
"Apa yang sudah ku bilang untuk menjauhi chinsun" suara bentakan yang dingin dan tegas chunghee menggema. Dan tentu hal itu menarik perhatian semua tamu undangan termasuk sooyoung dan chinsu
"Mian, aku..aku hanya ingin memberinya pelajaran aku..."
Chunghee memutus ucapan Hyunji
"Pelajaran apa hah?" Bentaknya sekali lagi dan hal itu membuat hyunji berjengkit kaget
"Jonghyun hyung perlihatkan pada tuan bae apa yang putri nya itu lakukan" titah chunghee
Jonghyun mengangguk lalu sebuah layar turun dan sebentar kemudian sebuah video terputar disana. Video yang menunjukkan sebuah pengakuan hyunji bahwa benar dia menjebak chunghee.
Dari mana chunghee dan Jonghyun mendapat video pengakuan itu?
Flashback on
Setelah chinsun pergi dari kantor, Jonghyun membisiki sebuah rencana untuk menjebak hyunji agar ia mengakui perbuatannya.
Rencana yang Jonghyun dan chunghee lakukan adalah chunghee harus berpura-pura bersikap baik pada hyunji dan dia harus berpura-pura menyatakan cinta nya pada hyunji dan menjadikan nya sebagai kekasih.
Rencana awal mereka berhasil dan saat dimana hyunji menghina chinsun di cafe, disaat itulah chunghee sedang melakukan rancana kedua mereka yaitu membuat hyunji mabuk lalu memancing nya untuk mengaku, dan setelah dari cafe chunghee mengantar hyunji ke apartemen nya dan benar dugaan chunghee kalau wanita itu menyimpan banyak minuman beralkohol. Hyunji mengambil sebotol minum itu ia meneguknya dan tak berapa lama dia mabuk.
Chunghee mulai menananyakan tentang bagaimana hyunji menjebak nya.
Hyunji mulai menceritakan nya dia meminta Chunghee untuk ke apartemen nya dengan dalih meminta tolong, ia lalu memukul pungung Chunghee dengan balok, setelah Chunghee tak sadarkan diri dia memindahkan nya ke ranjang dan mulai membuka kancing kemeja Chunghee, dia mengacak rambutnya ia juga berpakaian sexy lalu memotret nya dam mengirimnya ke nomor chinsun.
Chunghee dibuat geleng kepala dengan kelakuan hyunji. Ia lalu bertanya kembali kenapa dia melakukannya, hyunji menjawab bahwa ia masih mencintai Chunghee dan tidak ingin kehilangannya, dia berkata bahwa siapa pun tak boleh bersana Chunghee kecuali dirinya.
Flashback off
Rahang tuang bae mengeras melihat video tersebut. Ia benar-benar tak menyangka ternyata putrinya berani melakukan hal serendah itu
"hyunji-ah kau harus bisa membedakan mana cinta mana obsesi. hal yang kau bilang cinta itu bukanlah cinta tapi sebuah obsesi. kau dulu meninggalkan kan ku dan memanfaatkan ku. dulu aku memaafkan mu tapi tidak lagi sekarang hyunji. kau wanita yang baik dan berhati lembut, carilah makna cinta yang sesungguhnya. dan lupakan obsesi mu itu karena sampai kapan pun hanya ada satu wanita yang akan selalu aku cintai, aku lindungi, dan akan selalu mengisi hati ku dan...maaf itu bukan diri mu." setelah mengucapkan itu chunghee pergi dari ruangan itu.
hyunji menangia ia meratapi kisahnya benar apa yang dikatakan chunghee. ini bukan cinta tapi obsesi.
tuan bae menyeret putri nya itu keluar dari ruangan itu ia benar-benar merasa marah dan malu dengan kelakuan putri nya itu.
chinsun yang sedari tadi memperhatikan itu, merasa bersalah pada chunghee harusnya ia percaya bahwa chunghee hanya mencintainya. harusnya ia tau itu semua dari sorot mata laki-laki itu.
dengan segera ia keluar dari tempat acara, ia memberhentikan sebuah taxi. ia pergi menyusul chunghee, ia tau kemana laki-laki itu.
setelah sampai di sungai han matanya menelisik memcari dimana laki-laki itu. Setelah menemukan nya ia segera berlari menghampiri laki-laki itu, ia peluk dari belakang laki-laki itu
chunghee terkejut dengan pelukan itu tapi sejurus kemudias seulas senyum mengembang di wajah tampan nya, ia tau siapa yang sedang memeluknya. ia lalu berbalik untuk melihat chinsun
"mian, harus nya waktu itu aku percaya pada mu oppa" ujar chinsun
"tak apa, aku harusnya juga minta maaf seharusnya aku juga lebih menjaga perasaan mu chinsun-ah"
"oppa, maukah kau memulai hubungan dari awal lagi bersama ku oppa?"
"mian, aku tidak bisa memulainya dari awal chinsun-ah.." ujar chunghee
perasaan chinsun tak menentu mendengar jawaban dari chunghee hati terasa sangat sakit. ia berusaha menahan airmata nya agar tidak menetes, ia tersenyum dan melepas pelukannya pada chunghee
ia akan beranjak untuk pergi dari hadapan chunghee tapi belum sempat melangkah, chunghee sudah terlebih dahulu mencekal lengannya dan membawanya kedalam pelukan.
"aku memilih mu chinsun, bukan kah sudah kubilang kalau aku memilih mu. aku tidak mau memulai hubungan kita dari awal lagi, aku ingin melanjutkan saja kisah kita yang sudah kita tulis dulu, aku tidak ingin menutup lubang yang dulu aku buat, mungkin aku memang tidak bisa mengembalikan nya tapi akan aku hias lubang itu dengan sebaik mungkin agar kita bisa mengingatnya, dan akan aku jadikan itu sebagai prlajaran.Kisah kita sangat berharga untuk kita lupakan chinsun. Jadi aku tidak akan melupakan dan membuang nya" jelas Chunghee
Chinsun terharu mendengar penuturan Chunghee. Ia pun kembali memeluk tubuh tegap laki-laki itu
"Gomawo oppa~ terimakasih untuk semua cinta yang kau berikan padaku" ujarnya
"Jadi bagaimana? Apa kau masih mau melanjutkan kisah kita dan maukah kau menemaniku meluksi cerita?" Tanya Chunghee
Tanpa pikir panjang chinsun mengangguk kan kepalanya
"Aku mau oppa~"
"Lee chinsun saranghae"
"Nado saranghae park Chunghee"
Mereka saling berpelukan dan melepas rindu. Merasa badan chinsun bergetar Chunghee pun melepas kan jas nya dan memakainya pada chinsun
"Kalau kau kedinginan kanapa kau memakai pakaian seperti ini" omel Chunghee
"Karena aku ingi terlihat cantik di pesta ulang tahun perusahaan appa mu oppa~" jelasnya dengan bibir yang ia poutkan.
Chunghee terkekeh lalu merangkul pundak gadis itu dan meraka berjalan bersama menuju mobil.
"Kau sudah cantik chinsun tanpa mengenakan pakaian itu. Kau mengenakan baju tidur saja sudah membuatku jatuh cinta apalagi kalau kau memakai pakaian seperti ini. Aku bisa mati karena detak jantung ku yang tak beraturan karena mu dan pakaian itu" jelas Chunghee
Dan sontak hal itu mendapat cubitan dari chinsun
"Yak oppa berhenti mengoda ku, apa kau tak lihat pipiku sudah semerah kepiting rebus" omelnya
"Aku tidak mengoda mu, aku bicara fakta chinsun-ah. Besok aku akan menjemput mu, kita akan berangkat ke kantor bersama" ujar Chunghee
"Tapi aku kan sudah keluar oppa"
"Tapi aku tidak menganggap mu keluar, kami menganggap mu sedang mengambil cuti" kelasnya sambil membukkan pintu mobil untuk chinsun
Chinsun kembali tersenyum dan kembali memeluk Chunghee.
"Gomawo oppa"
Mereka pun masuk kedalan mobil Chunghee melajukan mobil menuju komplek rumah mereka.
Semuanya begitu indah untuk chinsun ia sudah kembali seperti dulu, ia mendapatkan kembali kebahagiaan nya.
Ia kembali bersama orang-orang yang ia cintai dan sayangi. Ia kembali pada orang-orang yang juga menyayangi dan mencintainya.
Benar apa yang dikatan Chunghee ia hanya harus percaya..
END