
Setelah sadar dari pingsannya Kaira segera dibantu oleh Lexa. Kepala Kaira begitu pusing jadi Lexa menyuruh Kaira untuk berbaring saja.
"Lo udah nggak apa-apa kan Ra?" Tanya Lexa
"Iya nggak apa-apa kok Xa" Ucap Kaira sambil memejamkan matanya
"Lo istirahat aja lagi Ra, kalian semua keluar dulu ya Kaira mau istirahat" Kata Lexa
Mereka semua yang berkumpul untuk melihat keadaan Kaira pun akhirnya keluar. Samuel dan Chaiden yang baru saja datang mau tak mau harus ikut keluar juga.
Kaira kembali tidur ditemani oleh Lexa yang sedang mengelus-elus kepala Kaira. Tak lama setelah itu Kaira pun tertidur. Lexa segera meninggalkan Kaira sendiri dan keluar dari kamar.
Baru saja Lexa keluar, Lexa sudah dihadang oleh Samuel yang sedang menunggu di depan kamar.
"Eehh... gimana keadaan Kaira?" Tanya Samuel
"Dia sedang tidur, lo jangan ganggu dia dulu biarin dia istirahat" Ucap Lexa dan segera meninggalkan Samuel.
Lexa berjalan menghampiri Fanya yang sedang duduk bersama teman-teman yang lain.
"Kok lo nggak ikut nungguin Kaira" Tanya Lexa kepada Fanya
"Kan udah ada elo, gue diajak sama yang lain soalnya" Jawab Fanya
Malam sudah menjelang, Kaira sudah bangun dari beberapa jam yang lalu dan hanya diam di dalam kamar. Kaira memutuskan untuk keluar dari kamar untuk mencari udara segar.
Kaira duduk di salah satu kursi sambil melihat pemandangan di tengah laut yang sangat indah. Tiba-tiba Kaira merasa ada seseorang yang sedang berdiri di belakangnya. Tubuh Kaira seketika langsung bergetar dan keringat dingin mulai keluar dari tubuh Kaira. Mulut Kaira bergetar dan pucat. Kaira merasa begitu ketakutan sekarang.
Orang yang berada dibelakang Kaira itu tiba-tiba menepuk pundak Kaira hingga membuat Kaira berteriak.
"Aaaaaaaa..........." Teriak Kaira
"Hey. Kenapa kau berteriak" Ucap Chaiden sambil memegangi pundak Kaira.
Kaira yang melihat Chaiden disitu kemudian langsung mengatur nafasnya kembali.
"Jangan berdiri di belakangku seperti itu" Ucap Kaira
"Kenapa begitu?"
"Gue punya trauma berat. Jadi jangan berdiri dibelakang gue"
"Baiklah-baiklah"
Kaira mendapatkan trauma tersebut saat masih kecil. Dulu saat dirumah bersama dengan Papanya, rumahnya dirampok dan Kaira melihat dengan mata dan kepalanya sendiri dari arah belakang ada yang menusuk perut Papanya menggunakan pisau. Itulah sebabnya Kaira akan merasakan ketakutan yang amat sangat besar saat ada orang yang berdiri di belakangnya.
"Lo udah baikan?" Tanya Chaiden
"Udah, Ohhh iya thanks ya udah nolongin gue tadi. Gue nggak tah kenapa tiba-tiba bisa tercebur seperti itu" Ucap Kaira
"Sans aja kali. Tapi lo nggak ngerasa ada yang dorong gitu"
"Kayaknya sih ada, tapi mungkin perasaan gue aja kali ya" Ucap Nara
Mereka berdua berbicara cukup lama diluar. Dari arah lain ada yang memperhatikan Kaira dan Chaiden yang sedang berduaan.
Karena sudah semakin Malah Chaiden pun mengajak Kaira untuk masuk kedalam kamar, suasana diluar juga semakin dingin.
"Masuk yuk, gue ngantuk" Ucap Chaiden
"Bantar lagi deh, gue masih mau disini. Lo kalau mau masuk, masuk aja dulu" Kata Kaira
"Udah lo jangan bawel, yuk masuk dingin banget nih" Chaiden menarik tangan Kaira agar Kaira ikut masuk juga.
Mereka pun kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Next.....