
Pagi ini chinsun dan jaejung datang lebih awal, mereka akan sarapan bersama di kantor hari ini.
Chinsun menata bekal yang ia bawa dari rumah
"Selamat makan"
Mereka pun sarapan dengan diselingi candaan, selang beberapa menit daejung dan jonghyun datang. Mereka menghampiri dan duduk di tempat biasa mereka duduk
"Wah sepertinya enak apa kau yang memasak chinsun?" Tanya jonghyun
"Ani, ahn ajhumma yang memasak. Oppa sudah sarapan?"
"Aku sarapan roti pagi ini"
"Em, daejung oppa sudah sarapan?" Kali ini dia bertanya pada daejung
"Aku belum sarapan, jadi bisakah kau menyajikan makanan untuk ku?"
"Tentu" chinsun lalu menyiapkan sarapan untuk daejung.
"Chinsun-ah kau tidak memakai dress lagi hari ini?" Tanya jonghyun setelah menelisik penampilan gadis itu.
Hari ini chinsun memakai celana jeans warna denim yang ia paduladankan dengan kemeja dengan bagian depan ia masuk kan kedalam celana sedangkan bagian belakang ia biarkan keluar, ia lipat lengan kemeja itu sepertiga dari lengannya, ia memakai flatshoes dan ia ikat rambut nya.
"Ani, aku tidak akan memakai pakaian sialan itu lagi" jawabnya dengan terus mengunyah sarapannya
"Baguslah kalau begitu, aku jadi bisa fokus dengan pekerjaan ku lagi" sangah daejung dengan tangannya yang sibuk dengan terus menyumpit ikan kukusnya
"Memangnya kenapa kau tidak fokus oppa? Apa kau memikirkan sesuatu?" Tanya chinsun polos
'Ya tuhan haruskah aku menjelaskan apa yang Aku pikiran padanya' batin daejung
"Kau tidak perlu tau apa yang aku pikirkan gadis kecil. Kau hanya cukup berpakaian seperti biasanya saja"
Chinsun memanyunkan bibirnya
"Annyong"
Mereka menoleh pada sumber suara
3 laki-laki itu terkejut dengan kedatang seorang wanita yang sangat mereka kenal sedangkan chinsun gadis meneliti pakaian wanita itu dari atas sampai bawah
"Hyunji"
"Anyyong jonghyun oppa,daejung jaejung"
"Apa yang kau lakukan disini?"tanya jonghyun tanpa basa basi
Wanita itu duduk didepan chinsun,lebih tepatnya ia duduk di kursi chunghee
"Tentu saja aku datang untuk bertemu kakasih ku oppa. Apa dia belum datang?" Tanya nya entah pada siapa.
Merasa tidak ada jawaban gadis itu mengalihkan pembicaraan
"Baiklah kalau kalian tidak mau menjawab tak apa, eoh siapa gadis kecil ini? Apa dia adik mu jonghyun-ah?"
Chinsun merasa tidak terima di panggil gadis kecil, tinggi nya hampir sama dengan wanita itu, ya walaupun wanita itu lebih tinggi. Ia tida keberatan kalau yang memanggil nya gadis kecil itu ke empat rekan kerjanya. Tapi tidak dengan wanita ini
"Maaf, nona tapi aku bukan gadis kecil usia ku sudah 24 thn ya..walau pun itu belum genap. Aku karyawan disini kalau kau mau tau" jawab chinsun sedikit marah. Bukannya menakutkan tapi wajah chinsun ini malah terkesan mengemaskan untuk mereka
"Begitu, ku kira kau masih siswa shs" sangah hyunji dengan kekehan di ahir kalimatnya
Ya wajah chinsun memang sangat imut seperti siswa shs.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi kenapa kau marah gadis kecil?" Tanya chunghee dengan langkah kaki yang ia buat lebih mendekat ke patry.
Mendengar suara chunghee hyunji menghampirinya dan memeluk laki-laki itu erat
"Boghosipho changiya" ujarnya
Chunghee membeku di tempatnya, ia tidak menyangka kalau hyunji akan menemuinya lagi setelah semua yang gadis itu lakukan padanya. Ia masih bergelut dengan pikirannya ia masih mencoba mencerna semua itu sampai tiba-tiba wanita itu melepas pelukannya ia menarik tengkuk Chunghee dan mendaratkan sebuah ciuman pada bibir laki-laki itu.
Semua orang terkejut dengan itu, begitu juga chinsun gadis itu merasakan hatinya seperti tersayat sebuah pisau. Ia berdiri
"Baiklah oppa aku sudah kenyang, aku akan naik sekarang. Dan seperti perjanjian daejung oppa yang membereskan nya" chinsun pun pergi meninggalkan mereka lalu disusul jaejung
"Hah, aku juga akan naik daejung setelah ini bereskan semua aku menunggu mu" titah jonghyun
"Ne hyung" daejung memasukkan suapan nasi terakhirnya. Ia membereskan pantry lalu menyusul ke tiga rekannya
Kesadaran chunghee baru kembali setelah mendengar suara sumpit yang daejung letakkan dengan keras. Ia melepas pelukan hyunji padanya
"Apa yang aku lakukan hyunji lepaskan"
"Boghispho changiya"
"Lepaskan" chunghee melepas paksa pelukan itu
"Wae? Apa kau tidak merindukan ku?" Tanya hyunji tanpa rasa bersalah
"Kenapa kau bilang? Hah apa aku harus mengingatkan mu kembali tentang apa yang kau lakukan PADAKU?" ujarnya dengan nada tinggi di ahir kalimatnya
Hyunji berjengkit mendengar suara tinggi chunghee
"Mian, aku benar-benar menyesal chunghee. Saat itu..aku terpaksa melakukannya aku..."
Chunghee tidak mengindahkannya ia berjalan melewati wanita itu. Ia berjalan menuju pintu ia buka pintu itu lebar-lebar
"Keluar sebelum aku yang akan menyeretmu" titahnya
"Chunghee dengarkan aku dulu aku..."
"KELUAR" ucapnya dengan nada tinggi.
Hyunji tidak bisa membantah lagi, ia berjalan menuju pintu keluar, saat berada di depan chunghee gadis itu berkata
"Kita akan kembali seperti semula lagi, bagaimana pun caranya akan aku pastikan itu"
Setelah mengatakannya ia pergi dari gedung itu
"Cih dasar wanita tidak tau diri" ia kemudian berjalan cepat menuju lantai 2. Tanpa menunggu waktu lama ia menghampiri chinsu
"Chinsun aku bisa menjelaskan nya"
"Oppa aku hari ini akan bertemu tuan jung dan jongwoo oppa, aku akan kembali sebelum makan siang nanti"
"Chinsun, dengarkan aku dulu"
"Ah sepertinya aku harus berangkat sekarang oppa, aku pergi dulu"
"Chinsun-ah tunggu"
Chinsun sudah tak mengubris lagi. Gadis itu pergi dengan wajah masamnya