
Setelah perbincangan itu chunghee mengantarkan chinsun pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam chinsun yakin sekarang eonni pasti sedang khawatir padanya.
Dan benar saja ia melihat sang kakak sedang berdiri didepan rumah dengan wajaha khawatir yang sangat ketara, ia pun keluar dari mobil dan menghambur untuk memeluk kakaknya
Grep
Sebuah tangan melingkar di pinggang sooyoung. Ia sangat terkejut ia lihat lengan mungil itu ia menariknya dan berniat untuk memutar badanya tapi dicegah oleh si empunya
" biarkan seperti ini dulu eonni, aku sangat merindukanmu. Mian eonni"
Sooyoung berusaha membalikkan tubuhnya untuk melihat apakah itu adiknya atau hanya halusinasi nya saja
"Eonni mian, telah membuatmu menunggu lama, mian telah membuatmu susah. Mian..."
"Kau tidak salah chinsun, kau tidak pernah menyusahkan ku. Aku menunggu mu karena aku percaya kau pasti akan kembali menjadi adik eonni yang dulu lagi. Chinsun ingat pesan eomma? Mulai sekarang mari kita mulai dari awal lagi, kita buat eomma dan appa bahagia di atas sana. Dan ingat jangan pernah menyalahkan dirimu lagi arachi..." sooyoung pun memutar tubuhnya dan memeluk sang adik tak lupa ia cium pucuk kepala sang adik.
"Arraseo, eonni boghosippho...aku menyayangimu eonni"
"Nado, aku sangat menyayangimu" ucap sooyoung.
Ia ciumi pipi gembil sang adik sampai membuat si empunya mengadu geli. Mereka masih berpelukan.
Sooyoung melihat chunghee dengan bahagia. Mulutnya merapalkan kata terimakasih pada laki-laki tinggi itu.
"Eoh, mari kita makan malam bersama ahn ajhumma sudah memasakkan pesanan mu."
"Jinjja? Kajja kita kita makan."
"Chunghee-ya mari kita makan bersama. Kau ingat kan aku tidak menerima penolakan"
"Eoh, chunghee-ssi kajja kita makan bersama" kali ini chinsun yang mengajaknya
Mau tidak mau, chunghee pun ikut makan malam bersama dengan chinsun.
Makan malam ini terasa begitu hangat, karena semuanya sudah berkumpul. apa lagi kehadiran chunghee bersama mereka. Ahn ajhumma dan ajhussi juga ikut bersama mereka tentu saja. sooyoung begitu bahagia ahirnya penantiannya terbalas sudah.
"Eoh, chinsun apa yang akan kau lakukan besok?"
"Bagaimana kalau kau bekerja di perusahaan saja? Kau bisa menjadi sekretaris eonni"
"Aniyo, aku tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan. Eonni tau kan aku sangat menyukai desain"
"Eh, mian kalau boleh tau kau lulusan dari jurusan apa chinsun?" Chunghee ikut masuk dalam obrolan kakak beradik itu
"Aku mengambil jurusan desain interior"
"Kalau kau tidak keberatan kau bisa ikut bergabung dengan perusahaan ku, kami bekerja di bidang desain and event organizer. Dan kami juga sedang membutuhkan karyawan" tawar chunghee.
"Jinjja? Eonni bolehkah?"
Sooyoung meraih tangan adiknya
"Tentu sayang, apapun yang membuatmu bahagia eonni akan menyetujui nya"
"Baiklah kalau begitu, besok aku akan menjemputmu. Kita akan berangkat bersama arrachi.."
"Ne..." jawab chinsun penuh semangat.
Merka pun melanjutkan makan malam mereka dengan diselingi obrolan ringan.
setelah acara makan malam selesai sooyoung mengantar chunghee sampai depan rumah
"gomawo chunghee-ah telah mengembalikan adik kecil ku lagi"
"ne, sama-sama nuna aku hanya mengembalikan apa yang harus kembali. aku pernah merasakan apa yang chinsun rasakan jadi sebelum semua nya terlambat, lebih baik kalau aku mengembalikan nya"
"gomawo sekali lagi, tolong jaga chinsun dia harta ku yang paling berharga"
"ne nuna aku akan melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan. kalau begitu aku pulang dulu nuna"
setelah mobil chunghee tidak terlihat sooyoung masuk kembali kerumahnya dengan senyum yang terus terpatri.