KAIRA

KAIRA
38. Tidak tau lagi



Jam pelajaran telah usai sekarang sudah saatnya jam istirahat dan semua murid menuju ke kantin untuk makan siang. Kaira dan yang lain pun sudah menuju ke kantin karena Raya bilang tadi kalau menu makan siang kali ini adalah daging jadi Kaira dan yang lainnya harus cepat-cepat kesana sebelum kehabisan.


Untung saja mereka masih kebagian daging yang sangat lezat itu walaupun harus mengantri lama. Kaira dan yang lainnya pun makan bersama sambil bercerita-cerita.


Entah kenapa tiba-tiba Fanya datang bersama dengan Zeline menghampiri mereka semua.


"Dia boleh gabung kan guys" Ucap Fanya begitu sampai


"Duduk aja" Jawab yang lain.


Kaira yang sedari tadi begitu lahap memakan makanannya setelah melihat wajah Zeline nafsu makannya seketika langsung hilang. Kaira hanya mengaduk-aduk makanannya saja sedari tadi.


"Kai kok nggak dimakan?" Tanya Lexa


"Gue kenyang, gue duluan ya" Kaira langsung pergi dari sana sambil membawa tempat makanannya.


Kaira berjalan menuju ke toilet sekolah. Saat Kaira baru saja mencuci tangannya tiba-tiba Zeline masuk dan berdiri di samping Kaira.


"Wah nggak nyangka ya kita ketemu disini" Ucap Zeline sambil mencuci wajahnya juga.


"Iya gue juga nggak nyangka nasib sial gue ngikutin gue juga" Jawab Kaira dan langsung pergi meninggalkan Zeline sendiri.


Kaira sekarang sedang ada di lapangan basket sambil melihat murid yang lain sedang bermain basket. Kaira masih tak ingin melihat wajah Zeline yang begitu menjengkelkan, setiap kali melihat wajah Zeline kenangan disekolah lama Kaira seperti berputar di otaknya.


Nafas Kaira menjadi tidak stabil jika mengingat kejadian itu. Mungkin Kaira memang bisa memaafkan Zeline tapi jika untuk melupakan kejadian itu Kaira tak bisa karena Zeline setiap hari memperlakukan Kaira seperti binatang.


"Kai...." Panggil Samuel yang terlihat dengan berjalan bersama dengan Chaiden dan teman-temannya.


"Hay" Sapa Kaira


"Lo ngapain disini sendirian" Tanya Chaiden


"Nggak ada lagi pengen sendiri aja" Jawab Kaira


"Cie ada yang cinta segitiga nih yeeee" Ejek teman-teman Samuel


"Mulut lo bisa diem nggak, gue bungkam pakek bola baru tau rasa lo" Ucap Samuel dengan sangat serius


"Udah deh ke kantin yuk beli minum haus gue" Ucap Samuel


"Gue ikut boleh nggak?" Kata Kaira


"Boleh Kai ikut aja kali" Jawab San


Kaira pun akhirnya ikut dengan mereka. Kaira berada ditengah-tengah antara Chaiden dan Samuel. Teman-teman Samuel hanya bisa menertawakan itu dibelakang mereka bertiga.


Saat melewati koridor para siswa melihat kearah Kaira yang sedang berjalan bersama Chaiden, samuel dan juga teman-teman samuel.


Pertama yang membuat semua orang heran adalah Samuel dan Chaiden yang terlihat sangat dekat, yang kedua Kaira yang sedang ada ditengah-tengah Samuel dan Chaiden bahkan mereka terlihat sangat dekat.


Dari jauh Zeline melihat Kaira yang sedang berjalan kearahnya. Zeline yang memang selalu memiliki pikiran licik saat Kaira lewat Zeline dengan sengaja meletakkan kakinya kesamping agar Kaira tersandung dan benar saja Kaira langsung tersungkur ke lantai.


"Upss.... Sorry" Ucap Zeline sambil menutup mulutnya.


Samuel dan Chaiden dengan cepat langsung membantu Kaira bangun.


"Lo nggak apa-apa Kai" Ucap Chaiden dan Samuel secara bersamaan.


"Enggak gue nggak apa-apa kok" Jawab Kaira dan langsung berdiri.


"Lo gimana sih udah tau ada orang lewat, sengaja lo ya" Ucap Samuel. Chaiden pun melihat kearah wanita itu dan ternyata itu adalah wanita gila yang ada di sekolahnya yang lama itu.


"Oh elo ya pantes saja nggak jadi kaget gue kalau gitu" Ucap Chaiden


"Loh Chaiden kamu sekolah disini juga, iihhhh senengnya bisa satu sekolah lagi" Ucap Zeline dengan gaya centilnya


"Dih najis, Ayo pergi dari sini" Ucap Samuel dan langsung menarik tangan Kaira dan Chaiden agar pergi dari cewek gila ini.


Mereka pun tidak jadi ke kantin untuk membeli minum karena saat mereka sudah mau sampai di kantin bel masuk malah sudah berbunyi jadi mereka pun putar balik dan menuju ke kelas.


Next....