
Setelah 2 minggu menjalani ujian sekolah, akhirnya ujian itu sudah selesai. Hari ini semua siswa diminta datang ke sekolah untuk melihat nilai yang mereka dapatkan dari hasil ujian mereka dan ada pengumuman dari pak Roy untuk liburan yang akan berlangsung beberapa hari lagi.
Kaira berangkat ke sekolah cukup pagi hari ini. Kaira sangat penasaran berapa nilai yang akan dia dapatkan kali ini. Karena Kaira tau kalau dikelasnya banyak sekali siswa yang pintar.
"Semoga nilai ku tinggi seperti biasanya" Ucap Kaira.
.
.
Setelah sampai di sekolah Kaira langsung berjalan menuju kelasnya terlebih dahulu. Suasana di sekolah masih begitu sepi, hanya ada beberapa siswa yang datang pagi. Kaira diam terlebih dahulu dikelas sambil memainkan ponselnya.
Tak lama setelah Kaira datang, terlihat Chaiden mulai masuk kedalam kelas dan duduk disebelah Kaira. Kaira melihat kearah Chaiden yang baru saja datang.
"Pagi" Sapa Kaira
"Iya" Jawab Chaiden.
"Tumben sekali lo berangkat pagi" Tanya Kaira kepada Chaiden.
Chaiden langsung mendekat kearah Kaira, sangat dekat hingga membuat Kaira salah tingkah.
"Lo sendiri kenapa berangkat pagi?" Tanya balik Chaiden
"Entahlah, hanya ingin saja"
"Ohhhh...." Chaiden menjauh kembali dari Kaira
"Kenapa dia selalu seperti itu, bikin jantung gue nggak aman" Ujar Kaira dalam hatinya.
Kaira selalu memperhatikan Chaiden yang sedang sibuk dengan ponselnya itu. Chaiden yang merasa risih diawasi terus oleh Kaira kembali mendekatkan wajahnya kearah wajah Kaira.
"Lo mau ngapain" Ucap Kaira dengan gugup.
Tanpa menjawab pertanyaan Kaira, Chaiden justru malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Kaira.
"Jangan terus melihat gue, gue nggak nyaman" Ucap Chaiden setelah itu langsung beranjak pergi meninggalkan Kaira sendiri di dalam kelas.
Jantung Kaira semakin berdetak dengan sangat kencang. Kaira merutuki kebodohannya yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Chaiden.
"Sadarlah Kaira, kau bukan levelnya Chaiden. Berhenti berkhayal mulai sekarang"
Suasana sekolah sudah mulai ramai. Sebentar lagi pengumuman nilai akan dilangsungkan. Kaira saat ini sedang berada di taman bersama dengan Fanya dan Lexa.
"Gue penasaran nih nilai ujian gue berapa" ucap Lexa
"Yang pasti nilai lo lebih bagus daripada punya gue Xa" Kata Fanya
Kaira hanya tersenyum mendengar perkataan kedua sahabatnya ini. Sebenarnya jika mereka bersungguh-sungguh belajar nilai mereka akan bagus, tapi tidur lebih penting bagi mereka daripada belajar.
Dari kejauhan terlihat semua siswa yang sedang berlari masuk kedalam kelas. Kaira, Fanya dan Lexa pun tak mau ketinggalan, mereka juga ingin melihat nilai ujian mereka.
Setelah sampai papan informasi Kaira mencari namanya mulai dari bawah dan berhenti di nomor 2. Nilai Kaira dalam ujian kali ini 98,27. Yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Chaiden yaitu 98,29 dan dibawah nilai Kaira ada Samuel dengan nilai 98,25.
Nilai Chaiden, Kaira dan Samuel sudah menjadi nilai tertinggi se sekolah. Nilai mereka hanya beda tipis satu sama lain.
Setelah melihat nilai mereka Semua siswa sekarang diperintahkan untuk berkumpul di kelas mereka masing-masing karena guru akan memberikan pengumuman.
Kaira segera mengajak Fanya dan Lexa untuk segera pergi ke kelas mereka sebelum pak Roy datang terlebih dahulu.
Saat sampai di kelas Kaira melihat Samuel dan Chaiden yang sedang sibuk bermain ponsel mereka masing-masing. Kaira segera duduk dan tak lama setelah itu pak Roy datang.
"Kau sakit?" Ucap Samuel yang berbisik disebelah Kaira.
Kaira langsung terkejut mendengar bisikan Samuel.
"No, I'm not sick" Jawab Kaira dan segera fokus mendengarkan penjelasan dari oak Roy kembali.
Mungkin bagi kalian anak sekolah yang liburan dengan menggunakan kapal pesiar akan sedikit berlebihan, tapi tidak dengan sekolah Kaira saat ini. Sekolah Kaira sekarang adalah sekolah Favorit dan sangat istimewa. Hanya liburan dengan Kapal pesiar bagi mereka bukan apa-apa. Dan ingat, kapal pesiar yang mereka gunakan adalah kapal pesiar yang mewah khusus sekolah sewa untuk tour para Siswanya.
Setelah briefing singkat itu, Pak Roy pun mengucapkan selamat kepada juara dikelas ini.
"Bapak sangat terkejut begitu mengetahui bahwa juara satu sampai tiga adalah anak murid bapak sendiri. Sebagai hadiah untuk kalian, besok saat liburan kalian bertiga digratiskan, tidak dipungut biaya sepeserpun. Jika kalian mau beli makanan belilah dengan uang kalian sendiri.
Para siswa dikelas bersorak mendengar itu. Tidak ada satu orang pun yang iri karena mereka bertiga memang pantas mendapat hadian seperti itu. Tapi ada satu siswa yang tidak terima saat Kaira mendapat hadiah seperti itu.
Setelah pak Roy menjelaskan panjang lebar, Sekarang semua siswa sudah diperbolehkan untuk pulang dan berkemas untuk persiapan liburan besok.
"Guys, kita belanja yuk sekarang" Ucap Fanya
"Boleh juga, lo ikut kan Ra?" Tanya Lexa
"Ikut dong, ayo kita berangkat" Kaira merangkul kedua sahabatnya dan berjalan menuju ke salah satu Mall untuk belanja kebutuhan mereka besok.
Mereka bertiga memilih menggunakan taksi menuju Mall itu. Setalah sampai di sana Mereka segera keluar dan mulai berkeliling Mall tersebut sambil melihat-lihat barang apa yang cocok untuk mereka.
Kaira membeli beberapa baju dan celana karena Kaira sudah bosan dengan bajunya yang itu-itu saja. Baru juga beberapa saat tangan mereka sudah penuh dengan kantong belanjaan. Dari raut wajah mereka bertiga begitu bahagia, saling bercanda dan tertawa satu sama lain.
Setelah puas berbelanja semua kebutuhan untuk liburan besok, Mereka bertiga pun memutuskan untuk menginap di rumah Kaira. Sebenarnya Kaira sempat tidak setuju tapi karena bujukan dari Fanya dan Lexa akhirnya Kaira setuju.
Sebelum pergi ke rumah Kaira, mereka pergi ke rumah masing-masing untuk mengambil semua keperluan keberangkatan besok dan membawanya ke rumah Kaira.
Mereka bertiga sekarang sudah sampai di rumah Kaira. Kaira segara mempersilahkan mereka masuk.
"Ra lo tinggal sendiri" Tanya Fanya
"Aaa... Iya, gue tinggal sendiri" Jawab Kaira sambil mengambilkan minuman untuk Fanya dan Lexa
"Orang tua lo ada dimana?" Tanya Lexa
"Mama gue udah lama meninggal, terus gue nggak tau papa ada dimana" Jawab Kaira lagi
"Ehhh.... Maafin pertanyaan kita ya Ra" Ucap Lexa
"Sans aja kali"
Mereka bertiga pun saling bercerita satu sama lain sambil menggunakan masker wajah masing-masing. Mereka ingin terlihat cantik besok saat liburan, dan membuat semua murid laki-laki terpana akan kecantikan mereka.
Kaira merasa bahagia bisa berkumpul bersama kedua sahabatnya ini. Mereka sudah Kaira angga sebagai keluarga Kaira sendiri.
Next....