Legend Of The Green Sea

Legend Of The Green Sea
Naga Raksasa Datang



Heyra membuat martabak di dapur, tiba-tiba ada seekor naga raksasa didekat jendela. Heyra terkejut bukan kepalang, karena kehadiran naga secara mendadak. Heyra segera menghubungi Yeroi, agar dia berkunjung ke rumah.


"Yeroi, cepat kamu ke rumah. Ada naga besar, yang mengamuk penuh kegilaan." Heyra berucap, dengan terburu-buru.


"Baiklah, kamu sabar dulu menunggu." jawab Yeroi.


"Cepat sedikit, aku takut dia menyerang ku." sahut Heyra.


"Baiklah, aku akan masih on the way." jawabnya, sambil fokus menyetir mobil.


Naga di atas genteng sibuk bergerak, membuat retak yang menjadi bahan injakan. Tidak butuh waktu lama, Yeroi sudah sampai. Heyra keluar dari rumah dengan buru-buru, lalu masuk ke dalam mobil.


"Cepat, sebelum naga raksasa melihat." ujar Heyra.


"Iya, sabar dulu. Aku lagi memasang sabuk pengaman." jawab Yeroi.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, karena dari kaca spion tampak seekor naga mengejar. Naga menghadang di jalan raya, menyebabkan kemacetan yang panjang.


"Ayo kabur lewat pintu samping, ayo kita turun." ucap Heyra.


"Cepat buka pintunya, dia telah mengamuk. Mobil di belakang kita hancur." jawab Yeroi.


Heyra dan Yeroi buru-buru keluar, karena naga sudah menghancurkan banyak kendaraan. Para penumpang jalan yang membawa motor, sudah jatuh tersungkur, bahkan ada yang terlempar dengan bergelimpangan.


"Cepat kabur, dia mengejar kita." Yeroi berteriak pada Heyra, yang ada di belakangnya.


Heyra sedang memperbaiki tali sepatu. "Iya, tunggu sebentar. Aku sedang memperbaiki sepatuku, yang menginjak tali.


Yeroi dan Heyra berlari, masuk ke dalam gedung besar. Tempat itu sepertinya menjadi penyimpanan bahan bakar, banyak jerigen berisi minyak.


"Naga raksasa itu sudah mendekat." ucap Yeroi.


"Shht... kita diam saja, jangan melakukan pergerakan."


"Entahlah, kalau kakiku dapat bertahan." ujar Yeroi.


"Eh, aku mau naik Ekskavator dulu iya. Aku akan mencoba mencakar naga, dengan pengeruk yang tajam." Yeroi berpamitan dengan Heyra.


"Iya, silakan saja. Namun, jangan lupa hati-hati." Heyra melihat Yeroi membuka pintu, sambil mengawasi naga.


Yeroi naik Ekskavator, lalu mengarahkan pengeruk ke arah naga raksasa. Tidak ada sahutan dari Heyra, saat dipanggil berulang kali.


"Heyra!" Yeroi mencoba memanggil sekali lagi.


Heyra membuka jendela kaca dengan perlahan. "Iya, aku mau turun tapi tersangkut." jawabnya.


"Kita harus kabur!" ujar Yeroi.


"Iya, aku ingin ke arah sana." jawab Heyra.


Heyra berlari masuk ke dalam mobil bekas. Heyra mencoba menghidupkan mobil, namun tidak juga berjalan. Naga bangun dari posisinya, mengamuk ke arah ekskavator Yeroi.


Brak!


Bruk!


Sampai setengah hancur dibuat oleh hewan raksasa tersebut, Yeroi tetap tidak menyerah untuk melakukan perlawanan. Naga raksasa menghancurkan kaca ruang sopir, lalu Yeroi keluar dari ekskavator tersebut.


"Heyra, cepat keluar dari sana." ucap Yeroi, dengan lantang.


Heyra baru membuka pintu, lalu terkena senggol ekor naga. "Iya, ini bajuku tersangkut."


"Perempuan sungguh ribet, untung saja sayang." ujar Yeroi.


"Jangan banyak dialog, cepat bantuin aku." jawab Heyra, yang masih berusaha melepaskan lain yang tersangkut.


Heyra dan Yeroi berlari secepat mungkin, karena naga raksasa sudah berhasil melepaskan kepalanya, yang tersangkut perbatasan kaca ekskavator. Naga raksasa mengejar Heyra dan Yeroi, yang mendekati sebuah lapangan permainan sepakbola. Mereka bersembunyi di antara kursi penonton pertandingan.