
Kehidupan Kaira begitu tertutup. Tidak ada yang tau bagaimana Kaira menjalani hidupnya dari dulu. Kaira selalu menyembunyikan sesuatu yang terjadi kepada dirinya.
Semua kehidupan masa kecilnya hanya Kaira yang tau.
Sesampainya dikamar Kaira melihat Lexa yang sudah terlelap dalam tidurnya. Kaira duduk di sofa sambil membaca novel yang dia bawa tadi.
Sudah sekitar setengah jam Kaira membaca Novelnya tapi Kaira tak merasa mengantuk sama sekali. Kaira memutuskan untuk keluar kamar dan berjalan-jalan sebenar saja.
"Sepi sekali" Ucap Kaira sambil berjalan keluar kamar.
Kaira berjalan menyusuri Kapal dan berhenti di tempat duduk yang tadi Nara tempati bersama Chaiden. Senang merasakan kedamaian seperti ini. Tidak mendengar bunyi bising dimana-mana hanya ada kesunyian.
Kaira mulai terhanyut pada pikirannya dan melamun.
Sudah satu jam Kaira berjalan-jalan dan sekarang dirinya mulai mengantuk. Kaira kembali ke kamarnya dan setelah itu memutuskan untuk istirahat.
Pagi hari....
Didalam kamar Chaiden dan Samuel terlihat mereka berdua masih terlelap dalam tidurnya. Namun beberapa saat kemudian Chaiden bangun terlebih dahulu. Chaiden segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah beberapa saat kemudian Chaiden keluar dari dalam kamar mandi dan sudah rapi dan bersih. Chaiden duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Saat itu Samuel mulai terbangun dari tidurnya. Yang pertama Samuel lihat ditempat itu adalah Chaiden.
"Aaaggghh... sial sekali pagi-pagi begini malah melihatmu" Ucap Samuel dan berjalan ke kemar mandi.
Chaiden tak menghiraukan perkataan Samuel dan mengambil salah satu buku komik miliknya dan membacanya.
"Mataku bisa buta melihat kau terus seperti ini" Ucap Samuel kepada Chaiden
"Jangan dilihat. Kenapa kau menyulitkan dirimu sendiri" Jawab Chaiden dengan tak mengalihkan pandangannya sama sekali dari buku yang ada di tangannya.
Dengan cepat Samuel mendekat kearah Chaiden dan mencengkram kerah baju Chaiden.
"Diamlah kau pecundang" Ucap Samuel tepat di depan wajah Chaiden
"Kau yang selalu mencari masalah dengan ku" Kata Chaiden berusaha tak terpancing emosi juga
"Pantas saja kau tak pernah memiliki teman lagi, tak akan ada yang mau jadi temanmu. Mungkin kalau bisa ku putar waktu tak akan ku biarkan Han berteman denganmu" Ucap Samuel.
"Kenapa kau bawa-bawa Han" Teriak Chaiden
"Gara-gara kau dia tak ada lagi. Bajingan" Teriak Samuel tak kalah kencang sambil melayangkan pukulan ke wajah Chaiden.
Chaiden tak mau membalas pukulan Samuel dan memilih diam. Terlihat sudut bibir Chaiden terluka dan mengeluarkan darah. Setelah melayangkan pukulan kepada Chaiden tadi, Samuel langsung pergi dari sana dan menutup pintu dengan sangat keras.
Chaiden bangun dan duduk diatas sofa kembali sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya itu. Pikiran Chaiden pun seketika langsung tertuju kepada Han. Mungkin saja jika dirinya waktu itu menghentikan Han agar tidak jadi ikut bersama teman-temannya mungkin Han masih ada disini. Semua ini gara-gara dirinya, Chaiden begitu marah dan kesal pada dirinya sendiri.
Setelah membersihkan lukanya, Chaiden keluar dari dalam kamar untuk pergi menuju salah satu restoran di Kapal tersebut dan sarapan pagi.
Chaiden dan Samuel memang saling mengenal satu sama lain sebelumnya. Setelah salah satu peristiwa menimpa hubungan mereka menjadi tidak baik. Chaiden dan Samuel memutuskan untuk pindah dari sekolah mereka yang lama dan saat Chaiden memilih pindah sekolah yang sekarang Chaiden tak tau jika Samuel juga bersekolah disana juga.
Next.....