
jaejung hanya mengeleng dan kembali kemejanya begitu juga 2 orang lainnya.
Deerrrttt
Deerrrttt
"Yeobseyo" sapa chinsun
"Yeobseyo, chinsun-ah" balas dari seberang sana
Chinsun mengerutkan keningnya, ia tidak tau nomor siapa itu.
"Nuguseyo?"
"Aku jung jongwoo"
"Jongwoo?"
"Em,,kau terkejut?"
"Em, tentu saja. Ada apa kau menelepon ku jongwoo-ssi?"
"Aku menjemputmu, hari ini aku akan mengantar mu pulang"
"APA?" Sungguh itu bukan chinsun tapi daejung dan jonghyun. Ya mereka dapat mendengarnya karena chinsun memasang mode speaker
"Sekarang aku sudah didepan kantor mu"
Sontak mereka semua berlari ke balkon untuk memastikan apa yang dikatakan laki-laki itu.
Dan ternyata benar sebuah mobil sport warna hitam telah terparkir di depan gedung mereka dengan seorang laki-laki memakai kemeja putih yang ia lipat sampai siku, satu tangan ia masukkan ke kantong celana bahannya sedangkan tangan yang satu memegang handphone nya. Jangan lupa kacamata hitam yang bertenger manis di hidung bangir nya.
"Mian jongwoo-ssi hari ini aku lembur jadi aku akan pulang sendiri saja, kalau tidak aku akan menghubungi supir ku"
"Tak apa aku akan tetap menunggu mu, bahkan sampai malam pun"
"Ani..jangan aku tidak ingin merepotkan mu"
"Kau tidak merepotkan ku sama sekali sweetheart.."
Ucapannya
Daejung dan jonghyun yang mendengar itu mereka membuat gestur seolah sedang muntah
"Mian jongwoo-ssi aku tidak mau merepotkan mu" sesalnya
"Baiklah kalau begitu besok kita akan makan bersama, dan kau tidak boleh menolak ini" mutlak jongwoo
"Baiklah besok kita makan siang" putus chinsun dia benar-benar sudah tidak ingin berurusan dengan laki-laki itu
"Baiklah sweetheart kalau begitu aku akhiri hwaiting"
Chinsun pun mengela nafas lelah, dan mereka pun kembali ke meja masing-masing"
*******
Waktu berganti begitu tak terasa, kini langit kota seoul telah berganti menjadi hitam kini lampu-lampu menjadi penghias malam kota seoul seperti biasa.
Kini ia hanya bersama chunghee suasana begitu hening setelah rekan kerjanya yang lain pulang tidak ada obrolan antara mereka berdua. Chinsun masih enggan bicara pada chunghee.
Waktu menunjukkan pukul 8 malam dan gadis itu baru selesai dengan tugasnya. Ia sandarkan kepalanya pada meja
"Dasar laki-laki memyebalkan, hah aku benar-benar kesal dengannya" gerutu nya dengan mata terpejam
"Jus alpukat tanpa gula" ujar chunghee dengan menyodorkan jus pada chinsun
Sontak chinsun mengangkat kepanya. Ia melihat gelas itu lalu menatap wajah chunghee, ia lalu menerimanya
"Gomawo"
"Em" laki-laki itu berjalan menuju balkon.
Dan entah dorongan dari mana chinsun mengikuti chunghee. Mereka masih bertahan dengan keheningan sampai..
"Chinsun-ah kau mau mendengar cerita ku?" Tanya chunghee. Ia lalu menoleh melihat gadis itu
Begitu pun chinsun ia menatap chunghee. Lalu mengangguk sebagai jawaban
Chunghee pun mulai bercerita bagaimana awalnya dia bertemu hyunji, bagaimana wanita itu memanfaatkan nya, bagaimana wanita itu menghianatinya lalu meninggalkan nya.
Chinsun memandang chunghee penuh arti, ia merasa bersalah karena tidak mau mendengarkan penjelasannya.
Ia usap pelan lengan laki-laki itu bermaksud memberi kekuatan padanya. Chunghee pun menatapnya dan tersenyum manis
"Sejak saat itulah aku bersikap dingin dan acuh pada wanita. Aku takut mereka mendekati ku hanya untuk memanfaatkan ku saja. Tapi saat aku bertemu dengan mu entah kenapa debaran itu muncul lagi setelah sekian lama, aku ingin selalu melindungi mu setelah mendengar ceritamu, dan semakin lama kita bersama debaran itu semakin terasa, entah kenapa aku tidak suka saat kau bersama laki-laki lain. Aku merasa benar-benar tak tau apa yang harus aku lakukan ketika kau mendiam kan ku chinsun, jadi aku mohon jangan pernah mendiam kan ku lagi, kau boleh memukul ku, kau boleh mengumpatiku tapi jangan mendiamkan ku. Chinsun percayalah pada ku, apa yang bukan keluar dari mulut ku, ataupun kau tidak melihatnya langsung tolong jangan percaya berita apa pun tentang aku. Arrachi?"
Chinsun mengangguk patuh. Chunghee pun mengusak pelan rambut gadis itu.
"Chinsun kau harus tau saat ini, nanti, esok dan seterusnya hanya ada satu gadis yang akan selalu aku dampingi, aku lindungi dan aku cintai selamanya. Gadis itu adalah lee Chinsun, gadis yang sudah melengkapi hidup ku"
Pipi chinsun bersemu merah mendengar pengakuan Chunghee
"Oppa kau membuatku malu" rengeknya
Chunghee terkekeh lalu memluk gadis itu.
"Kau hanya perlu percaya padaku chinsun maka semuanya akan baik-baik saja arrachi?"
"Ne, oppa~"
"Baiklah hari sudah mulai malam, sekarang ayo kita pulang sebelum sooyoung nona mengamuk pada ku"
"Ne...oppa sebelum pulang bisakah kita makan sup ayam gingseng dulu? Aku benar-benar lapar" pinta nya dengan wajah puppy nya
"Jadi uri chinsun lapar? Baiklah kajja kita beli sup ayam gingseng nya"
"Dengan es krim juga ya oppa~"
"Ne, kita beli semua yang kau mau"
"Oke call"
Mereka pun berjalan meninggalkan gedung untuk makan dan pulang