Just Belive

Just Belive
capture 23



Hari ini adalah ulang tahun chinsun. Mereka membuat pesta kecil-kecialan dia balkon kantor, sooyoung dan aeri juga datang ke acara tersebut. Jonghyun juga mengajak tunangannya untuk merayakan ulang tahun chinsun kali ini.


Suasana acar tersebut sangat hangat dan akrab.


chinsun sudah memotong kue ulang tahunnya, potongan pertama ia berikan pada sang kakak, potongan kedua ia berikan kepada chunghee dan jaejung secara bersamaan ia melakukannya karena kedua laki-laki itu adalah orang yang sangat berarti dalam hatinya. Baru setelah nya ia berikan pada daejung dan Jonghyun, lalu ia berikan pada kakak chunghee yaitu aeri dan yang terakhir ia berikan pada tunangan jonghyun. Meraka bercanda bersama, bernyanyi juga menikmati barbeque.


"Eoh cola nya habis" ujar daejung saat ia mendapati minuman bersoda itu habis


"Ah kalau begitu aku akan membelinya, kalian tunggu dan nikmati lah acaranya aku akan segera kembali" ujar chunghee ia berdiri menyambar kunci mobil nya mengecup pucuk kepala chinsun lalu ia beranjak pergi.


Sudah hampir 2 jam laki-laki itu pergi, tapi sampai sekarang batang hidupnya belum terlihat juga


"Yak, sebenarnya dimana dia beli minuman itu aish lama sekali" omel Jonghyun.


Tring...


Dering ponsel chinsun berbunyi menandakan sebuah pesan masuk, ia membuka cepat-cepat pesan itu karena penasaran dengan isi pesan dari nomor yang tak ia ketahui itu. Saat membuka pesan itu ia menjatuhkan ponselnya bersamaan dengan itu tubuhnya juga ikut meluruh, pesan itu benar-benar membuat semua tulang nya melemas. Semua orang yang berada disana tekejut Mereka lalu mendekati gadis itu. Jaejung mengambil ponsel chinsun ia benar-benar dibuat meradang dengan apa yang ia lihat, tangannya mengepal erat


"Keparat!!" Umpatnya


Daejung dan jonghyun pun mengambil ponsel itu. Rahang mereka ikut mengeras melihat pesan tersebut. Tentu hal itu membuat 3 wanita yang sedang mendampingi chinsun penasaran.


"Nunna, aku titip chinsun aku harus memberi pelajaran pada ******** itu" ujar jaejung pada sooyoung. Ia lalu keluar di ikuti oleh 2 rekan lainnya.


Sooyoung mengambil ponsel itu, matanya membulat sempurna melihat pesan tersebut dimana disana terpampang foto chunghee yang sedang terlelap dangan keadaan kancing kemejanya yang terbuka semua hingga menampakkan dada bidang nya, dengan seorang wanita dengan pakaian sexy dengan penampilan acak-acakan sedang tertidur di dada bidang chunghee. Ia lempar ponsel sang adik lalu memeluk chinsun yang sedang menangis dengan tergugu. Aeri yang melihat foto sang adik mengumpati nya. Ia lalu ikut memeluk chinsun.


Malam itu adalah ulang tahun yang benar-benar meninggalkan kesan untuk chinsun ia merasa bahagia karena ia kembali bisa merasakan kebahagiaan tapi ia juga merasakan dunia nya hancur karena orang yang sangat ia cintai, laki-laki yang mengembalikan dunia nya menghianatinya.


********


Paginya chinsun berangkat kekantor seperti biasa, ia bersikap seolah tidak terjadi sesuatu kemarin malam. Ya walaupun mata sembab itu tak bisa ia tutupi


"Pagi oppa~" sapanya begitu memasuki ruangan. Ia lalu duduk dan meletakkan kopi yang tadi sempat ia beli.


Tiga orang rekannya heran dengan sikap gadis itu


"Chinsun are you oke?" Tanya daejung


"Ah ani, lupakan saja. Hwaiting chinsun" semangat daejung


Chinsun mengepalkan tangannya lalu mengangkat nya dan tersenyum manis


Seorang laki-laki dengan penampilan acak-acakan masuk keruangan itu, dapat ia lihat wajah laki-laki itu banyak lebam, itu pasti hasil jaejung kemarin ia berjalan cepat kearah meja chinsun


"Chinsun-ah aku dapat menjelaskan semuanya, itu semua tidak seperti apa yang kau bayangkan chinsun, dia menjebak ku chinsun. Aku mohon percayalah pada ku" jelasnya dengan mengenggam tanga chinsun.


Chinsun tatap datar laki-laki didepannya


"Oppa aku akan menyelesaikan pekerjaan terakhir ku ini lalu aku akan menunjukkan nya pada mu" Jawab chinsun sambil melepaskan tangan nya


"Chinsun dengar kan aku.."


"Ah, oppa aku juga sudah menyelesaikan dokumen tuan im kemarin, aku hanya tinggal mengcopy nya lalu aku akan memberikan nya padamu"


"Chinsun dengarkan aku, ku mohon..."


" ah permisi oppa aku harus turun untuk mengcopy dokumen ini" ujar chinsun yang beranjak dengan membawa dokumen nya. Tapi chunghee mengambil dokumen itu dan membuang nya kemeja chinsun dengan keras


"DENGARKAN AKU CHINSUN..." bentak chunghee dan hal itu membuat chinsun berjengkit kaget, jaejung berdiri dari duduknya Siap untuk melayangkan bogem mentahnya pada chunghee. Tapi langkahnya di hentikan oleh daejung


"Dia menjebak ku chinsun, itu tidak seperti apa yang kau lihat kumohon percaya pada ku" jelas chunghee dengan wajah frustrasi nya


"Harus berapa kali lagi aku memaafkan mu dan percaya lagi pada mu oppa? BERAPA KALI oppa? Berapa kali lagi kau akan terus berbohong pada ku, lalu kau meminta maaf dan kau mengulangi lagi. Berapa kali lagi oppa?" Tanya nya dengan airmata yang suda menganak sungai pada wajah mulusnya.


"kau berbohong pada ku kau bilang kau sedang menyelesaikan desain padahal kau sedang berada di Starfield library dengan hyunji dan kalian berpelukan disana, aku masih memaafkan mu dan aku percaya pada mu. Lalu kau bilang kau sedang dalam perjalanan menuju ke kantor tuan im untuk menyerah desain mu, padahal kau sedang makan bersama hyunji aku memaafkan mu dan aku juga masih percaya pada mu. Kau bilang kau akan menjemputku tapi kau mengingkari ucapanmu, kau lebih memilih menemani hyunji dan membiarkan ku pulang dengan taxi aku masih memaafkan mu. Lalu kali ini Aku melihat dengan mata ku sendiri kau sedang tidur dengan hyunji dan kau bilang dia menjebak mu kau meminta aku percaya lagi padamu? Hahahaha kau pikir aku ini apa oppa? Kau selalu mengatakan cinta pada ku tapi kau juga sering menyakiti ku sesering kau mengucapkan cinta padaku. Aku lelah oppa.


Kartas selalu percaya pada pensil kalau ia akan menghiasinya dengan indah, sekali dua kali ia membuat kesalah masih bisa dihapus dan kertas itu masih baik-baik saja meskipun ia sudah lusuh. Tapi pensil itu selalu membuat kesalahan, kesalahan itu selalu di hapus sampai membuat kertas itu berlubang dan ia tak bisa kembali utuh untuk bisa dihias lagi. Bisakah kertas itu percaya lagi pada pensil? Bisakah pensil itu menutup lubang tersebut dan membuat nya kembali utuh?


Kepercayaan ku pada mu bagaikan kertas itu oppa. Ia sudah berlubang dan tak akan bisa utuh lagi. Jadi lebih baik sekarang kita ahiri ini semua oppa, aku akan keluar dari perusahaan ini terimakasih atas semua yang kau lakukan oppa. Maaf telah menyusahkan mu." Ia usap kasar airmata nya.


Ia ambil surat pengunduran dirinya lalu memberikan nya pada chunghee


"Muali hari ini kau bebas oppa, kau tak perlu berbohong lagi untuk bertemu dengannya. Mulai hari ini aku tak akan menampakkan wajah ku lagi padamu oppa, jadi kau akan lebih mudah melupakan ku." Ia membungkuk pada chunghee lalu pergi dari ruangan itu. Ia berjalan dengan gontai dan airmata yang terus mengalir tanpa henti. Daejung pun menyusul chinsun