
"Minum kopi?" Tanya chunghee.
"Em, aku bisa meminumnya tapi tidak banyak" jawabannya
"Oke, kalau begitu duduk lah aku akan membuatnya untuk mu" chunghee pun melengang menuju pentry. Sepeninggal chunghee ia menikmati ruangan ini. Ia berfikir ia pasti akan sangat betah bekerja disini.
"Selamat pagi...aku datang" suara seorang laki-laki memembuyarkan angan-angan nya. Segera ia berdiri dan menyambutnya
"Annyong" sapanya dengan senyuman manis yang terpajang di wajahnya.
Laki-laki itu terdiam di tempatnya, ia tidak membalas sapaan itu. Chinsun terheran melihatnya
"Kami datang..." kali ini dua suara laki-laki yang Chinsun dengar. Ia kembali menyapanya
"Annyong" sapanya dengan senyuman manisnya.
Sama halnya dengan laki-laki tadi,dua laki-laki yang memiliki tinggi badan berbeda itu terdiam di tempatnya. Hal itu tentu membuat Chinsun semakin terheran apa ada hal aneh pada nya.
Tak lama chunghee keluar dari pentry dan mendatangi mereka dengan membawa dua cangir kopi
"Eoh kalian sudah datang?" Tanya yang dengan nada santai
Laki-laki dengan kulit sedikit lebih gelap dari pada yang lain ahirnya buka suara
"Hyung, siapa gadis ini?" Tanyanya tanpa menoleh pada chunghee dan terus menatap Chinsun
"Eoh dia karyawan baru di perusahaan kita jadi..." belum sempat dia menyelesaikan ucapanya.
Jawaban dari ketiga orang tadi membuatnya harus berhenti
"APA?!!"
"Yak! Apa kalian berniat membuat ku tuli hah? Lagi pula apa salahnya, kita sedang membutuhkan karyawan baru disini. Dan lagi dia adalah lulusan terbaik jurusan desing. Dia lulusa dari LA bukankah dia sudah memenuhi syarat"
Sedangkan ketiga orang itu masih ternganga tidak percaya dengan apa yang baru mereka lihat.
Mereka sudah duduk di ruang rapat, chunghee duduk di ujung sebelah kanannya duduk laki-laki dengan tinggi badan bisa dikatan paling pendek diantara mereka berempat tapi ketika dia bersanding dengan wanita tentu ia tinggi dibanding mereka, ia terlihat lebih pendek disini karena memang ke tiga teman nya itu memiliki tinggi diatas 180,di sampingnya laki-laki dengan kulit sedikit gelap dari yang lain, lalu disebelah kiri chunghee seorang laki-laki dengan kulit seputih susu, bibir tipis, dan ketika dia tersenyum maka matanya akan melengkung seperti bulan sabit sama seperti chinsun. Lalu baru disebelah nya chinsun
"Nah chinsun perkenalkan dirimu"
"Ah ne, Annyonghaseyo lee chinsun imnida" sapanya sambil membungkukkan badan. Tak lupa senyum nya yang membuat mata sabitnya muncul
Belum sempat chunghee mengenalkan karyawan nya daejung sudah mengintrupsi terlebih dulu
"Hyung, kali ini biar aku yang memperkenalkan yang lain"
Tanpa menunggu jawaban ia mulai memperkenalkan rekannya yang lain
"Nah chinsun perkenalkan laki-laki yang ada disamping ku ini dia hyung kami dia yang paling tua diantara kami, dia sudah punya calon istri.namanya kim jonghyun, lalu di samping mu laki-laki pucat itu bernama oh jaejung, dan yang paling tampan dintara kami berempat adalah aku..perkenalkan nama ku kim daejung kau bisa memanggilku changi. Dan untuk bagian mereka kau bisa membacanya di arsip perusahaan nanti aku akan menunjukkannya"
Jelasnya dengan senyum yang ia buat semenawan mungkin
"Ah annyoung jonghyun oppa, jaejun oppa, daejung oppa senang bekerja bersama kalian mohon bimbingannya" ucapnya sembari membungkuk.
"Nah chinsun kalau ada yang ingin kau tanyakan kau bisa datang pada..." ucapan daejung terpotong
"Jaejun dia akan membimbingmu"
Sambung chunghee santai
"Em kau bisa datang pada jae..yak hyung kenapa jaejung. Harusnya aku yang membimbingnya" balasnya sambil bersungut-sungut marah
"Kalau kau yang membimbingnya pasti tidak akan beres bukannya membimbing kau malah mengodanya" kali ini jonghyun ikut menimpali.
Hal itu mengundang tawa dari 3 orang lainnya. Sedangkan daejung sedang mengerutu di tempatnya.