
Kaira memperhatikan mereka bertiga secara bergantian.
"Kenapa suasananya jadi canggung seperti ini" Ucap Kaira dengan pelan.
"Guys jangan diam-diam seperti ini dong, aku bingung nih mau ngelakuin apa jadinya" Kata Kaira
"Tau nih kenapa pada diem semua" Ucap Samuel
"Ini juga kan gara-gara kau sama Lexa yang terus saja berdebat" Kata Chaiden
"Iya kah" Ujar Samuel dengan tampang yang terlihat seperti orang bodoh
Chaiden langsung memukul kepala belang Samuel.
"Bodoh mu ini dari dulu tidak hilang juga" Ucap Chaiden
"Kau yang terlalu normal dan pintar" Kata Samuel tak mau kalah
"Stopp... Kalian ini memang tidak pernah akur ya" Kata Kaira yang sudah kehabisan kesabarannya.
Chaiden dan Samuel langsung diam dan tersenyum dengan kikuk.
"Kai, aku pulang dulu ya, tapi mama ngabarin aku disuruh pulang sekarang ada urusan katanya" Ucap Lexa sambil mengemasi buku-bukunya.
"Loh kok pulang sih Xa, kan Dramanya belum habis" Ujar Kaira
"Urgent banget Kaira maaf ya kan ada Chaiden sama Samuel yang nemenin Kamu"
"Iya deh ayok aku antar ke depan"
Kaira pun mengantar Lexa ke depan karena Lexa akan pulang. Sebenarnya Kaira masih ingin menghabiskan waktu bersama dengan Lexa tapi karena ada dua kunyuk itu yang datang dan mengacaukan semuanya.
"Hati-hati dijalan ya Xa, nanti kalau sudah sampai rumah jangan lupa hubungi aku ya" Ucap Kaira
"Siap kau tenang saja. Begitu aku sampai di gerbang depan rumah aku akan menelpon mu" Kata Lexa dengan tersenyum
"Bye Kaira aku pulang" Lexa pun pergi dari Apartemen Kaira sambil melambaikan tangannya
"Bye Xa" Kaira juga membalas lambaian tangan Lexa
Setelah melihat Lexa yang sudah masuk kedalam lift Kaira masuk kedalam rumahnya kembali lalu menutup pintu rumahnya.
Kaira baru ingat jika dirumahnya masih ada Chaiden dan Samuel yang sedang berada di depan televisi sambil melihat drama.
"Kalian berdua tidak ikut pulang juga?" Tanya Kaira
"Pergi aja yuk nggak enak tau kalau ada tetangga Kaira yang lihat dikira apa gitu nanti" Bisik Chaiden
"Udah deh kau nggak usah sok bijak gitu kau juga suka kan disini" Chaiden hanya tersenyum mendengar perkataan Samuel itu.
Kaira sendiri bingung melihat dua orang didepannya ini yang terus saja berbisik-bisik.
"Kalian berdua ngomongin aku ya" Ucap Kaira sambil mengambil makanannya yang ada diatas meja
"Enggak Kai kau jangan besar kepala seperti itu" Ejek Samuel
"Hem oke, kalian kalau mau minum ambil sendiri aja didalam lemari pendingin di dapur ya aku mau buang sampah dulu didepan" Kata Kaira
"Oke Kai" Jawab Samuel dan Chaiden hanya menganggukkan kepalanya saja
Selepas kepergian Kaira, Chaiden dan Samuel langsung saling pandang.
"Mending Kau ngalah deh, biarin Kaira sama aku" Ucap Samuel
"Enak aja, nggak ketemu sama dia kan aku dulu, Kau enak banget bilang gitu" Chaiden juga tak mau kalah sekarang.
Karena perdebatan itu mereka pun berkelahi kecil, Chaiden menduduki tubuh Samuel dan mereka terus berbicara sambil memegang kerah baju satu sama lain.
"Dia punyaku ya El, kau jangan macem-macem" Ucap Chaiden sambil terus bergulat
"Dia saja belum tentu suka sama kamu jadi bebas dong aku mau deketin dia" Mereka terus saja berdebat sampai Kaira kembali dan terkejut melihat pemandangan didepannya.
"Kalian berdua pasti berkelahi lagi" Teriak Kaira, Chaiden dan Samuel langsung mengalihkan pandangannya kearah Kaira
"Udah deh sekarang pergi dari rumahku kalau kalian masih saja berkelahi aku mau tidur" Ucap Kaira lagi.
Chaiden segera bangun dari atas tubuh Samuel dan keluar dari dalam rumah Kaira.
"Sialan Aku ditinggalin" Ucap Samuel dan langsung menyusul Chaiden
"Kai, maaf ya, kami pulang dulu" Kata Samuel saat sudah ada di luar rumah Kaira
Kaira hanya diam saja tak menanggapi perkataan Samuel. Setelah Mereka berdua pergi Kaira langsung masuk kedalam kamarnya dan bersiap untuk tidur.
Tubuhnya begitu lelah, Kaira seperti merasa jika dirinya akan sakit makanya Kaira segera beristirahat.
Next....