalu" jawab Rei.


"aku melihat masa depan yang cerah di matanya" ucap Diana.


"kupikir juga begitu" ucap Rei.


mereka berdua langsung menerjang tiga orang yang memiliki special ability. aku mengikuti orang-orang yang membawa Freya dan Fiona, mereka membawanya kedalam sebuah mobil pickup. saat mobil mereka ingin jalan, aku langsung naik ke belakang mobil dan bergelantungan, mobilnya berjalan sangat kencang, aku hampir jatuh berkali-kali, tangan dan kakiku juga sudah tidak kuat untuk berdiri di belakang mobil.


akhirnya mobil berhenti di sebuah pabrik tua, perjalanan dari theater ke pabrik ini memakan waktu sekitar 15 menit, aku langsung bersembunyi di balik tumpukan tong yang sepertinya berisi bensin.


mereka keluar dari mobil dan membawa Freya beserta Fiona ke dalam pabrik itu, aku mengikuti mereka dengan mengendap-endap, ternyata pabrik itu memiliki pintu belakang yang sudah rusak, aku masuk lewat pintu belakang itu. mereka mengikat Freya dan Fiona di sebuah tiang yang terletak di tengah pabrik di lantai 2, aku menunduk dan bersembunyi di sebuah tangga rusak sambil melihat gerak-gerik mereka.


"bagaimana dengan tiga orang yang masih di sana?" ucap salah satu pria.


"mereka pasti kalah, dua orang yang dilawan nya itu se-level dengan iblis tingkat 6" jawab salah satu pria berambut putih.


"sebenarnya kenapa bos menyuruh kita menculik mereka berdua?" tanya salah satu pria sambil menunjuk Freya dan Fiona.


"karna mereka berdua adalah kunci untuk misi kita kali ini, tapi yang paling penting adalah Freya" jawab pria berambut putih.


pria berambut putih itu membuka jas nya, di tangan nya aku melihat dua tato, ternyata pria itu adalah seorang eksekutif. pria eksekutif itu pergi keluar untuk mengangkat telepon, dan dua pria sisanya mengambil senjata seperti sedang bersiap untuk perang, salah satu pria itu melepas lakban di mulut Freya dan Fiona.


"kenapa kalian menculik kami?" ucap Freya.


"aku mohon lepaskan kami!" ucap Fiona sambil menangis.


"jangan banyak bicara jika kalian tidak mau terluka" ucap salah satu pria.


tiba-tiba salah satu pria itu tersenyum sambil memandangi Freya, dia melepas jas nya dan duduk di depan Freya.


"dilihat-lihat kau ternyata sangat cantik" ucap seorang pria sambil memegang pipi Freya.


saat melihat itu... emosi ku memuncak, rasanya aku ingin memukul wajah pria itu, dan menghajarnya sampai babak belur, bahkan tanpa sadar aku menghancurkan batu yang sedang aku genggam.


"lepaskan tangan kotor mu dari wajahku" ucap Freya sambil melotot.


"kalau tidak mau... apa yang akan kau lakukan" balas pria itu sambil mengelus pipi Freya. "maukah kau menemaniku sebentar?"


"ya... mari kita lakukan itu" ucap pria itu sambil mencium kening Freya.


aku sudah benar-benar marah saat itu, tapi aku masih harus menunggu dan bersabar sampai Rei dan Diana datang. tiba-tiba Freya meludahi wajah pria itu, karna kesal... pria itu menjambak rambut freya dan menamparnya.


"berhenti, aku mohon" ucap Fiona sambil menangis.


"tidak apa-apa Fiona, setelah aku lepas dari sini, akan aku habisi bajingan ini" ucap Freya sambil tersenyum ke arah Fiona.


tanpa sadar aku berlari dan menendang wajah pria itu.


"AKAN KU BUNUH KAU BRENGSEK" ucapku sambil melotot.


pria yang satunya langsung menyerang ku dengan balok, tapi aku berhasil menghindari serangannya dan menyerangnya balik, aku pasti bisa menang karna sebelumnya aku sudah mengalahkan ketua divisi, dua pria yang ada di hadapanku ini hanyalah anggota biasa. mereka berdua menyerang ku secara bersamaan, aku langsung membanting salah satunya dan langsung memukul wajah pria yang satunya lagi, aku berhasil membuat keduanya pingsan, hingga datang satu orang pria entah darimana.


pria itu sepertinya sepantaran denganku, rambutnya berwarna hitam dan warna putih di setiap ujung helai rambutnya, tingginya 160 cm sama sepertiku, dan tubuhnya sangat kurus. aku tidak tahu dia datang dari mana, tiba-tiba dia ada di belakang ku dan memukulku hingga jatuh, pukulannya terasa sangat berat, karna pukulan nya, aku batuk sampai mengeluarkan darah.


"siapa kau?" tanya pria itu padaku.


"apa peduli mu" jawabku sambil mencoba bangkit.


"aku biasa berkenalan lebih dulu dengan orang yang mau aku bunuh" ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya. "namaku Eiji Ryunosuke"


"apa yang ingin kalian lakukan pada Freya sebenarnya?" tanyaku.


"entahlah, aku hanya diperintahkan untuk membunuh mereka" jawabnya.


"tidak akan aku biarkan kau menyentuh mereka" ucapku sambil mencoba memukul wajahnya.


tiba-tiba aku jatuh dan tubuhku terasa seperti di tiban gajah, rasanya sangat berat, aku tidak bisa berdiri lagi, dan sepertinya tulang rusuk sebelah kananku patah dua. rasanya tubuhku seperti di tekan di lantai, jangankan untuk berdiri, bernapas saja rasanya sulit.


"kau tau?, special ability ku adalah *gravity controller*, jadi aku bisa mengendalikan gravitasi di ruangan ini" ucap pria itu.


aku mencoba untuk berdiri, tubuhku rasanya sangat sakit karna patahnya rusukku, tiba-tiba dia membuatku melayang dan membanting ku berkali-kali. sekujur tubuhku semakin terluka, aku sampai tidak bisa menggerakkan satupun jariku, kesadaran ku juga mulai menghilang.


"apa kemampuanmu hanya segini? padahal kau bisa mengalahkan dua orang itu dengan mudah, sepertinya kau hanya se level dengan ketua divisi" ucapnya.


ternyata Eiji Ryunosuke adalah seorang eksekutif di dark tree mafia, padahal usianya sama sepertiku, tapi sudah menjadi eksekutif di sebuah organisasi mafia, tapi dengan kekuatan nya yang begitu dahsyat, sepertinya itu bukanlah hal yang mustahil. dia berjalan ke arah Freya dan menamparnya berkali-kali, bahkan dia melakukannya sambil tertawa, aku tidak merasakan sakit di tubuhku lagi karna sangat emosi, aku menghampirinya dan menangkap tangannya saat dia ingin menampar Freya lagi, lalu aku memukulnya hingg dia terjatuh.


"bagaimana caramu bisa memukulku?" tanyanya dengan wajah kaget. "kenapa kekuatanku tiba-tiba menghilang saat kau menyentuh ku?"


"ENTAHLAH, TAPI YANG PASTI... AKU AKAN MEMBUNUHMU!" ucapku dengan wajah serius.


(scene berpindah ke Agam yang sedang membicarakan bisnis)


"sebenarnya apa special ability bocah itu sampai membuatmu tertarik padanya?" ucap pria misterius.


"aku tidak begitu yakin, tapi sepertinya dia bisa menghilangkan special ability orang lain saat dia menyentuh nya" ucap Agam.


"apa dia menghilangkan nya secara permanen?" tanya pria misterius.


"sepertinya tidak. mungkin kemampuan orang yang disentuh akan hilang hanya saat Agi menyentuhnya, dan akan kembali jika Agi sudah tidak menyentuhnya" ucap Agam.


(scene kembali ke pertarungan Agi vs Eiji)


"tidak mungkin, kenapa setiap kau menyentuhku, aku langsung tidak bisa menggunakan kekuatanku" ucap Eiji. "sepertinya kemampuan mu adalah menghilangkan kekuatan orang yang kau sentuh"


"sepertinya begitu" ucapku.


dia mulai menghindari setiap serangan ku dan menjaga jaraknya dariku, aku juga mulai bisa menghindari serangan gravitasi miliknya. jika yang dikatakan nya benar, berarti aku hanya harus menyentuhnya dan memukulnya sampai pingsan, tapi sepertinya akan sedikit sulit karna dia sangat menjaga jaraknya.


"kau tau... sudah lama aku tidak merasakan perasaan seperti ini" ucap Eiji sambil tersenyum lebar. "akhirnya aku menemukan lawan yang sepadan"


"sepertinya kau sangat menikmati ini, kalau begitu... aku akan membuatmu menderita sebagai balasan karna sudah menyakiti Freya!" ucapku sambil melayangkan tinju ke wajahnya.


kami saling beradu pukulan, Eiji bahkan menerima luka yang cukup banyak, tapi pria berambut putih justru datang dan membantu Eiji. pria berambut putih itu hampir menusukku dengan samurai, tapi untung saja Diana dan Rei datang di waktu yang tepat, akhirnya bala bantuan datang, dan sekarang keadaannya menjadi 3 vs 2.


""akan ku buat kau menyesal karna sudah melukai Freya!" ucapku sambil memukul wajah Eiji.


bersambung....