
Karena menunggu Chaiden cukup lama tadi Samuel pun tertidur di sofa dengan ponsel yang masih menyala ditangannya.
Tangan Chaiden perlahan-lahan mulai bergerak dan matanya pun demi sedikit terbuka. Chaiden melihat disekitar tepatnya berada sekarang dan sampai pada akhirnya pandangannya tertuju kearah Samuel yang sedang tertidur.
Senyum tipis terbentuk di bibir Chaiden. Chaiden berusaha untuk duduk, cukup sulit bagi Chaiden tapi lama-lama Chaiden pun berhasil duduk sendiri. Chaiden melihat jam yang ada di depannya telah menunjukkan pukul 9 malam.
Baru saja Chaiden terbangun, tiba-tiba Chaiden melihat Samuel yang mulai terbangun dari tidurnya. Dengan cepat Chaiden langsung berbaring kembali dan berpura-pura tertidur.
"Hoooaaammmmmmm......." Ucap Samuel sambil bangun dan meregangkan otot-ototnya.
Samuel mendekat kearah Chaiden dan duduk di kursi sebelah ranjang perawatan Chaiden.
"Kunyuk ini belum bangun juga, apa dia tak bernafas" Ujar Samuel sambil mendekatkan tangannya ke hidung Chaiden.
"Masih bernafas ternyata, udah deh gue pulang aja lagian dia udah baikan"
Samuel pun beranjak dari duduknya dan baru saja akan membuka pintu tiba-tiba.....
"Mama jangan pergi maaa...... Chaiden sendirian disini. Kenapa semua orang ninggalin Chaiden sendiri, aku mau ikut mama juga" Chaiden mulai mengigau
Samuel dengan cepat kembali menghampiri Chaiden dan menepuk-nepuk pundak Chaiden.
"Hey tenanglah ada gue disini, lo nggak sendirian" Ucap Samuel dan Chaiden pun perlahan-lahan tenang kembali.
"Aaaiiissshhhh..... Gue nggak bisa ninggalin dia sendiri kalau begini. Lo kebiasaan banget sih kayak gini, bikin susah orang aja. Gue mau ke toilet dulu bentar" Ucap Samuel dan pergi meninggalkan Chaiden ke toilet
Chaiden membuka matanya sedikit dan melihat Samuel yang masuk kedalam toilet. Chaiden tersenyum karena berhasil mengerjai Samuel seperti itu. Chaiden pun akhirnya melanjutkan tidurnya kembali dengan tenang.
Hari sudah pagi, Chaiden bangun terlebih dahulu dan duduk diatas ranjang rumah sakit. Tak lama setelah itu suster datang untuk mengecek keadaan Chaiden sambil membawakan sarapan pagi.
Setelah suster pergi Chaiden tak menyentuh makanannya sama sekali dan melamun.
"Makanlah makanan lo itu" Ucap Samuel
Chaiden hanya diam tak berniat menjawab perkataan Samuel.
Samuel yang bawasannya adalah orang yang tak sabaran langsung menghampiri Chaiden dan menyuapkan makanan kepada Chaiden.
"Buka mulutmu kunyuk" Ucap Samuel. Chaiden mau tak mau pun akhirnya membuka mulutnya.
"Tergantung penjelasan lo dulu" Ucap Samuel
"Penjelasan?. penjelasan apaan?"
"Han" Satu kata itu sudah membuat Chaiden mengerti.
Flashback on.
Hari ini adalah hari sabtu dan besok adalah akhir pekan, Han, Chaiden dan Samuel terlihat sedang berkumpul dirumah Chaiden. Han memiliki rencana dengan saudaranya untuk pergi berlibur dan Han mengajak dua sahabatnya ini untuk ikut.
Samuel dengan santai menolak ajakan dari Han karena dia ada pertemuan penting dengan keluarga dari ayahnya jadi mau tak mau dia harus iku. Chaiden sendiri masih bimbang ingin ikut apa tidak.
Keesokan harinya saat Chaiden sudah bersiap-siap dan berjalan menuju rumah Han dari jauh Chaiden melihat papanya sedang bersama dengan seorang perempuan dan masuk kedalam mall.
Chaiden dengan cepat langsung mengejar Papanya dan benar saja, Papanya sedang besama dengan perempuan lain dan menemani wanita itu berbelanja. Seketika Chaiden mengurungkan niatnya utuk pergi ke rumah Han dan kembali kerumahnya.
Chaiden begitu terpuruk setelah melihat Papanya yang sedang mengkhianati Mamanya tapi Chaiden sudah berjanji pada dirinya sendiri supaya tidak memberitahukan kejadian kepada Mamanya, Chaiden tak mau jika Mamanya banyak pikiran lagi dan membuat kesehatannya terganggu.
Disisi lain Han sudah mencoba menghubungi Chaiden tadi Chaiden tak juga mengangkat panggilannya hingga akhirnya Han pergi sendiri bersama saudaranya, tapi saat dalam perjalanan mobil yang ditumpangi Han mengalami kecelakaan.
Chaiden tak mengetahui itu dan dia hanya mengurung dirinya didalam kamar selama seharian itu.
Samuel sendiri mengira bahwa Chaiden ikut pergi bersama Han tapi Chaiden tak mau menyelamatkan Han dan pergi sendiri hingga membuat Han meninggal.
Flashback Off...
"Jadi begitu" Ucap Samuel dengan menunduk berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh
"Iya" Chaiden juga sama dengan Samuel, matanya sudah berkaca-kaca sejak tadi Chaiden sangat merasa bersalah karena dia tak bisa bertemu dengan Han untuk terakhir kalinya.
"Lo kenapa tak bilang ke gue dari dulu" Ucap Samuel
"Lo lupa, kan lo sendiri yang nggak mau dengerin penjelasan dari gue"
"Lo bener, gue minta maaf karena selama ini gue udah salah paham sama lo" Ujar Samuel
Next.....