KAIRA

KAIRA
22. Ayo pergi



Pagi ini adalah saatnya mereka berlibur dan melupakan semua kegiatan belajar mereka. Ini adalah saatnya mereka untuk bersenang-senang.


Kaira, Fanya dan Lexa sudah berangkat dari 10 menit lalu menggunakan taksi. Saat mereka bertiga Samapi di sekolah, suasana begitu ramai, Terlihat semua siswa sangat berbeda hari ini. Mereka terlihat sangat cantik dan tampan.


Kaira melihat Chaiden yang duduk sendiri sambil memainkan ponselnya. Kaira pun berjalan menghampiri Chaiden.


"Gue kesan dulu" Ucap Kaira sebelum pergi ke Fanya dan Lexa.


Fanya dan Lexa segera bergabung dengan yang lain selepas kepergian Kaira.


Kaira langsung duduk disamping Chaiden sambil membawa tasnya.


"Kok lo sendirian aja" Ucap Kaira mencoba untuk memulai percakapan dengan Chaiden


"Kau bicara kepadaku?" Tanya Chaiden bukannya menjawab pertanyaan Kaira


"Memangnya ada orang lain disini selain kita" Kata Kaira.


Chaiden langsung berdiri begitu melihat bis yang akan mereka tumpangi sudah datang.


"Jangan banyak bicara, ayo pergi" Ucap Chaiden sambil membawa tas Kaira.


Kaira berlari mengejar Chaiden masuk kedalam Bus. Saat Kaira akan duduk bersama Fanya dan Lexa kursinya sudah penuh.


"Yahhh.... Aku duduk dimana dong" Ucap Kaira


"Kamu lama sih Ra, tau gitu aku tadi pilih yang kursinya bisa muat 3 orang" Kata Fanya


Akhirnya Kaira duduk di kuris samping Chaiden.


"Gue boleh duduk sini kan" Ucap Kaira dengan wajah polosnya


"Hemm...." Jawab Chaiden.


Setelah mendapat izin dari Chaiden Kaira pun segera menaruh tasnya diatas dan duduk disebelah Chaiden sambil memasang earphone di telinganya.


Baru saja Kiara duduk dengan tenang tiba-tiba Samuel masuk dan ikut duduk di sebelah Kaira. Sekarang Kaira tidak bisa gerak karena diapit oleh Samuel dan Chaiden.


"El kok elo duduk disini sih" Ucap Kaira


"Nggak ada tempat duduk lagi" Jawab Samuel sambil memejamkan matanya.


Jika seperti ini Kaira akan susah untuk bergerak. Chaiden juga dari tadi hanya diam saja sambil melihat kearah luar jendela.


Setelah bus mulai jalan, suasana didalam bus menjadi ramai. Mereka saling bercanda gurau satu sama lain, tapi tidak dengan Kaira. Kaira hanya diam sambil memperhatikan semua orang disekitarnya yang terlihat sangat asik bercanda satu sama lain tapi Kaira hanya diam saja.


"Sudahlah Gue tidur aja kalau gitu" Ucap Kaira sambil menggunakan penutup mata tidurnya.


Chaiden menoleh kearah Kaira yang sudah terlelap dalam tidurnya. Dengan perlahan-lahan Chaiden meletakkan kepalanya Kaira agar bersandar dipundak Chaiden dan Chaiden ikut tidur juga.


Samuel yang melihat Kiara tidur dipundak Chaiden menjadi sedikit iri. Dengan sengaja Samuel juga menyandarkan kepalanya sendiri ke pundak Kiara. Lexa yang melihat itu mengambil ponselnya dan memotret Kaira yang sedang dihimpit oleh dua pria tampan itu.




Setalah melakukan perjalanan selama 1 jam akhirnya mereka pun tiba di pelabuhan. Semua murid bukannya langsung turun malah mengerubungi Kaira, Chaiden dan Samuel yang sedang tertidur dan mengambil foto mereka. Kaira yang mendengar suara-suara gaduh didekatnya pun jadi terbangun.



Kaira terkejut melihat mereka semua yang sedang memperhatikan Kaira sambil memegang ponsel.


"Kalian ngapain" Ucap Kaira dan saat itu Chaiden dan Samuel pun ikut terbangun.


"Tidak ada" Jawab mereka semua dan langsung pergi dari sana.



"Mereka ini kenapa" Ucap Kaira dan ikut keluar dengan yang lain.


Selepas kepergian Kaira, Chaiden dan Samuel terdiam. Pandangan mereka berdua tiba-tiba bertemu, mereka diam beberapa saat kemudian Samuel tersadar dan segera mengalihkan pandangannya.


"Dih najis" Ucap Samuel sambil berlalu pergi


"Siapa juga yang mau sama lo, dasar manusia jadi-jadian" Teriak Chaiden



Di pelabuhan pak Roy dan tiga guru lainnya yang bernama pak Ian, bu Ana dan bu Vera sedang melakukan briefing singkat untuk kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh semua murid.




Pak Roy memberi arahan untuk para siswanya untuk segera naik keatas kapal karena sebentar lagi kapal akan segera berlayar. Mereka semua akan berlibur diatas laut selama 2 hari satu malam.



Mereka semua sudah disediakan kamar untuk istirahat. Masing-masing kamar ditempati oleh dua orang dan itu ditentukan oleh pak Roy.


Kaira kebagian sekarang dengan Lexa dan Fanya sekamar dengan Lia. Tapi ada salah satu orang yang tidak suka melihat kebahagian Kaira itu selama perjalanan kesini tadi.



Kaira segera masuk kedalam kamar yang akan ditempatinya bersama dengan Lexa.


"Waaahh.... ini sih bagus banget" Ucap Lexa sambil masuk kedalam


"Bener banget Xa. Kita foto-foto dulu yuk" Kata Kaira



Mereka berdua berfoto-foto didalam kamar tersebut. Terlihat dari jendela lautan yabg begitu indah. Mereka saling bergantian untuk memotret satu sama lain.


"Udah deh gue mandi dulu ya" Ucap Kaira


"Mandi aja, gue masih mau santai-santai"



Setalah beberapa menit Kaira pun keluar dengan lilitan handuk ditubuhnya. Kaira mandi cukup lama tadi. Kaira melihat Lexa yang sudah tertidur pulas diatas sofa dengan ponsel yang ada diatas wajahnya. Dengan tertawa Kaira berjalan kearah Lexa dan membangunkan Lexa.


"Xa bangun, katanya lo mau mandi juga" Ucap Kaira sambil menggoyangkan tubuh Lexa dengan pelan.


"Eemm... Iya Ra, lo sih lama banget gue jadi ketiduran" Kata Lexa dengan suara serak ciri khas orang bangun tidur.



Lexa berjalan kearah kamar mandi dengan sempoyongan. Saat melihat Lexa sudah masuk kedalam kamar mandi Kaira segera mengambil baju dari dalam tasnya dan segera memakainya sebelum Lexa keluar.



Hanya butuh waktu 5 menit, Lexa sudah selesai mandi dan segera mengenakan baju.


"Kau mandi kenapa cepat sekali" Tanya Kaira. Kaira heran kenapa bisa Lexa mandi hanya membutuhkan waktu 5 menit saja.


"Mau lama-lama juga ngapain didalam Kaira" Jawab Lexa


"Apa jangan-jangan lo mandi nggak pakek sabun ya Xa"


"Gila lo ya Ra, mau cium ketiak gue?, Nih cium. Orang harum begini dibilang nggak pakek sabun"



Kaira hanya tersenyum kikuk mendengar perkataan Lexa. Saat Mereka sibuk melihat hasil foto mereka masing-masing ada yang mengetuk pintu kamar mereka. Kaira segera membukakan pintunya.


"Kaira, Lexa" Teriak Fanya dan langsung masuk kedalam kamar.



"Kalian diam aja didalam nih?" Tanya Fanya


"Emang mau kemana lagi Fan" Kata Lexa


"Keluar yuk, anak-anak yang lain juga pada keluar" Ajak Fanya


"Boleh, yuk Xa kita keluar" Ucap Kaira


"Ya udah"



Mereka bertiga pun keluar untuk melihat pemandangan laut yang sangat indah itu. Angin disana begitu sejuk dan kencang. Kaira tak ingin rambutnya jadi berantakan akhirnya mengikat tinggi rambutnya dan memperlihatkan leher jenjang Kaira yang sangat indah.



Next....