Legend Of The Green Sea

Legend Of The Green Sea
Mencari Heyra



Yeroi berhasil keluar dari sarang goa, lalu kembali ke tempat Zujuna. Namun hal yang mengejutkan, tidak ada Heyra di sana. Matanya tidak bisa santai, sibuk meneliti ke segala penjuru.


"Di mana Heyra?" tanya Yeroi.


"Kamu yang dari tadi bersamanya, kami mana tahu." jawab Zinei.


"Tadi dia jalan ke sini duluan, sengaja membawa tumbuhan ungu untuk Zujuna." ucap Yeroi.


"Tapi mana dia, tidak ada." Zinei mengangkat telapak tangannya di udara.


"Aku harus segera mencarinya." ujar Yeroi.


"Aku ikut denganmu." jawab Zinei datar.


Milraes mencegah Yeroi pergi. "Kamu jangan pergi, bagaimana dengan Zujuna."


"Kamu jaga dia sebentar." pinta Yeroi.


"Bagaimana kalau ada binatang buas datang. Aku takut, sungguh aku tidak ingin tertangkap." jawab Zujuna.


Heyra dikurung dalam kandang ayam, setelah dari tadi menahan sakit. Tangannya ditarik-tarik oleh para suku pedalaman.


"Tolong aku, buka pintunya."


"Diam di sana, jangan berisik." Menggunakan bahasa yang tidak dipahami Heyra, lalu memukul dinding dengan tombak.


Heyra mencari cara untuk keluar, namun tidak juga ditemukan. Setiap percobaan yang dilakukannya selalu tidak membuahkan hasil.


"Kemana aku harus minta tolong, di sini ponsel tidak ada sinyal." monolog Heyra.


Naga raksasa mengamuk, di tengah lautan. Tubuhnya mulai mengembara ke wilayah daratan. Naga raksasa mencari jalan yang dituju oleh bola matanya yang besar.


"Yeroi, lihat makhluk yang panjang itu. Sepertinya dia naga raksasa di laut hijau." Zinei yang melihat duluan menunjuknya.


Yeroi menarik lengan Zinei, hingga mereka berada di balik batu. Naga raksasa melewati mereka, tanpa menoleh lagi. Dia tidak bisa berpikir, karena bagaimana pun dia binatang.


"Kalau dia menyerang ke arah Zujuna bisa gawat. Bagaimana pun dia sedang sakit, karena tubuhnya keracunan." ucap Zinei.


"Iya sudah, ayo kita bergegas mencari Heyra. Dia yang membawa obat tumbuhan ungu." Yeroi melompat dengan cepat, keluar dari persembunyian.


Zinei mengikuti di belakang, sampai menelusuri hutan. Tiba-tiba terdengar suara dari balik semak, tidak tahu apa itu. Yeroi dan Zinei segera sembunyi, lalu muncul pasukan komodo raksasa.


"Mengapa di hutan ini banyak sekali binatang buas." ujar Zinei.


"Tidak tahu, aku pun baru mengunjungi tempat ini." jawab Yeroi.


"Apa di sini tidak ada orang?" tanya Zinei.


"Palingan juga hanya anak suku dalam yang menempati tempat ini." Yeroi berbicara sesuai fakta saja.


Mereka mengintip ke arah sela-sela daun yang rimbun. Mereka melihat komodo mulai menjauh dari posisi mereka. Tiba-tiba saja, ada suara berisik. Zinei menoleh ke sebelahnya, ternyata ada ular Anaconda yang sedang tidur lelap.


"Yeroi, ayo cepat kabur. Ada ular istirahat di sini." Zinei menepuk-nepuk pundak Yeroi, sambil menggesa-gesa.


Yeroi terkejut saat menoleh ke samping. "Haduh, berjumpa lagi. Mana besar sekali, bisa tinggal nama kita berdua."


"Satu, dua, tiga, lari." Zinei sudah melangkah duluan.


Yeroi tidak kalah cepat menyusul langkah Zinei. "Hei tunggu, kita harus pergi bersama."


Milraes was-was, saat angin menyambar rumput ilalang. Menyapa sepoi-sepoi, namun terdengar suara berisik. Milraes merasa takut, mendengar gesekan bambu dengan batang bambu lainnya.


"Raut wajahmu terlihat cemas, apa ada sesuatu berbahaya mendekat." ucap Zujuna.


"Aku masih memastikannya, tidak tahu ada apa di balik semak belukar." jawab Milraes.