KAIRA

KAIRA
37. Kenapa harus dia



Sudah satu minggu Chaiden dirawat dirumah sakit dan selama Chaiden tak masuk Samuel juga turut tak masuk juga karena harus menjaga Chaiden.


Itu semua adalah permintaan dari Chaiden karena Chaiden tak mau jika dirinya sedang sendiri tiba-tiba papanya datang untuk menemuinya.


Suasana kelas begitu ramai sekarang karena mereka semua sedang menyambut kedatangan Chaiden. Begitu Chaiden masuk kelas langsung ramai, mereka semua mengucapkan selamat atas kesehatan Chaiden.


Tapi apakah kalian tau bagaimana perasaan Chaiden sekarang?, jawabannya adalah Chaiden seperti kulkas 10 pintu yang sedang berjalan. Wajahnya begitu datar seperti tidak memperdulikan semua teman-teman dikelasnya yang sedang memberikan ucapan selamat itu.


Salah satu siswa bernama Rio menegur Chaiden yang bersikap begitu dingin itu.


"Chaiden lo nggak senang ya kita berikan selamat begini?" Tanya Rio yang langsung berdiri dihadapan Chaiden yang sedang duduk di bangkunya.


"Gue nggak minta kalian buat gini, kan kalian sendiri yang punya inisiatif" Ucap Chaiden sambil berdiri


Rio hanya tersenyum kikuk mendengar jawaban Chaiden. Semua orang dikelas memang sudah tau bagaimana sifat Chaiden tapi mereka malah sok akrab dengannya.


Semua orang pun kembali ketempat duduk mereka masing-masing, Kaira hanya tersenyum memperhatikan itu.


Pak Roy pun masuk kedalam kelas karena kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai.


"Pagi semua" Sapa pak Roy


"Pagi pak....."


"Hari ini kita kedatangan murid baru disekolah ya, ayo masuk" Ucap pak Roy


Kaira memperhatikan dengan sangat antusias siapa murid baru dikelasnya kali ini.


Murid baru itu pun masuk dan berdiri di samping pak Roy untuk memperkenalkan dirinya. Tapi begitu murid baru itu masuk dan berdiri didepan Kaira begitu terkejut, nafasnya mulai tidak begitu stabil.


"Hallo, perkenalkan Namaku Zeline, salam kenal semua" Ucapnya


Kaira langsung menundukkan kepalanya tapi Kaira sudah terlambat, pandangan matanya dengan Zeline sudah saling bertemu. Kaira hanya bisa terus menunduk agar Zeline tak mengenalinya.


"Baiklah Zeline kau bisa duduk di kursi kosong disana" Ucap Roy sambil menunjuk kursi kosong yang ada di samping Kaira.


Zeline langsung berjalan kebelakang pandangan mata Zeline terus saja tertuju kearah Kaira yang sedang berusaha menyembunyikan wajahnya itu.


Setelah Zeline sudah sampai di kursi tempatnya duduk sebelum duduk Zeline mendekat kearah Kaira dan berbisik tepat di telinga Kaira.


"Hay anak pelacur kita bertemu lagi" Bisik Zeline dan langsung duduk di tempatnya.


Kaira langsung melihat kearah Zeline yang sedang tersenyum itu.


Chaiden tak memperhatikan sedari tadi jadi dia tak tau jika anak baru yang sedang ada dikelasnya adalah orang yang paling sangat menjijikkan bagi Chaiden.


"Baiklah anak-anak pelajaran saya mulai" Ucap pak Roy.


Baru saja pak Roy akan memulai pembelajaran Samuel langsung membuka pintu dengan sangat kencang hingga membuat semua orang terkejut.


"Pak maaf saya telat" Ucap Samuel dengan nafas ngos-ngosan


"Kau kemana saja Samuel apa kau tidak melihat jam dari tadi" Kata pak Roy


"Saya sudah melihatnya dari tadi pak, makanya saya lari-lari seperti ini" Ujar Samuel yang mencoba mencari pembelaan.


"Sudah-sudah cepat duduk saya"


Dengan senyum lebar Samuel berjalan kebelakang. Baru saja sampai di tempat duduknya Samuel baru menyadarinya jika ada yang menduduki tempatnya.


"Hey lo cepat pindah ini tempat duduk gue" Ucap Samuel


"Tapi pak Roy yang suruh aku duduk disini" Kata Zeline


"Pak ini kan tempat duduk saya, kenapa dia ada disini saya nggak mau pindah tempat duduk loh pak" Ucap Samuel


"Oh iya saya baru sadar jika itu tempat kamu, Zeline kau duduk di sana saja sebelah Fanya" Kata pak Roy


Zeline pun langsung mengemasi bukunya lagi dan berpindah duduk di sebelah Fanya.


Kaira begitu bersyukur Zeline tak duduk disebelahnya lagi. Tapi bagaimana kedepannya nanti Kaira hanya bisa pasrah saja, Kaira juga sudah sering mengalami hal seperti itu jadi Kaira tidak takut lagi.


"Thanks el" Ucap Kaira kepada samuel


"Dih apaan nih anak, Sakit lo" Kata Samuel sambil mengeluarkan bukunya dari dalam tas.


Kaira hanya tersenyum menanggapi perkataan Samuel.


Zeline sedari tadi hanya memperhatikan Kaira yang terlihat begitu dekat dengan anak yang duduk disebelahnya itu. Perasaan kesal tiba-tiba muncul di hati Zeline melihat Kaira sudah memiliki teman.


Tapi baik Zeline ataupun Chaiden sama-sama belum tau satu sama lain. Chaiden sedari tadi hanya sibuk dengan buku didepannya sambil menggunakan menutup kepala jadi wajahnya tidak dapat terilhat.


Next....