KAIRA

KAIRA
32. Hari buruk bagi Chaiden



Saat pulang sekolah terlihat didepan gerbang sekolah berdiri seorang pria yang sedang menunggu seseorang. Saat itu Chaiden sedang berjalan sendirian untuk pulang, dibelakang Chaiden, ada Kaira yang sedang berjalan bersama dengan Lexa dan Fanya.


"Chaiden......" Panggil pria itu saat melihat Chaiden melewati gerbang.


Chaiden yang mendengar ada yang memanggil namanya langsung menoleh kearah sumber suara tersebut dan melihat Papanya yang berdiri dari jauh.


Papa Chaiden langsung berjalan menghampiri Chaiden yang sedang berdiri sambil melihatnya dengan tatapan sinis.


"Chaiden" Panggil papanya sekali lagi


"Kenapa anda disini" Ucap Chaiden dengan sinis.


"Papa khawatir karena kamu langsung pergi dari rumah waktu itu, jadi papa ingin melihat keadaanmu sekarang bagaimana" Jelas papa Chaiden


"Sudahlah, urusi saja kekasih baru anda" Ucap Chaiden dan langsung pergi dari sana


Papa Chaiden berusaha untuk menghentikan Chaiden dan menahan tangan Chaiden.


"Kau marah pada Papa" Tanya Papa Chaiden


"Apa anda tak sadar diri, berkacalah...." Ucapan Chaiden tertahan karena ada yang memotong ucapannya.


"Sayang" Panggil seorang perempuan ke Papa Chaiden


Wanita itu adalah wanita yang bersama papanya Chaiden di rumah waktu itu. Dan sekarang dia ada disini memanggil papanya dengan sebutan sayang.


"Kau benar-benar Brengsek Sebastian" Ucap Chaiden dan langsung berlari meninggalkan papanya.


Dengan perasaan yang sangat kacau Chaiden berlari untuk menjauhi papanya. Bayangan tentang kenangan bersama dengan mamanya terus saja berputar di otak Chaiden. Chaiden sangat merasa bersalah tentang perbuatan Sebastian kepada Mamanya. Chaiden belum bisa menjadi anak yang baik untuk mamanya.


Chaiden berlari tanpa tau tujuan dan menyebrangi jalan raya yang ternyata lampu sudah berubah menjadi hijau. Dari kejauhan Samuel melihat Chaiden yang terus saja berlari tanpa memperhatikan sekitar. Dengan cepat Samuel menghampiri Chaiden tapi sudah terlambat.


Sebuah mobil melaju dengan sangat cepat tepat saat Chaiden melihat ditengah jalan dan...


Bbbrrruuuaaakkkkkk........


Chaiden terpental cukup jauh hingga dirinya sampai di samping jalan.


"Chaiden bangun lo" Ucap Samuel sambil menepuk-nepuk pipi Chaiden tapi Chaiden sudah mulai kehilangan kesadarannya.


"Panggil ambulan" Teriak Samuel kepada orang-orang yang sedang mengerumuni mereka.




Dirumah sakit terlihat Samuel masih menunggu Chaiden yang sedang ditangani oleh dokter. Jujur saja Samuel merasa sangat Khawatir dengan keadaan Chaiden sekarang.



Dokter sudah terlihat keluar dari ruangan rawat Chaiden dan mengajak Samuel untuk ikut keruangannya untuk menyampaikan keadaan Chaiden sekarang.


Dokter menjelaskan bahwa Chaiden menderita patah tulang di bagian kaki dan luka-luka disekitar wajahnya. Dokter tersebut juga menjelaskan bahwa Chaiden juga menderita gangguan psikologis yaitu trauma dan sering menggunakan obat penenang.



Samuel sangat terkejut mengetahui fakta tentang Chaiden, pasalnya Chaiden selalu terlihat baik-baik saja selama ini tapi ternyata dirinya sangat menderita.



Samuel keluar dari ruangan dokter dan berjalan dengan sangat lesu keruangan rawat Chaiden. Samuel melihat Chaiden yang sedang terbaring tak sadarkan diri. Hati kecil Samuel sedikit tersentuh melihat itu. Samuel masih belum tau tentang masalah yang menimpa Chaiden dengan papanya, pasalnya hubungan Chaiden dan papanya dari dulu sangat baik.



"Gara-gara cecenguk ini aku jadi tak bisa pulang dan harus merawat kunyuk sialan ini" Ucap Samuel sambil duduk di sofa ruangan tersebut sambil memainkan ponselnya.



Next....