KAIRA

KAIRA
23. Chaiden sang penyelamat Kaira



Keberuntungan tak selalu berpihak pada semua orang. Chaiden kali ini merasa begitu sial. Disaat yang lain sedang asik mengobrol dengan teman sekamarnya, tapi Chaiden harus sekamar dengan Samuel orang yang sangat Chaiden tidak suka.


"Tau gitu gue mending nggak ikut kalau tau bakal sekamar sama lo" Ucap Samuel sambil meletakkan tasnya dan duduk diatas sofa.


"Lo kira gue mau sama lo" Kata Chaiden tak mau kalah.


Chaiden langsung berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekaligus menghindari Samuel.


Setelah selesai mandi memakai baju, Chaiden segera keluar dari kamar untuk mencari udara segar.


Dari kejauhan Chaiden melihat Kiara yang sedang berdiri pinggiran Kapal pesiar sambil melihat laut. Chaiden yang melihat rambut Kaira diikat seperti itu dan memperlihatkan leher jenjang Kaira membuat Chaiden menelan ludahnya. Chaiden terus saja memperhatikan Kaira yang sedang bersama dengan teman-temannya itu.


Saat Kaira sedang tertawa-tawa mendengar cerita Lexa dan menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya, tiba-tiba seperti ada yang mendorong Kaira hingga Kaira terjatuh kedalam laut.


Semua orang yang melihat Kaira kesulitan berenang di laut hanya berteriak dan meminta seseorang untuk menolong Kaira. Lexa saat itu juga sedang mengambilkan minuman untuk dirinya dan Kaira tapi tiba-tiba setelah dia pergi Kaira sudah tercebur.


Dengan cepat Chaiden langsung berlari dan melompat kearah Laut untuk menolong Kaira. Sebenarnya Chaiden dengan jelas melihat bahwa Fanya mendorong Kaira hingga Kaira kehilangan keseimbangannya dan tercebur.


"Bagaimana ini, kenapa Kaira bisa tercebur ke sana" Tanya Lexa kepada Fanya


"Gue juga nggak tau, tiba-tiba aja dia udah jatuh kesana" Kata Fanya


Chaiden dengan cepat mengangkat tubuh Kaira dan membawanya kembali ke kapal.


"Kaira sadar" Ucap Chaiden sambil menepuk-nepuk pipi Kaira tapi Kaira tak kunjung sadar juga.


Pak Roy yang melihat Chaiden sudah berhasil membawa Kaira kembali ke kapal segera menghampiri mereka.


"Apa Kaira baik-baik saja" Tanya Pak Roy


"Tadi saat saya membawanya ke kapal dia masih tersadar dan batuk-batuk. Tapi setelah sampai disini Kaira pingsan" Jawan Chaiden


"Beri dia nafas buatan Chaiden, Kaira memiliki penyakit asma, jika tidak segera ditangani mungkin Asmanya bisa langsung parah saat kambuh" Ucap Bu Lia


Tanpa berfikir panjang lagi, Chaiden segera memberi Kaira nafas buatan.


Uhukk... uhukk....


Kaira mulai terbatuk-batuk dan air mulai keluar dari mulut Kaira. Chaiden dan guru yang lain lega melihat Kaira yang sudah siuman. Tapi beberapa menit kemudian Asma Kaira kambuh, nafas Kaira begitu berat dan wajah Kaira memerah.


Chaiden segera mengangkat tubuh Kaira ala bridal style dan berlari membawa Kaira ke kamar. Setalah sampai di kamar Kaira, Chaiden membaringkan Kaira diatas tempat tidur terlebih dahulu setelah itu segera pergi mencari tas Kaira dan mengambil inhaler Kaira.


Chaiden sudah mendapatkan Inhaler tersebut dan segera membantu Kaira menggunakannya. Setelah nafas Kaira berangsur-angsur membaik, Kaira kehilangan kesadarannya kembali.


"Damt it" Ucap Chaiden.


Chaiden tak habis pikir bagaimana bisa teman Kaira sendiri melakukan itu kepada Kaira.


"Lihat saja nanti bagaimana sifatnya ke Kaira" Ujar Chaiden.


Chaiden dengan cemas menunggu Kaira yang tak kunjung sadar dari pingsannya. Beberapa saat kemudian Lexa datang bersama anak-anak yang lain.


"Bagaimana keadaan Kaira Chai?" Tanya Lexa dengan raut wajah khawatir pada umumnya


"Dia masih pingsan" Jawab Chaiden sambil terus melihat kearah Fanya yang tiba-tiba mendekat kearah Kaira.


"Kaira kenapa jadi seperti ini sih" Ucap Fanya dengan menangis. Fanya terlihat seperti orang yang sangat khawatir atas kecelakaan yang menimpa Kaira.


"Lo bilang apa barusan?" Tanya Fanya


"Disini ada buaya. Udah gue balik ke kamar dulu mau ganti baju. Nanti kabarin gue kalau Kaira udah sadar" Kata Chaiden


"Oke"




Chaiden yang baru saja sampai di kamarnya langsung mengganti bajunya yang basah di kamar mandi. Saat Chaiden akan keluar, Samuel menghadangnya telat didepan pintu.


"Ngapain lo?, Mau ngintip gue?" Ucap Chaiden


"Gila aja gue ngintipin elo, orang punya kita sama. Ya kali jeruk makan jeruk" Kata Samuel.



Chaiden langsung mendorong Samuel dan keluar dari dalam kamar mandi. Chaiden duduk didepan meja kaca sambil mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Samuel terus saja mengikuti Chaiden pergi membuat Chaiden merasa risih.



"Lo mau apa sih" Bentak Chaiden


"Kaira tadi kenapa?" Tanya Samuel


"Kecebur ke laut" Ucap Chaiden dengan cuek


"Ngapain tuh anak nyebur kelaut" Ucap Samuel dengan bodohnya


"Mau mancing katanya"


"Ya kali mancing laut begini, emang dia bisa"


"Lo kalau bodoh ya bodoh aja tapi pakek sedikit aja otak lo buat berfikir" Chaiden tak habis pikir pada Samuel dan segera meninggalkan Samuel di kamar.



Chaiden kembali lagi ke kamar Kaira untuk mengecek keadaan Kaira, dan ternyata diikuti oleh Samuel juga.


"Lo ngapain ngikutin gue kunyuk" Ucap Chaiden


"Tidak ada"


"Udah deh terserah lo aja, capek gue lama-lama ngadepin lo"



Chaiden dan Samuel pun akhirnya tiba di kamar Kaira. Kaira terlihat sudah sadar dari pingsannya dan sedang mengobrol dengan Lexa dan Fanya. Entah kenapa padangan Chaiden tak luput dari Fanya yang terlihat sangat santai dan tak merasa telah melakukan sesuatu yang membahayakan orang lain.


"Jangan berburuk sangka Chaiden, mungkin dia tadi tak sengaja mendorong Kaira" Ucap Chaiden dari dalam hati.



Next....