KAIRA

KAIRA
31. Mencoba menghindar



Terlihat wajah Kaira yang memar karena terkena pukulan dari Samuel tadi.


"Kenapa sakit sekali" Ucap Kaira sambil mengompres memar tersebut dengan es batu di rumahnya. Setelah mendapatkan pukulan tadi Kaira langsung diperintahkan untuk pulang terlebih dahulu oleh pak Roy.


"Aaaiiissshhhh..... Dasar Samuel dan Chaiden brengsek, lihat saja mereka berdua aku tidak akan berbicara kepada mereka besok" Ujar Kaira sambil menahan sakit.


Tadi Lexa sempat marah begitu mengetahui Kaira yang tak sengaja kena pukulan Samuel dan berniat untuk menghajar Samuel dan Chaiden juga tapi Kaira menahannya. Kaira bilang jika Samuel dan Chaiden tidak sengaja memukulnya karena Kaira berdiri di depan Chaiden jadi pukulan itu mengenainya.


Setelah selesai belajar Kaira langsung beristirahat karena tubuhnya sedikit panas tadi karena lebam sialan itu Kaira harus istirahat lebih awal sekarang.




Pagi hari Kaira berangkat sekolah dengan menggunakan topi di kepalanya, Kaira merasa malu saat naik bus dan orang lain melihat wajahnya yang aneh karena lebamnya ini.



Setelah sampai di sekolah Kaira langsung menuju ke kelasnya.


"Kaira....." Panggil Samuel


Kaira menoleh kebelakang dan terlihat Samuel sedang berjalan kearahnya. melihat itu Kaira langsung berlari menjauh dari Samuel.


"Kaira kenapa lari" Teriak Samuel sambil mengejar Kaira.



Kaira langsung masuk kedalam kelas dan bersembunyi di belakang pintu agar Samuel tak dapat menemukannya.


"Sedang apa kau" Ucap Chaiden saat melihat Kaira sedang berjongkok di belakang pintu. Saat itu Chaiden sedang mengambil bukunya yang ada di loker.



"Bukan urusanmu" Ucap Kaira sambil berbalik kearah Chaiden.


Chaiden terkejut melihat pipi Kaira yang memar seperti itu. Chaiden tak menyangka jika pukulan dari Samuel kemarin akan menjadi seperti itu.


"Kau sudah mengobati lukamu apa belum" Tanya Chaiden


"Apa urusanmu, ini semua juga gara-gara kau" Kaira pergi melewati Chaiden begitu saja.



Chaiden yang tak mau melihat wanita yang dia cintai terluka seperti itu dengan cepat Chaiden langsung mengangkat tubuh Kaira dan membawa Kaira ke UKS.


"Chaiden turunkan aku" Teriak Kaira sambil mencoba untuk melepaskan diri


"Diamlah bodoh wajahmu sangat aneh jika begitu" Ucap Chaiden yang begitu menohok di hati Kaira



"Kaira kau mau membawa Kaira kemana Chaiden" Teriak Lexa dari dalam kelas


Chaiden tak menjawab perkataan Lexa dan terus pergi membawa Kaira ke UKS.



Untung saja hari ini kelas mereka sedang kosong karena pak Roy sudah memberitahukan tadi bahwa guru yang akan mengajar mereka sedang ada urusan pribadi jadi kelas mereka kosong.



Setelah sampai di UKS Chaiden mendudukkan Kaira di tempat tidur. Kaira hanya memperhatikan Chaiden yang sedang sibuk mengambil obat. Kaira tak berniat untuk berbicara dengan Chaiden saat ini jujur Kaira masih merasa gelisah karena perkataan Chaiden kemarin seakan-akan Chaiden hanya mengasihani Kaira saja.



Chaiden mengolesi lebam di pipi Kaira dengan Salep yang sudah di ambil tadi. Kaira hanya diam saja dan tak mau berkomentar.


"Sudah kan" Ucap Kaira saat Chaiden sudah selesai mengobati lukanya


"Hemm..."


Kaira langsung pergi dari sana meninggalkan Chaiden sendiri. Chaiden merasa tidak enak kepada Kaira karena perkataanya kemarin tapi Chaiden berkata seperti itu juga karena pikirannya sedang berantakan.



Chaiden berlari menyusul Kaira setelah itu menarik tangan Kaira dan membawa Kaira ke lapangan basket.


"Lo apa-apaan sih" Ucap Kaira


"Gue minta maaf soal kemarin, gue lagi banyak pikiran jadi nggak sengaja bicara karas sama lo" Jelas Chaiden


"Lain kali kalau lo sedang marah ke seseorang jangan melampiaskan ke orang lain"


"Iya"


"Ya udah gue mau balik ke kelas, kasian Lexa pasti khawatir"



Setelah melihat kepergian Kaira, Chaiden merasa lega karena Kaira sudah mau memaafkannya.



Next....