Just Belive

Just Belive
capture 5



Gwaechana?"


Chinsun tersentak mendengar suara itu, suara yang beberapa hari ini sering ia dengar. Ia menyeka airmata nya


"Em"


"Menenangkan buka? Dulu ketika aku kehilangan eomma ku aku juga sering datang kesini. Aku pernah berada di posisi mu chinsun-ssi"


Chinsun menoleh, ia lihat chunghee menunduk sambil menhela nafas nya berat.


"Kejadian itu tidak akan pernah aku lupakan. Hari itu aku kehilangan orang yang sangat aku sayangi melebihi apa pun.


Hari itu adalah hari kelulusan ku. Hari dimana aku akan menampilkan lagu baru yang ku buat untuk eomma. Malam hari sebelum hari kelulusan itu aku, appa, dan eonni melakukan panggilan vidio pada eomma. Eomma ku adalah seorang dokter bedah saat itu ia ditugaskan di busan.


Aku meminta pada eomma untuk datang pada hari itu, tapi eomma mengatakan kalau dia tidak bisa datang karena ia akan melakukan operasi. Aku memaksa eomma untuk datang, saat itu appa dan eonni sudah makatakan kalau mereka akan merekam ku dan mengirim nya pada eomma. Tapi aku tidak menginginkan nya aku ingin eomma datang dan menyaksikan penampilan ku secara langsung. Ahirnya eomma mengatakan kalau dia akan datang setelah selesai operasi nya.


Keesokan harinya aku benar-benar gugup aku akan menampilkan lagu yang aku buat untuk eomma ku. Sesekali aku melihat bangku eomma ku, bangku itu masih kosong. Aku melihat eonni dan appa sudah duduk di kursi mereka. Aku mulai cemas, aku takut kalau eomma tidak datang. Saatnya untuk ku tampil. Aku masih melihat bangku eomma kosong. Aku menghela nafasku. Aku pun mulai memainkan piano ku. Aku masih berharap eomma akan datang. Tapi sampai aku selesai eomma tidak datang juga.


Tiba-tiba appa dan eonni datang menghampiri ku dengan raut wajah khawatir mereka membawa ku pergi dari sana. Aku tidak mengerti kenapa mereka membawa ku ke rumah sakit. Belum sempat aku bertanya apa yang terjadi. Aku mendengar dokter mengatakan bahwa..."


Lagi-lagi Chunghee menghela nafasnya berat. Terlihat bahwa laki-laki itu merasakan berat saat menceritakan tentang masa lalu nya. Dengan keberania nya chinsun mengenggam tangan chunghee. Ia usap pelan punggung laki-laki itu.


"Eomma tidak dapat diselamtkan. Eomma mengalami kecelakaan saat menuju sekolah ku. Eomma mengalami kelelahan tapi ia tetap memaksa untuk mengendarai sendiri dan terjadilah peristiwa itu.


Sama seperti dirimu aku juga menyalahkan diri ku bahkan aku sempat akan melakukan bunuh diri saat itu. Tapi uluran tangan dan omelan dari daejung dan jaejung menyadarkan ku. Mereka berkata kalau aku melakukan bunuh diri apakah eomma akan bahagia disana?apakah eomma mau menemui ku kalau tau aku mengahiri hidup ku? Lalu kalau aku mengahiri hidup ku bagaimana dengan eonni dan appa? Bagaimana persaan mereka? Seharusnya aku sadar bukan hanya aku yang bersedih karena kehilangn eomma. Eonni dan appa juga merasakan kesedihan yang sama dengan ku, bahkan mereka lebih terluka dari ku karena perubahan yang terjadi pada ku. Aku bahkan selalu mengabaikan mereka ketika mereka berusaha untuk menghibur ku. Mereka selalu berkata kalau ini bukan salah ku ini adalah takdir yang harus keluarga kami terima.


Dan semua itu menyadarkan ku. Aku tidak boleh egois lagi, aku harus berusaha menerima semua ini, aku harus berusaha untuk berdamai dengan diri ku sendiri. Aku harus memaafkan diri ku sendiri. Sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk membahagiakan eonni dan appa. Aku paham dengan apa yang kau rasakan chinsun, tapi cobalah menerima takdir ini, cobalah untuk memaafkan dirimu sendiri chinsun. Lihatlah sooyoung nunna dia merindukan mu dia merindukan dirimu yang dulu. Dia sangat menyayangi mu. Jangan sampai kau menyesal untuk yang kedua kalinya chinsun. Cobalah untuk berdamai dengan keadaan. Aku tau ini sulit tapi cobalah lakukan ini untuk sooyoung nuna."


Chinsun hanya tergugu mendengar semua perkataan chunghee, hatinya tetasa sakit mendengar semua kebenaran yang laki-laki itu katakan.ia merasa Selama ini dia sudah keterlaluan dengan terus menghindar dari eonni nya.


Benar kata chunghee dia harus mencoba berdamai dengan keadaan.