Just Belive

Just Belive
capture 1



Sore ini seperti biasa Sungai Han akan ramai oleh orang yang berdatangan untuk menikmati malam minggu mereka. Dan seperti sabtu biasanya orang-orang akan mendapat hiburan gratis dari seorang gadis yang memainkan biola nya dengan indah dan merdu, permainan hari ini di tutup indah dengan lagu dari Elvis presley can't help felling in love. Setelah menyelesaikan permainan nya dengan indah gadis itu membungkuk kan badan dan ia mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung.


gadis itu membereska peralatan yang ia bawa, ia lalu duduk di bangku panjang mengeluarkan sandwich yang tadi ia beli. ia memakan nya dengan tenang sambil menikmati tenang nya air Sungai Han.


.


.


.


"Apa nyonya choi masih berada di kantor?" Tanya nya pada laki-laki di seberang sana.


"Menurut mu bagaimana hyung?Kau tau sendiri kan bagaimana keras kepala nya wanita itu" jawaban dari seberang sana.


"Ck, wanita itu benar-benar. Katakan pada nya kalau aku akan menemuinya besok"


"Jinjja? Kau mau menerima tawarannya hyung?"


"Hah, apa kau punya cara lain untuk menghindari nya? tidak ada cara lain selain menerimanya bukan? Lagi pula setelah ku pikir ulang seperti nya proyek ini lumayan menguntungkan "


"Baiklah kalau begitu aku akan mengatakan padanya. Apa kau akan kembali ke kantor hyung?"


"Kurasa tidak, aku akan pulang lebih awal. Dan seperti aku akan mampir ke sungai han dulu"


"Baiklah kalau begitu bye hyung"


Pagilan itu pun terputus laki-laki tadi memasukkan ponselnya ke dalam saku jas nya dan segera ia masuk ke mobil untuk pergi ke Sungai Han.


.


.


.


Sesampainay disana ia dibuat terheran dengan kerumunan orang yang sepertinya sedang menyaksikan sebuah pertunjukan. Ia pun tertarik dan semakin mendekat, ikut bergabung dengan kerumunan itu.


Diam-diam ia mengikut gadis pemain biola tadi. Ia memberanikan diri untuk mendekati dan duduk di bangku yang sama dengan gadis itu.


"Ehem.." ia berdehem untuk menarik perhatian gadis itu.


Dan benar saja gadis itu menoleh ke arahnya.


"Annyeong..." sapanya dengan senyuman yang bisa membuat para gadis leleh dibuatnya.


Tapi tidak dengan gadis di depannya, ia hanya mengangguk lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan dan kembali memakan sandwich nya.


"Apa kau sudah lama bermain biola? Permainan mu tadi sungguh indah"


Lagi-lagi jawaban yang ia dapatkan hanya sebuah anggukan dan senyuman. Tapi entah kenapa hanya dengan melihat senyuman itu hatinya merasa begitu senang. Bagaimana kalau ia mendengar suaranya mungkin ia akan menjerit karena saking senangnya


"Ah perkenalkan Park Chunghee imnida" kata nya sambil mengulurkan tangannya.


Dan lagi gadis itu hanya menoleh melihat tangan laki-laki itu tanpa berniat untuk membalas uluran tangan itu, ia hanya tersenyum.


Chunghee menarik tangannya lalu mengaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.


Gadis itu melihat jam di pergelangan tangannya, dia bergegas berdiri membawa biolanya dan membungkuk sopan pada Chunghee dan berpamitan pada nya


"Senang bertemu dangan anda chunghee-ssi"


 


Setelah nya ia pergi meninggalkan Chunghee yang sedang tersenyum sendiri seperti orang yang baru saja mendapat hadiah besar.


"Kita pasti akan bertemu lagi, aku yakin itu"


Setelahnya Chunghee berjalan menuju mobil nya dengan senyuman dan sesekali bersenandung riang.