Just Belive

Just Belive
capture 24



Chunghee terpaku di tempatnya kata-kata chinsun benar-benar menampar nya, ia tidak menyangka ternyata selama ini gadis itu mengetahui pertemuan nya dengan hyunji. Ternyata selama ini dia sudah melukai gadis yang seharusnya ia jaga. Tubuhnya luruh seolah separuh nyawa nya ikut pergi bersama chinsun. Ia menangisi kebodohan nya.


"Berengsek kau, bangun..bangun ku bilang keparat. Ternyata selama ini kau menyakiti nya kalau kau tidak bisa dan tidak manjaganya seharusnya kau melepas nya Bukan malah menyakiti nya brengsek kau." Jaejung kembali memukuli chunghee dengan membabi buta


"Cukup Jaejung, kau bisa membunuhnya" ujar jonghyung berusaha menghentikan jaejung


"Dia menyakiti chinsun hyung, jadi baiarkan aku memberinya pelajaran"


"Aku tau jaejung, aku juga marah padanya, aku juga ingin memberi nya pelajaran tapi tidak seperti ini. Ingatlah chinsun jaejung"


Jaejung pun beranjak dan pergi dari ruangan itu.


Jonghyung membantu chunghee untuk duduk.


"Aku menghancurkannya hyung" tangisnya pada jonghyung


"Kalau kau menghancurkan maka perbaiki lah seperti kau memperbaiki nya dulu. Buktikan kalau apa yang kau katakan itu memang benar"


"Tapi bagaimana hyung, melihat ku saja dia sudah tidak mau. Bagaimana aku memperbaiki semua ini"


"Aku akan membantu mu" jonghyun lalu memdekati chunghee dan membisikkan sesuatu padanya.


Chunghee menatapnya lalu mengangguki rencana jonghyun


"Sekarang bagkitlah dan aku akan obati luka mu" ujar jonghyung dengan memapah chunghee untuk duduk di mejanya dan mengobati nya.


******


3 hari waktu yang chinsun butuhkan untuk menenangkan diri dan menangis semuanya.


Sekarang ia sudah tidak bekerja jadi ia akan menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan , bermain biola, melukis, memotret ataupun hanya mencari makanan baru. Ia juga sudah kembali seperti semula tetap menjadi chinsun yang ceria dan selalu hangat pada siapa pun.


Hari ini sudah mulai memasuki musim dingin di seoul, jadi ia memakai pakaian berlapis di lapisan luar ia memakai sweeter berwarna pastel yang ia padukan dengan jeans dan sepatu boots nya. Ia memakai syal berwarna merah dan ia melengkapi nya dengan memakai mantel. Ia juga mengikat rambutnya seperti biasa


Ia berencana hanya akan ke cafe lengannya membeli cake dan latte favorit nya lalu pulang.


Ia sudah sampai dan sedang menikmati cake nya. Ia tersenyum setelah menikmati suapan pertamanya.


Tiba-tiba seorang wanita duduk di hadapannya. Chinsun menatap wajahnya, sesui dugaan nya wanita itu adalah hyunji. Ia menatap malas wanita itu. Ia kembali menikmati cake nya


" annyoung chinsun-ah, apa kau sedang menikmati gaji terakhir mu dengan memakan makanan enak, sebelum kau hanya bisa memakan ramen setelah ini hahah" ejek hyunji


Chinsun hanya menatap datar wanita itu tanpa ingin membalasnya


"sepertinya kau sedang membutuhkan pekerjaan sekarang setelah kau keluar dari perusahaan kekasih ku. Bagaimana kalau kau bekerja menjadi asisten rumah tangan di rumah ku? Aku akan mengajimu dengan gaji besar dan kau juga bisa tinggal di rumah ku sebelum kau di usir dari flat mu karena kau tidak bisa membayar nya" ejeknya lagi.


Hyunji benar-benar sombong, sepertinya dia belum tau siapa itu chinsun.


Chinsun yang mendapat ejekan itu ia benar-benar geram ia tak membalas hinaan itu sama sekali. Ia tatap hyunji yang sedang tertawa terbahak. Ia tatap wanita itu dengan ekspresi datar tapi semakin lama tatap mata itu berubah menjadi tajam setajam mata elang yang seolah sedang menandai mangsanya dan siap menyerang nya.


Beruntung saat itu orang yang ia tunggu datang ia pun tersenyum dan melambaikan tangan nya


"Yeobo, aku disini" ujarnya


"Maaf menunggu lama" ujar laki-laki itu.


Tanpa menoleh pun chinsun tau siap laki-laki itu. Ia lalu berdiri untuk pergi dari sana. Saat berdiri tanpa sengaja tatapan nya bertemu dengan mata hitam chunghee. mereka saling menatap, dapat chunghee lihat tak ada lagi tatap hangat dan penuh cinta disana, yang ada hanya ada tatapan dingin dan kebencian. Chinsun memutuskan tatapan itu ia beranjak dan menabrak bahu chunghee dengan keras. Chunghee hanya dapat menatap gadis itu dengan tatapan miris.


*********


Seorang gadis berjalan di dingin nya cuaca seoul sore ini.


Ia menikmati hotteok (pancake korea yang berisi isian manis berupa gula coklat, madu, kacang giling dan biji-bijian) ia memakannya dengan terus mengomel di sepanjang jalan.


Orang-orang yang melihat nya merasa gemas dengan tingkah gadis itu.


"Apa kau tidak takut tersedak kalau terus mengomel seperti itu?" Tanya seseorang dari arah belakang.


Chinsun berjengkit dia kaget


"Omo, Yak!! Oppa kenapa kau mengagetkan ku?"


"Hahahha mian, aku tidak sengaja"


"Apa yang kau lakukan oppa?" Tanya chinsun pada jaejung


"Tadinya aku akan membeli kopi, tapi aku melihat mu keluar dari cafe tersebut. Aku lalu mengikuti mu" jelasnya


"Oh"


"Mau makan samgyetang (sup ayam gingseng)?" Tawar jaejung.


Yang tentu saja itu di anguk i semangat oleh chinsun.


Jaejung tersenyum dan mengusak rambut chinsun.


Mereka sudah sampai di sebuah restoran yang menyajikan samgyetang.


"Apa saja yang kau lakukan selama ini gadis kecil?" Tanya jaejung.


"Aku? Ya seperti kegiatan ku dulu oppa, aku melukis, memotret, jalan-jalan, menikmati makanan baru dan banyak lagi hahah" jelasnya dengan tawa ringan di akhir kalimatnya.


Jaejung tersenyum mendengar dan melihat kalau gadis yang ia cintai baik-baik saja.


Mereka berbincang ringan dan jaejung mengantar chinsun pulang.