Just Belive

Just Belive
Capture 11



Setelah chinsun pergi jaejung pun bergegas menaiki tangga. tangan nya terkepal erat sampai kukunya berwarna putih.


"Eoh kau sudah datang. Apa kau datang dengan chinsun? Gadis itu belum datang sampai sekarang tidak seperti biasanya"


pertanyaan jonghyun itu tak di respon oleh jaejung. Fokusnya sekarang pada chunghee ia yakin chinsun menangis karena laki-laki itu. Dan satu bogem mentah pun melayang pada wajah tampan chunghee


"Apa yang kau lakukan padanya hyung? Kenapa chinsun sampai menangis? Kalau kau tidak bisa membuatnya tersenyum setidak nya jangan buat dia menangis" dan sekali lagi kepalan tangan jaejung melayang pada pipi chunghee.


Ia tidak membalasnya ia sedang mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Dan seketika ia teringat obrolannya dengan jonghyun. Jangan-jangan chinsun mendengar percakapan mereka. Segera di menyambar mantel dan kunci mobilnya.


Ia benar-benar merutuki apa yang telah ia lakukan. Chunghee segera mengambil kunci mobil nya dan pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun pada jonghyun ataupun jaejung


"Aaarrggg" ia mengerang dalam mobilnya ia terus menghubungi chinsun tapi tidak satu pun pangilan ataupun pesan nya terjawab. Ia pun melajukan mobil nya kesungai han.


Sesampainya disana ia berlari mencari keberadaan gadis mungil itu, tapi ia harus menelan kekecewaan karena tidak menemukan gadis itu. Ia mengacak rambut nya frustasi


"Dimana kau chinsun..." tanya nya entah pada siapa


*******


Jika gadis lain ketika dia patah hati akan pergi ketempat yang sepi untuk menenangkan diri, lain halnya dengan chinsun dia lebih memilih pergi ke hongdae street food ia akan melampiaskan kekesalan nya dengan membeli banyak makanan. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan dia memilih duduk dibangku yang tersedia, ia memakan hasil jarahannya dengan sesekali bersenandung ringan sedang kakinya ia ayun kan dengan lucunya.


"Sepertinya suasana hati mu sedang senang hari ini"


Suara seorang laki-laki menghentikan kegiatannya


"Oppa apa yang kau lakukan disini?" Tanya chinsun dengan wajah bingung nya


"Apa aku boleh duduk di sini?" Tanya daejung. Ya laki-laki tadi adalah daejung


"Em" jawabnya sambil terus menjejalkan es krim dengan cone ikan itu kemulutnya


Daejung pun duduk di sebelah chinsun, ia cukup terkejut melihat banyaknya makanan yang chinsun beli


"Chinsun berapa hari kau tidak makan" tanya nya dengan pandangan nya masih tertuju pada makanan yang ada disebelahnya


"Aku makan setiap hari oppa kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya nya dengan melahap cone es krimnya


"Ani, aku hanya bertanya. Apa kau akan memakan semua ini chinsun?"


"Em, aku akan memakan semuanya. memangnya kenapa?" Ucapnya sambil mengusapkan tisu pada mulutnya


"Yak oppa kau mengejek ku hah"


Jawab chinsun sambil memanyunkan mulutnya dan mencibir daejung


Daejung berusaha menahan tawanya agar tidak meledak melihat tingkah chinsun, sungguh ia tidak seperti seorang gadis yang berusia 24 tahun.


"Hahahah, jadi apa yang kau lakukan disini? Bukanya ini masih jam kerja?" Tanya daejung sambil melihat arloji yang melingkar ditangannya.


"Aku tidak berangkat oppa, aku sedang menenangkan diri disini" jawabnya dengan mengambil sebuah curos dan memasukkan nya kedalam mulut.


Daejung sedikit bingung dengan gadis itu, di bilang menenangkan diri?di tempat seramai ini? Hah benar-benar gadis unik pikir nya


"Apa begini cara menenangkan diri chinsun?" Tanya nya sambil mengambil curos dan ikut memakannya


"Em, setiap kali aku marah atau pun kecewa aku selalu melupakan nya dengan makan dan jalan-jalan maka rasa kesal ku akan hilang" jawabannya sambil terkekeh kecil. Ia lalu mengambil mochi isi strowberi


"Benar kah?"


"Em, kau boleh mencobanya kalau kau sedang kesal oppa" jawabannya dengan santai


"Em sepertinya menarik, jadi sekarang kau sedang marah atau kecewa?" Tanya daejung sambil menyesap bubletea milik chinsun.


"Keduanya, aku sedang merasa kesal dengan chunghee oppa" jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya


Daejung benar-benar gemas melihat chinsun ia mencubit pipi nya


"Yak oppa appo" jawab chinsun sambil mengelus pipinya


"Hahahahah mian, kau sangat mengemaskan chinsun. Jadi kenapa kau kesal dengan chunghee hyung?"


Chinsun menghela nafas lelah lalu dia mulai menceritakan apa yang tadi dia dengar dari pembicaraan antara chunghee dan jonghyun.


Daejung terkejut mendengar cerita chinsun, tapi ia berusaha menetralkan ekspresi nya.


"Oppa apa kau mengenal hyunji nonna?" Tanya nya dengan wajah dengan penuh harap


"Ya aku mengenal hyunji noona, aku juga tau tentang kisah mereka tapi chinsun itu adalah masalah pribadi chunghee hyung, jadi aku tidak bisa menceritakan nya padamu. Aku tidak mau ikut campur urusan pribadi chunghee hyung kau mengerti kan maksut ku" jawab daejung sambil mengelus lembut rambut chinsun