KAIRA

KAIRA
30. Baku hantam



Samuel yang baru saja tiba dan akan masuk kedalam kelas melihat dengan jelas bagaimana Chaiden membentak Kaira tadi. Sebenarnya Samuel juga sedikit terkejut, tak biasanya Samuel akan marah-marah tak jelas seperti itu.


Samuel mengikuti Chaiden yang masuk kedalam kamar mandi.


"Kayaknya ada yang lagi emosi nih" Ucap Samuel tepat di samping Chaiden yang sedang mencuci tangannya.


Chaiden tak menjawab perkataan Samuel karena Chaiden sedang malas untuk ribut sekarang.


"Dasas bisu, andai Kaira tau kalau lo itu pembunuh, mungkin dia nggak akan mau bicara sama lo lagi" Ucap Samuel tepat di telinga Chaiden.


Chaiden yang sedang dalam keadaan emosi yang tidak stabil pun langsung pergi meninggalkan Samuel tanpa sepatah katapun.


Samuel tak terima Chaiden mengabaikannya pun langsung menghampiri Chaiden dan memukul wajah Chaiden dengan tijuan.


Bbuuuukkkkkkk......


"Dasar kunyuk sialan" Ucap Samuel dan langsung meninggalkan Chaiden begitu saja.


Chaiden tak bisa tinggal diam dan membalas pukulan dari Chaiden. Mereka berdua saling berkelahi satu sama lain.


"Kau yang sialan, brengsek" Kata Chaiden.


Kaira yang saat itu berniat untuk mencari Chaiden dan meminta maaf malah menemukan Chaiden yang sedang berkelahi dengan Samuel.


"Yyyyaaaaa...... Kalian berdua berhentilah" Ucap Kaira sambil berlari untuk melerai mereka berdua.


"Kalian kenapa berkelahi seperti ini, berhentilah" Ujar Kaira.


Bukannya berhenti mereka malah semakin berkelahi lagi dan tak menghiraukan perkataan Kaira. Kaira mau tak mau harus menjadi penengah antara mereka berdua jadi Kaira memisah mereka dengan berdiri di tengah-tengah Chaiden dan Samuel.


"Dasar kunyuk sialan" Ucap Samuel sambil berusaha untuk memukul Chaiden lagi tapi malah terkena Kaira tepat di pipi sebelah diri Kaira.


"Aaauuuhhhhhhh......" Kaira langsung tersungkur ke lantai.


"Kaira........" Ucap Chaiden dan Samuel secara bersamaan. Mereka berdua langsung


"Ini semua gara-gara lo juga, kenapa nyalahin gue" Samuel tak mau kalah dengan Chaiden


"Lah kan elo yang mukul. Kok malah jadi gara-gara gue"


"Elo kan yang ngajak ribut duluan"


"Kan elo yang mukul gue duluan Kunyuk"


"Stoppppppp......... Kenapa kalian malah saling menyalahkan, jelas-jelas kalian berdua yang salah. Dah lah teruskan bertengkar sana di ruang guru" Ucap Kaira dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Saat Chaiden dan Samuel akan mengejar Kaira dari belakang telinga mereka ditarik oleh pak Roy.


"Siapa yang menyuruh kalian berdua pergi" Ucap pak Roy sambil menarik Chaiden dan Samuel ke ruang guru.


"Pak dia dulu yang mulai pak" Ucap Samuel sambil menunjuk Chaiden


"Bohong pak, dia duluan yang mukul" Kata Chaiden


"Kalian berdua bisa diam tidak, diam atau mau bapak kasih hukuman yang lebih banyak" Ancam pak Roy sambil menarik telinga mereka dengan kencang.


"Pak pak ampun pak ampun" Teriak Chaiden dan Samuel.


Setelah dibawah ke ruang guru, Chaiden dan Samuel mendapat hukuman untuk membersihkan ruang olahraga yang sangat lebar itu, hanya berdua. Tapi karena Samuel memiliki banyak teman jadi Samuel meminta teman-temannya untuk membantunya membersihkan tempat ini dan Samuel akan melihatnya dari jauh.


"Dasar pembunuh, tak akan ada seorang pun yang mau berteman denganmu, jika tau dari dulu gue pun tak sudi jadi temanmu dulu" Ujar Samuel


"Itu tidak seperti yang lo pikir, waktu itu...."


"Sudah lah, tidak perlu berbicara lagi. Ayo semuanya pergi, biar dia yang membersihkan" Kata Samuel sambil mengajak teman-temannya pergi dari sana dan hanya tersisa Chaiden sendiri yang membersihkan ruangan itu.


Next.....