KAIRA

KAIRA
36. Melelahkan



Sudah 2 jam lebih Kaira menunggu disana tapi Chaiden tidak kunjung bangun juga. Samuel ingin membangunkan Chaiden tapi Kaira melarangnya. Kaira tau jika Chaiden sedang masa pemulihan sekarang jadi tidak ada yang bisa mengganggunya.


"Bagaimana kabar disekolah" Tanya Samuel


"Sama seperti biasanya, hanya saja agak sedikit sepi karena nggak ada lo" Ucap Kaira


"Kaira lo laper nggak?, gue mau beli makanan lo sekalian nitip apa enggak" Kata Samuel sambil berdiri dari duduknya


"Boleh deh, kebetulan gue juga belum makan tadi pulang sekolah langsung kesini jadi nggak sempat makan dulu"


Nara mengambil uang dari dalam tasnya dan memberikan uang utu kepada Samuel.


"Ini El uangnya" Ucap Nara


"Pakek uang gue dulu aja" Samuel langsung pergi dari sana


Kaira duduk kembali sambil memainkan ponselnya, baru saja Kaira membuka ponselnya sudah ada pesan masuk dari kedua sahabatnya di grub yang khusus mereka buat bertiga.


"Nara kenapa belum muncul juga" Isi pesan dari Fanya


"Hallo guys, sorry baru baku ponsel soalnya ini gue lagi ada di rumah sakit" Kaira mengirimkan pesan kepada teman-teman agar mereka tidak khawatir


"Lo jadi jengukin Chaiden ya Kai?" Lexa ikut bergabung di grub obrolan


"Iya jadi Xa, tapi Chaiden masih tidur belum bangun juga dari tadi" Jawab Kaira.


Kaira tiba-tiba sangat ingin buang air kecil jadi Kaira meletakkan ponselnya dan berjalan kearah kamar mandi. Setelah buang air kecil Kaira juga sekalian mencuci mukanya agar lebih segar dan setelah itu Kaira keluar dan kembali lagi duduk di sofa.


Kaira sudah tak berniat lagi mengirimkan pesan bersama Fanya dan Lexa akhirnya Kaira menonton film favoritnya yang sudah dia simpan di ponselnya.


Karena suasana yang begitu hening dan tenang Kaira tak sengaja tertidur. Setelah belajar seharian tadi dan langsung datang menjenguk Chaiden Kaira tak sempat istirahat sama sekali jadi Kaira merasa sangat-sangat lelah.


Chaiden yang saat itu perlahan-lahan membuka matanya dan melihat langit-langit ruangan tersebut ingatannya kembali teringat tentang papanya tadi. Chaiden mencoba membuang pikiran itu dan duduk diatas tempat tidur.


Baru saja Chaiden melihat kearah sofa Chaiden melihat Kaira yang sedang tertidur disana. Senyum tiba-tiba terbit dibibir Chaiden.


"Kenapa dia ada disini" Ucap Chaiden sambil berusaha untuk turun tapi Chaiden tak menemukan kusri rodanya disana jadi Chaiden memiliki sebuah cara untuk melempar Kaira dengan selimu miliknya. Chaiden melemparnya tepat mengenai wajah Kaira.


Kaira yang sedang tenang tertidur tiba-tiba ada yang menghantam wajahnya. Kaira seketika langsung terbangun dan berdiri.


"Siapa yang melemparkan ini kepadaku" Ucap Kaira sambil menunjuk selimu yang ada di atas sofa.


Chaiden hanya tertawa melihat itu. Sangat senang bisa menjahili Kaira seperti ini


"Hahahahahaha..... Lucu sekali ekspresi mu barusan" Ucap Chaiden sambil terus tertawa.


"Chaiden, Lo udah bangun" Kaira langsung berjalan mendekat kearah Chaiden.


"Udah dari tadi, lo aja yang asik tidur" Kata Chaiden


"Lo emang jail banget"


"Samuel kemana?" Tanya Chaiden


Dan benar saja selang beberapa saat Samuel datang sambil membawa sekantong makanan.


"Lah lo udah bangun Al" Ucap Samuel begitu tiba


"Udah, lo beli makanan buat gue apa enggak tuh" Tanya Chaiden


"Gue beliin bubur ini" Jawab Samuel


Kaira mencoba untuk berfikir sejenak, siapa yang Samuel panggil tadi Al? Tidak ada orang yang namanya Al disini.


"Lo tadi manggil Al siapa?" Tanya Kaira


"Gue tadi manggil Chaiden, Namanya kan Chaiden Sebastian Earl Sanders jadi gue panggil dia Al dari potongan nama Earl" Jelas Samuel


"Oh gitu"


Samuel membantu Chaiden untuk berjalan kearah sofa agar mereka bertiga bisa makan bersama-sama. Setelah selesai makan Kaira pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah mulai larut.


"Gue anter yuk Kai" Ucap Samuel sambil berdiri dan akan memakai jaketnya.


"Tidak usah El, gue masih mau mampir ke suatu tempat, nanti gue pulang naik taksi aja" Tolak Kaira


"Baner nggak apa-apa Kai" Kata Chaiden


"Udah nggak apa-apa kok, gue pulang duluan ya..... Bye" Kaira segera keluar dari sana sebelum Samuel berubah pikiran dan mengantarnya pulang.


Setelah pulang dari rumah sakit Kaira langsung kembali kerumahnya. Sebenarnya Samuel bersikeras akan mengantar Kaira pulang karena sudah jam 8 malam tapi Kaira menolaknya dengan beralasan masih ingin mampir ke suatu tempat. Cukup lama Kaira berada disana tadi karena Chaiden tak kunjung bangun dari tidurnya jadi Kaira masih harus mengobrol-ngobrol dengan Samuel terlebih dahulu.


Saat Kaira baru saja sampai disekitar gedung tempat tinggalnya Kaira melihat ada orang yang sangat persis dengan Papanya sedang berada di sebrang jalan.


"Apa itu benar-benar papa?" Ucap Kaira kepada dirinya sendiri.


Kaira mengerjapkan matanya beberapa kali dan orang itu tetap ada di sana berarti Kaira sedang tidak berhalusinasi sekarang.


"Papa" Teriak Kaira mencoba untuk mengambil alih perhatian orang itu agar melihat kearah Kaira.


Orang itu pun melihat kearah Kaira dan pria itu begitu terkejut melihat Kaira yang sedang ada di sebrang Jalan. Pria itu dengan cepat langsung pergi menjauh dari sana bahwa dia sampai berlari.


Kaira langsung mengerti jika itu adalah papanya. Kaira berlari menyebrangi jalan yang untungnya jalanan sekarang sedang tidal begitu ramai.


"Dia benar papa...." Ucap Kaira sambil berlari mengejar Pria itu.


"Papa berhentilah aku ingin berbicara sebentar" Teriak Kaira tapi pria itu seolah tak mendengarkannya dan langsung menyetop sebuah taksi dan akhirnya Kaira kehilangan jejak Pria tersebut yang dia yakini bahwa dia itu benar-benar Papanya.


"Papa kenapa menghindari ku seperti ini, apa aku bukan anaknya lagi" Ucap Kaira sambil berjongkok di pinggir trotoar.


Kaira menangis sambil menundukkan kepalanya agar orang-orang yang lewat tidak melihat air matanya. Kaira mencoba mengatur nafasnya kembali sebelum berjalan kembali pulang ke apartemennya.


Cukup jauh Kaira berlari tadi jadi sangat menguras tenaganya. Kaira berjalan dengan perasaan yang masih dangat sedih.


Next.....