
Sebenarnya pertemuan itu duadakan pukul 9.30 tapi iya keluar lebih awal karena ia sedang tidak ingin bertemu chunghee, ua membeli beberapa makan seperti biasa ketik dia sedang kesal. Ia lalu duduk di taman ia mulai melahap makannya
"Pantas saja chunghee oppa tertarik pada wanita itu, dia cantik, tinggi dan pakaiannya...heol. kenapa dia harus memakai pakaian kurang bahan itu benar-benar, apa dia tidak malu datang dengan pakai seperti itu? Ah aku yakin chunghee oppa pasti masih mencintai wanita itu. Em apa aku harus memakai pakaian kurang bahan itu untuk menarik perhatian chunghee oppa? Aahhh....molla" ujarnya dengan terus mengunyah sosis bakarnya
Tanpa ia sadari seorang laki-laki sedang melipat kedua tangannya didepan dada sambil terkekeh lucu mendengar perkataan gadis itu. Sungguh ia sangat ingin mencubit pipi gembil itu
"Kau salah gadis kecil" ucapnya dengan duduk di samping gadis itu
"Omo.. Yak! Kau berniat membuat ku terkena serangan jantung ya" protesnya karena merasa terkejut dengan ucapan laki-laki itu.
Ia kembali mengigit kue berbentuk kacang walnut setelah melauangkan protes.
"Hahahah, mian aku tidak bermaksut mengejutkan mu"
"Sedang apa kau disini oppa?" Tanya chinsun tanpa menatap sang lawan bicara
"Seharusnya aku yang bertanya pada mu gadis kecil sedang apa kau disini? Bukankah tadi kau berkata kalau akan menemui tuan jung? Kenapa sekarang kau malah berada disini dan menikmati makan ini. Bukankah ini masih jam kerja gadis kecil. Eemmm aku rasa ini cukup untuk menjadi alasan untuk kau menerima SP"
"Yak, yak, yak apa-apaan ini kau mengancam ku sekarang? Yak oppa aku melakukan ini karena aku kesal pada mu. Makanya aku berbohong"
"Kau kesal pada ku? Memangnya kenapa hem?"
"Aku kesal oppa, kenapa tadi kau diam saja saat wanita itu mencium mu. Ah...atau jangan-jangan kau masih mencintainya iya kan oppa" ujarnya dengan bibir ia manyunkan
"Aigo..jadi kau cemburu heh?" Goda chunghee
"Ani, untuk apa aku cemburu pada wanita berpakaian kurang bahan itu"
"Hahahahha kau benar-benar mengemaskan ternyata Chinsun, jam berapa kau akan bertemu tuan jung?"
Chinsun lalu melihat jam ditangan nya
"30 menit lagi"
" baiklah kalau begitu kajja kita pergi sekarang sebelum terlambat"
Ajak chunghee dengan mengulurkan tangannya pada chinsun. Gadis itu pun membalasnya dan berdiri.
Mereka berjalan ke arah mobil dengan bergandengan tangan.
Chunghee hanya menggeleng dan terkekeh melihatnya
"Apa? Kenapa tertawa?oppa mengejek ku?" Tanya chinsun dengan bersungut marah
"Ani, aku hanya sedang membayangkan sesuatu saja" jawabnya sambil menahan tawanya ia lalu memalingkan wajahnya kesamping untuk tertawa.
Chinsun kembali memakan snacknya dengan mulut yang masih di manyunkan.
Mereka pun sampai didepan gedung tuan jung, chinsun segera melepas sabuknya ia akan membuka pintu tapi tanganya di cekal chunghee. Ia lalu menatap laki-laki itu
"Chinsun-ah dengarkan aku dan ingat selalu ini. Sekarang,nanti,besok dan selamanya hanya akan ada satu gadis yang akan selalu ada di hatiku, yang akan selalu aku lindungi, yang akan selalu mengisi hati ku dan akan selalu aku cintai dan gadis itu adalah lee chinsun" chunghee lalu mendekat kan wajahnya dan mengecup kening chinsun dalam seolah ia sedang mengungkapkan rasa yang begitu dalam pada gadis mungil itu.
Sedangkan chinsun gadis itu tersenyum dengan rona merah pada pipinya
"Aku turun dulu oppa"
"Em, hati-hati apa perlu nanti aku jemput?"
"Tidak usah oppa aku akan pulang sendiri"
"Baiklah kalau begitu"
Chinsun pun turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung tinggi itu. Chunghee memperhatikan gadis itu senyum yang terus terkembang di bibirnya.
Setelah gadis itu benar-benar masuk kedalam gedung barulah dia beranjak meingalkan gedung tersebut
"Aku kembali" teriaknya dengan penuh semangat
"Eoh, kenapa cepat sekali? Apa jongwoo tidak merayumu lagi?" Tanya jonghyun
"Ani oppa, dia sudah pergi tadi ketika aku sampai disana haha aku merasa bersyukur karena tidak bertemu laki-laki itu" jelas chinsun
"Dia tidak menunggu mu?" Tanya daejung
"Tuan jung bilang tadi dia menunggu ku dari pagi tapi dia pergi 5 menit sebelum aku datang. Dia bilang ada rekan nya yang datang jadi dia harus menjemputnya dia bandara" jelasnya dengan menyesap bubletea nya
Daejung dan jonghyun pun hanya ber'oh'ria.