Just Belive

Just Belive
capture 7



Pagi ini chinsun sudah rapi ia memakai kemeja dengan luaran sweater warna peach yang ia padu padankan dengan celana jeans warna biru. Dan sepatu putihnya. Ia ikat rambut panjang. Ah penampilan nya hari ini begitu cantik.


"Yeoppo, kau cantik sekali sayang hari ini"


"Gomawo eonni, selamat pagi ajhumma. Hari ini apa yang ajhumma masak?"


"Saya memasak sup tahu, dan beberapa lauk nona"


"Wa...ini pasti enak kajja kita makan bersama"


Mereka pun mulai hari ini dengan sarapan hangat.


Sooyoung keluar terlebih dahuluTak lama kemudian sebuah mobil berhenti didepan rumah mereka.


"Annyong...selamat pagi semua"


"Pagi chunghee-ssi"


"Apa chinsun sudah siap nunna?"


"Em dia sedang mengambil ponselnya sebentar aku panggilakan" belum sempat sooyoung melangkah chinsun sudah keluar bersama ahn ajhumma.


Chunhee tak berkedip melihat penampilan chinsun ia begitu terpesona melihatnya


"Yeoppo" lirihnya


"Eoh chunghee-ssi, apa kau sudah menunggu lama? Mian tadi ponsel ku tertinggal"


"A-ah, tidak aku baru saja sampai.Apa kau sudah siap chinsun?" Jawab Chunhee sambil menetralkan degup jantungnya.


"Em"


Chinsun dan chunghee pun berpamitan mereka melengan masuk kedalam mobil dan meninggalkan kediaman rumah Chinsun.


"Chunghee-ssi apakah tidak apa kalau aku berangat bersama mu seperti ini? Maksut ku kau atasan disana sedangkan aku orang baru, akan seperti apa pandangan karyawan yang lain nanti?"


"Tidak apa chinsun aku yakin mereka belum sampai di kantor. Aku jamin itu" jawabnya dengan percaya diri.


"Em baiklah"


"Chinsun, bisakah kau tidak memanggilku se formal itu?"


"Bukan begitu chinsun hanya saja aku kurang nyaman"


"lalu aku harus memanggilmu apa?"


"berapa usia mu chinsun?"


chinsun mengerjap polos


"aku 23 tahun dan sebentar lagi usia ku 24, memangnya kenapa chunghee-ssi?"


"usia ku 28 jadi bagaimana kalau kau memanggilku oppa"


"op-oppa?"


"em, panggil aku chunhee oppa arachi?"


"ah ne oppa" jawab chinsun dengan senyuman nya yang menimbulkan mata sabitnya.


chunghee yang melihat itu merasakan detak jantung nya berdebat lebih cepat dari biasanya. ia pun berdehem untuk menetralkan nya.


30 menit perjalanan yang mereka butuhkan untuk sampai.


"kajja kita turun" ajak chunhee


chinsun seketika terpana dengan tampilan gedung kantor itu. dengan gaya minimalis gedung itu sangat menyita perhatian. gedung berlantai 2 itu dibagia luar ada beberapa kaca yang berfungsi sebagai penganti kaca juga beberapa bagian yang terbuat dari kayu yang di ukir dengan indah.


di depan gedung juga terdapat tulisan


"PC design and event organizer".


begitu masuk kedalam ruangan ia dapat melihat ruangan itu sangat maskulin dengan perpaduan warna light cream dan coklat tua. terdapat juga beberapa mural di bagian dinding yang kosong.


dibagian lantai bawah hanya terdapat ruang tamu yang bersebelahan dengan sebuah ruangan dengan kaca sebagai penganti dinding dan skat didalam ruangan itu terdapat sebuah meja panjang 5 kursi dan sebuah papan tilis putih. di sebelah ruangan tersebut terdapat sebuah mesin fotokopi dan sebuah print yang bersebelahan dengan tanga yang menempel pada dinding. lalu didepan ruang tamu terdapat sebuah pentro dengan meja panjang dan terdapat 5 kursi disana.


sedangkan di lantai 2 terdapat ruang kerja dengan penataan satu meja berada di paling ujung dengan 2 kursi dibagian samping kana dan 2 meja di bagian samping kirinya. ruangan tersebut berhadapan dengan balkon yang yang di batasi dengan pintu kaca untuk akses menuju balkon tersebut.


terdapat sebuah sofa minimalis disana 1 sofa panjang dan 2 single sofa, di depannya terdapat sebuah meja bundar dengan karper sebagai alasnya. lantai balkon tersebut terpasang rumput sintetis. terdapat pula kulkas satu pintu. disamping sofa panjang terdapat sebuah gitar. sedangkan di ujung balkon terdapat sebuah samsak yang mengantung.