Just Belive

Just Belive
capture 9



Setelah kurang lebih 30 menit mereka melakukan briefing mereka pun naik kelantai 2 untuk mulai pekerjaan mereka.


sebelum mereka bekerja chunghee selalu melakukan briefing terlebih dahulu untuk membahas apa saja yang akan mereka lakukan hari ini dan lain sebagainya. Hal itu chunghee terapkan agar tidak terjadi kesalahan pahaman dalam hal apa saja juga agar mereka saling terbuka dan mengeratkan hubungan mereka.


Meja chinsun berada di sebelah meja jaejung dan berhadapan dengan daejung.


"Daejung, apa desain yang kau buat kemarin sudah siap?"


"Ne hyung tinggal sedikit lagi. Beri aku waktu 5 menit dan aku akan memberikannya pada mu"


"Ne, hyung jam berapa kau akan berangkat ke perusahaan minuma itu?" Kini chunghee bertanya pada jonghyun


"Sebentar lagi aku sedang menyiapkan berkasnya"


"Ah ne"


Jaejung sedang menjelaskan beberapa hal pada chinsun.


"Oke semuanya aku berangkat dulu ne" pamit jonghyun


"Ne" jawab daejung, chunghee dan jaejung


"Jonghyun oppa...hwaiting" ucap chinsun sambil mengepalkan tangannya ke atas


"Ne, kau juga chinsun hwaiting" ucapnya sebelum ahirnya tubunya tertelan oleh tangga


Lalu suasan kembali hening,


Mereka sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Hanya ada suara cekikikan dari chinsun dan jaejung entah apa yang mereka bicarakan.


Chunghee merutuki keputusan nya memilih jaejung membimbing chinsun. Harusnya dia saja yang membimbing chinsun. Melihat dan mendengar mereka berdekatan dan saling tertawa seperti itu membuat hati chunghee menjadi panas. Ia pun turun untuk mengambil miniman dingin berharap itu bisa mendinginkan kembali perasaan nya.


Jam menujukkan waktu makan siang jajung, chinsun dan daejung mereka turun untuk pergi makan siang. Sedangkan chunghee dia masih duduk di pentri


"Annyonghaseyo"


Suara itu menarik perhatian semua orang, mereka buru-buru menghampiri suara itu. Seorang wanita berpakaian kantor rapi dengan menenteng 2 paperbag


"Ah chinsun-ah, tadi eonni sedang makan bersama ahn ajhussi di restoran jepan. Dan eonni mengingat mu. ini makanlah bersama teman-teman mu eonni juga membawa kan bubble tea" jelas sooyoung sambi menyerahkan paperbag yang ia bawa.


"Wah sushi, gomawo eonni. Ah perkenalkan ini teman-teman ku ini jaejung oppa dan ini daejung oppa" jelasnya sambil menunjuk daejung dan jaejung bergantian.


"Ah annyoung lee sooyung imnida" salam nya dengan membungkukkan badan


Daejung dan jaejung pun membungkuk


"Eoh dimana chunghee aku tidak melihatnya"


"Annyoung nuna" sapa chunghee


"Ah aku kira kau sedang keluar, em chinsun eonni harus pergi sekarang eonni harus menghadiri rapat. Makan sushinya arra"


"Ne eonni aku akan memakannya, gomawo" ia memeluk kakaknya lagi


"Em eonni pergi dulu, eoh nanti eonni pulang sedikit larut jadi tidak bisa menjemput mu. Nanti eonni pesan kan taxi ne untuk menjemput mu"


"Ehem, kalau tidak keberatan bolehkah aku mengantar chinsun pulang nuna?"


Tawar daejung dengan percaya dirinya. Membuat 2 laki-laki lainnya terkejut bukan main


"Eoh, apakah tidak merepotkan?"


"Eonni~ aku bisa pulang sendiri. Lagi pula nanti aku kan juga bisa pulang bersama chunghee oppa, tidak harus merepotkan daejung oppa"


"Bingo benar nuna, aku akan mengantar chinsun pulang lagi pula kita kan satu komplek. Untuk apa merepotkan daejung" senyum chunghee penuh kemenangan


"Em benar juga baiklah kau pulang saja bersama chunghee.dan em daejung mian mungkin lain kali saja kau bisa mengantarkannya pulang atau barangkali menganjaknya berangkat bersama" tawar sooyoung dengan kekehan di ahir kalimatnya.


"Eonni~" rengek chinsun sambil mempoutkan bibir nya.


"Arra, arra kalau begitu eonni pergi dulu, nikmati makan siang kalian"


"Aku akan mengantar eonni" ucap chinsun sambil merangkul lengan sooyoung