Loser's Dream

Loser's Dream
ANTARA MATAHARI DAN KEGELAPAN



Aku bertemu dengan Eiji saat ingin kembali ke mobil, dia bersama dua orang yang terlihat kembar, melihat tato di tangan kedua orang itu, rupanya mereka eksekutif, mungkin saja di sekitar sini masih banyak anggota mafia lainnya.


"ternyata kalian benar mengincar iblis itu juga ya" ucapku.


"kau yakin kami hanya mengincar iblis?, kau tidak lupa dengan yang satunya kan?" ucap Eiji sambil memegang bahuku.


"jika kau berani menyentuh Freya lagi, akan ku buat kau lebih hancur dari waktu itu!!!" ucapku sambil melotot.


"coba saja kalau kau bisa!!!" ucap Eiji dengan tatapan sinis.


"cukup!" ucap si kembar berambut biru.


"Eiji... bos menyuruh kita untuk tidak terlibat konflik dengan evening sun" ucap si kembar berambut merah.


"Ricky benar, bos menyuruh kita untuk fokus pada misi ini saja" ucap si kembar berambut biru.


"ya, sebaiknya kita pergi, benar kan Dicky?" ucap si kembar berambut merah.


"fiuh... hampir saja aku mengamuk di tempat ini" ucap Eiji padaku. "maaf ya... tapi lain kali aku akan menghancurkan mu!"


mereka pergi dan aku kembali menuju mobil, jika si kembar tidak melerai tadi, mungkin aku sudah bertarung dengan Eiji. ternyata tujuan mereka adalah menangkap iblis itu juga, apa yang akan mereka lakukan jika mereka yang berhasil menangkap nya?, apa mereka juga memiliki rencana untuk menghancurkan Decay?, lebih baik saat ini aku tidak memikirkan hal itu dan fokus pada misi kali ini.


tempat show kali ini adalah di dalam venue sebuah mall, kami berencana untuk memperlebar jarak kami dan menggunakan sistem wilayah.


"kali ini... lebih baik kita berjaga dengan sistem wilayah" ucap Lucy.


"kalau begitu... area parkir mall ini wilayah ku, aku akan mengawasinya dari atap mall" ucap Davis.


"berarti bagian dalam mall nya menjadi wilayah ku" ucap Lucy.


"lalu bagaimana denganku?" tanyaku.


"tempat konser itu adalah wilayah mu" ucap Davis padaku.


"bukankah sudah ada Lucy yang menjaga di dalam?" tanyaku.


"aku hanya mengawasi bagian dalam mall kecuali area konser" ucap Lucy.


"baiklah... kalau begitu, kali ini jangan sampai lengah!" ucap Davis.


kami mulai berpencar dan bersiap.di wilayah masing-masing, kali ini aku benar-benar fokus pada misi dan tidak terlalu memperhatikan show nya, Dimas bilang penyerangan nya terjadi saat Amel, Irina, dan Indira sedang tidak di atas panggung, kali ini... yang turun ke belakang panggung hanya Amel dan Irina.


benar saja... penyerangan terjadi, tapi kali ini terjadi di toilet lantai 1 mall itu, kami langsung bergegas kesana setelah Dimas memberitahu hal itu.


awalnya Dimas merasa curiga pada seorang kru yang selalu mengikuti Irina dan Amel, dia mengira bahwa orang itu adalah salah satu dari anak iblis yang sedang kami buru. sejak kami sampai di Bogor, Dimas selalu mengikuti orang itu, ternyata perkiraan Dimas benar, orang itu berubah menjadi iblis di dalam toilet dan menyerang orang disana, itu terjadi bertepatan dengan Irina dan Amel yang sedang istirahat di belakang panggung.


"jika ingin berubah, setidaknya jangan di hadapanku" ucap Dimas.


aku bertemu dengan Lucy dan Davis saat sedang berlari menuju toilet tempat Dimas bertemu anak iblis nya, tapi tiba-tiba kami di serang oleh sekelompok anak iblis yang lain, keadaan menjadi kacau karna kepanikan orang-orang di sana.


"jumlah mereka ada 7" ucap Davis. "dan sepertinya mereka semua hanya iblis tingkat 10"


"kalau begitu kau bisa mengatasi ini sendiri kan?" ucap Lucy.


"tentu!" ucap Davis. "kau evakuasi saja orang-orang!, lalu Agi... kembali lah ke tempat show dan pastikan tidak ada iblis disana!"


"bagaimana dengan Dimas?" ucapku. "dia bilang yang muncul di sana adalah iblis tingkat 7, terlebih jumlahnya ada tiga"


"tenang saja... walau terlihat tidak bisa bertarung, dia adalah orang terkuat setelah Agam di kantor" ucap Lucy.


"baiklah!... jaga diri kalian!" ucapku sambil berlari kembali ke area show.


sementara itu di toilet, Dimas bertarung sendirian melawan tiga iblis tingkat 7, dia mengeluarkan dua buah nunchaku dari tas selempang nya, jadi alasan dia selalu membawa tas selempang kemanapun karna untuk menyimpan nunchaku nya.


"mari kita selesaikan dengan cepat!" ucap Dimas sambil menyerang dengan nunchaku nya.


saat aku sampai di area show, aku kebingungan karna tidak terjadi kepanikan sedikitpun disini, bahkan semua orang bernyanyi seperti tidak tahu apapun tentang kejadian di luar, dan saat itu... Eiji datang menghampiri ku.


"melihat tingkah mu, sepertinya kau tau bahwa iblis sedang menyerang di luar sana" ucap Eiji. "kekuatan penetral memang mengerikan"


"apa yang terjadi disini?, kenapa mereka seperti tidak tau bahwa ada kekacauan di luar?" tanyaku.


"harusnya kau tau apa yang terjadi, karna sebelumnya kau juga pernah mengalami hal ini" ucap Eiji.


aku ingat!, sebelumnya aku pernah mengalami hal ini bersama Rei, saat aku membuka ponselku untuk mengecek jaringan, ternyata benar, tidak ada jaringan sama sekali. ini adalah efek dari ability Cakra, ability nya dapat mengendalikan apapun selama berada dalam ruangannya, entah itu itu informasi, pikiran, bahkan dapat membuat ability orang lain melemah selama di dalam, dan area konser saat ini sudah menjadi ruangannya.


"jadi Cakra juga berada disini?" tanyaku.


"tentu saja!, kami sudah memprediksikan hal ini akan terjadi, oleh karna itu Cakra ikut dalam misi ini" jawab Eiji.


"apa yang sebenarnya rencana kalian?" tanyaku.


"apa aku harus memberitahu mu?" ucap Eiji. "haha... karna kau pernah mengalahkan ku, akan kuberi tahu sedikit tentang rencana kami saat ini"


"cepat!" ucapku.


Eiji memberitahu ku tentang rencananya saat ini, dia bilang mereka sengaja membiarkan kami yang mengurus anak iblis saat ini, agar mereka bisa dengan mudah mengungkap identitas induknya dan langsung menangkap nya saat itu juga, begitulah rencana mereka. setelah mendengar rencananya, aku keluar venue sebentar lalu menghubungi yang lainnya, mereka juga sudah selesai dengan anak-anak iblis dan langsung menuju venue, tapi... sampai show kedua ini berakhir, kami tidak menemukan petunjuk apapun.


"jika tersangka nya tinggal Irina dan Amel, kenapa kita tidak langsung menangkap keduanya?" tanyaku.


"itu tindakan yang terlalu berbahaya" ucap Dimas. "jika yang kita tangkap ternyata bukanlah iblis nya, itu bisa jadi hal yang berbahaya, iblis aslinya bisa lari dan itu akan membuat kita semakin sulit untuk mengejarnya"


"Dimas benar, jika kita ingin menangkap nya, lebih baik kita pastikan dulu identitas iblis itu, agar kita bisa langsung menangkapnya" ucap Davis.


"lalu... kenapa dark tree mafia tidak langsung menculik tersangkanya?" tanyaku.


"sepertinya kali ini mereka tidak ingin terlihat mencolok, atau bahkan bisa saja mereka sengaja memanfaatkan kita dan mengambil kesempatan saat kita lengah" ucap Dimas.


"intinya....kali ini kita fokuskan pengawasan kita pada Amel dan Irina saja, kita harus segera menangkap iblis nya, karna jika tidak dia akan bertambah kuat, dan bisa jadi dia akan naik tingkatan menjadi tingkat 4" ucap Lucy.


6 hari berlalu, saat ini kami berada di Bekasi, besok adalah hari terakhir show dan kami tidak dapat petunjuk baru tentang siapa iblis nya, sepertinya dark tree mafia juga mengalami hal yang sama. Dimas menyuruhku untuk ikut dengannya karna membutuhkan ability ku, aku ikut dengannya dan ternyata kami pergi menemui Eiji.


"kenapa kita menemui mereka?" tanyaku pada Dimas.


"ini adalah jalan satu-satunya" jawab Dimas. "jika aku Eugene, mungkin aku tidak perlu melakukannya hal ini"


"siapa Eugene?" tanyaku.


"dia adalah otak evening sun" jawab Dimas.


"jadi... bagaimana dengan penawaran ku?" tanya Eiji memotong pembicaraan ku dengan Dimas.


"apa keuntungan yang kami dapat jika bekerja sama dengan kalian?" tanya Dimas.


"aku yakin, kami memiliki informasi yang tidak kalian miliki" ucap Eiji.


saat Dimas dan Eiji sedang membicarakan sebuah kesepakatan, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari seorang wanita, kami semua langsung bergegas menuju tempat suara itu berasal, suaranya terdengar dari ruang istirahat para kru. disana, setelah 6 hari pencarian, akhirnya.... sang induk menampakkan wujudnya.


dia berdiri tepat di hadapan kami, iblis tingkat 5 dengan satu tanduk di kepalanya, tanpa banyak bicara Eiji dan Dimas langsung menerjang ke arahnya, tapi tiba-tiba beberapa kru disana berubah menjadi iblis tingkat 10 dan menghalangi mereka.


"sial!, mereka tingkat 10 tapi kenapa tidak bisa dikalahkan" ucap Eiji.


"Agi!... sebaiknya kau tinggalkan aku dan kejar iblis itu, aku akan menghubungi Lucy dan Davis setelah itu menyusul mu" ucap Dimas sambil bertarung.


"baik!" ucapku sambil mengejar iblis tingkat 5 itu.


para anggota dark tree mafia yang lain datang dan membuka jalan untuk Eiji, dia berlari dan mencoba menyusul ku, hingga akhirnya kami berdua mengejar iblis itu bersama. Eiji menggunakan kekuatan gravitasi nya dan berhasil menahan iblis itu, aku melompat dan mencoba untuk memeluk iblis nya, tapi tiba-tiba ada anak iblis lain yang muncul dan mengganggu kami.


"kita harus bekerja sama!" ucap Eiji.


"apa maksudmu?" tanyaku.


"mari buat kesepakatan" ucap Eiji. "kalian membutuhkan informasi kami, dan kami membutuhkan kekuatan kalian, jadi untuk saat ini lebih baik kita bekerja sama"


"aku tidak mau mengakui ini, tapi yang kau katakan benar" ucapku. "baiklah!... mohon bantuannya dan jangan menghambat ku!"


aku bekerja sama dengan Eiji dan bertarung bersama saat itu, ternyata ability ku dapat membuat iblis tingkat 10 nya menghilang saat ku sentuh. menurut Eiji mereka menghilang karna tidak memiliki wadah, itu membuat mereka sama dengan suatu hal yang ajaib, sedangkan ability ku ini... dapat menghapus segala keajaiban.


tetapi yang kami lakukan semuanya sia-sia, iblis yang sudah dikalahkan tiba-tiba muncul kembali, seakan mereka di bangkitkan kembali dari kematian, sepertinya cara satu-satunya adalah mengalahkan induknya, tapi... kami tidak bisa mendekati nya sedikitpun. saat kami berdua mulai kelelahan, datang bantuan yang sangat besar.


"apa aku boleh ikut bekerja sama?" ucap Rize sambil menyambar listriknya ke arah iblis tingkat 5.


bersambung....