Just Belive

Just Belive
capture 22



2 minggu sudah setelah kejadian dimana dia melihat chunghee dan hyunji berpelukan waktu itu.


Chinsun dan chunghee juga ketiga rekan yang lainnya juga sudah menghabiskan weekend mereka bersama.


Chunghee dan hyunji semakin dekat sekarang, hyunji lah yang lebih aktif. hyunji sering datang kekantor dia juga sering merengek pada chunghee untuk makan siang bersama atau pun mengantar wanita itu pulang.


Chunghee sering menolak nya tapi wanita itu terus saja memaksanya dan itu membuat chunghee jengah sehingga mau tidak mau dia harus menurutinya.


"Ne, baiklah oppa hari ini aku akan berbelanja untuk apartemen mu"


"......."


"Ah, tidak apa oppa aku bisa pergi sendiri. Nanti kau hanya tinggal melihat hasil ahir apartemen mu saja"


"......"


"Sama-sama oppa, itu kan memang tugas ku. Em baiklah hati-hati oppa"


Chinsun pun mengahiri panggilan telefon nya dengan jongwoo. Dia hari ini akan berbelanja furnitur untuk untuk apartemen jongwoo. Chinsun berinisiatif untuk mengajak chunghee berbelanja, ia pun mengirim pesan pada chunghee. Ya walaupun mereka berada di ruangan yang sama tapi dia merasa tak enak pada yang lain.


'Oppa, bisakah hari ini kau menemaniku berbelanja furnitur untuk apartemen jongwoo oppa?' Tanya chinsun


Mendapat pesan dari chinsun, chunghee melirik sebentar pada gadis itu lalu membalas pesannya


'Mian chinsun-ah, hari ini aku ada janji dengan client. Aku tidak bisa menemani mu' balasnya


'Ah begitu, baiklah tak apa oppa aku bisa pergi sendiri'


Chunghee kembali menatap ponselnya ia melihat pesan balasan dari chinsun, ia membacanya lalu ia kembali melirik gadis itu. Dapat dia lihat wajah kecewa gadis itu. Ia lalu mengetik kan pesan balasan


'Setelah urusan ku dengan client selesai, aku akan menjemput mu bagaimana?' Tawar chunghee


'Baiklah aku akan menunggu mu' balas gadis itu.


Chunghee lalu tersenyum menatap gadis itu. Chinsun mengemasi barangnya lalu beranjak untuk pergi


"Oppa~aku pergi dulu ne" pamitnya pada semua rekan kerjanya.


"Ne hati-hati chinsun-ah"


*******


Ia sudah selesai berbelanja furnitur. Karena ia melewatkan makan siangnya ia lalu mampir kesebuah restoran untuk makan siang. Ia sedang menunggu pesanannya sambil memainkan ponselnya.


Saat ia menoleh keluar restoran ia melihat siluet seorang laki-laki yang amat ia kenal ia adalah chunghee dan lagi-lagi dia sedang bersama hyunji.


'Kau berbohong lagi oppa' batin chinsun.


Ia menundukkan wajahnya ketika kedua pasangan itu masuk kedalam restoran yang sama dengannya.


Pesanannya sampai ia menikmati pesanannya dengan tatapan tak lepas dari pasangan itu. Mereka begitu akrab mereka bercanda bahkan ia melihat hyunji sesekali mengusap lengan chunghee dan laki-laki itu tidak menolak sama sekali.


Acara makan siangnya selesai, ia mencoba menghubungi chunghee untuk menjemputnya


"Yeobseyo oppa" sapanya


"Ne chinsun ada apa?" Tanya chunghee


"Aku sudah selesai oppa, bisakah kau menjemputku?" Tanya chinsun


"Ah..mian chinsun-ah aku sedang berada dimobil, aku sedang menuju kantor tuan im untuk menyerahkan desain ku. Apa tak apa kalau kau pulang naik taxi?"


Chinsun tersenyum remeh mendengar kebohongan chunghee


"Baiklah oppa tak apa aku akan pulang naik taxi saja"


Chinsun lalu memutuskan telfon sepihak. Ia beranjak dan pergi dari restoran itu.


Hyunji tersenyum licik melihat chinsun keluar dari restoran itu.


Ya sebenarnya hyunji sudah melihat chinsun dari tadi, maka dari itu ia mengajak chunghee makan di restoran itu.


******


Seminggu sudah sejak kejadian di mall itu, chinsun sekarang sedikit menjaga jarak pada chunghee. Ia kecewa dengan laki-laki itu,chunghee sedikit heran pada gadis itu kenapa tiba-tiba ia menjauhinya, setiap dia mencoba mendeka chinsun akan mencari alasan untuk tak berdekatan dengan nya. Bahkan dia bicara pada chunghee hanya seperlunya saja. Ia juga selalu menolak ketika chunghee mengajaknya berangkat atau pun pulang bersama. Chunghee pun hanya bisa bersabar dan mencari tau ada apa dengan gadis yang ia cintai itu