
Senin pagi ini seperti biasa para warga seoul akan mulai sibuk dengan aktifitas mereka, sama halnya di kediaman chinsun ahn ajhumma akan membuat sarapan untuk mereka, ahn ajhussi akan menyiapkan mobil untuk sooyoung berangkat kekantor.
Sooyoung menuruni akan tangga dengan setelan kerjanya, ia berjalan sambil memasangkan jam pada pergelangan tangannya.
"Pagi ajhumma"
"Selamat pagi juga nona, apa nona chinsun belum bangun?"
"Molla, aku tidak sempat melihatnya" jawabnya sambil duduk di kursi biasanya.
Ahn ajhumma hanya mengulas senyum saat mendengar jawaban dari nona muda nya. Setelahnya ia beranjak ke dapur.
"Ajhumma, mau kemana?" Tanya sooyoung sambil menoleh menatap ahn ajhumma
"Saya akan kembali kedapur nona"
"Apa ajhumma tidak ingin menemani ku sarapan?"
Ahn ajhumma menghela nafasnya pelan lalu menganggukkan kepalanya dan berjalan kembali menuju meja makan.
"Ajhussi, dimana?"
"Dia sedang menyiapkan mobil untuk anda nona"
"Eoh?" Sooyoung pun langsung mengambil ponselnya dan mendial no ahn ajhussi
"Ajhussi, kita sarapan dulu sebelum berangkat, aku menunggu di meja makan kita sarapan bersama seperti biasa"
"....."
"Aniya,,,aku tidak menerima penolakan, kalau ajhusi tidak kesini maka aku tidak akan sarapan"
Putusnya tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana.
Tak berapa lama ahn ajhusi datang menghampiri meja makan. Sooyoung pun mengulas senyum manisnya
"Baiklah karena sudah kumpul semua sekarang kajja kita mulai sarapan"
"Tapi nona kami..."
"Ani, aniya bukan begitu maksut kami nona tapi...hah baiklah kami akan makan" putus ajn ajhusi.
Setelah kematian kedua orang tua nya sooyoung memang meminta pada ahn ajhusi dan ajhumma untuk selalu menemani nya makan bersama, dia selalu merasa kesepian.
Setelah kepergian kedua orang tuanya suasana rumah ini begitu berbeda, tidak ada lagi canda tawa seperti biasanya, tidak ada lagi celoteh dari chinsun yang dulu selalu meramaikan rumah ini. Sekarang hanya ada kesunyian di rumah ini, entah sampai kapan suasana ini akan terus berlangsung dan entah sampai kapan juga chinsun masih akan terus mengurung dirinya dalam lubang penyesalan. Yang bisa sooyoung lakukan hanyalah bersabar dan terus berdoa untuk adik kesayangan nya itu.
Chinsun biasanya akan sarapan ketika kakaknya sudah berangkat ke kantor, ia akan menyaksikan kakaknya berangkat melalui jendela dikamar nya.
Chinsun turun ketika mobil sooyoung sudah jauh dari pandangan nya.
"Eoh, nona sudah bangun kemarilah saya akan menyiapkan sarapan untuk anda" ucap ahn ajhumma sambil menyiapkan sarapan untuk chinsun.
"Gomawo ajhumma"
"Em, hari ini nona akan pergi kemana?"
"Aku akan ke namsan tower ajhumma, aku akan menggambil beberapa gambar disana"
"Oh, baiklah. Em apa nona ingin saya masak kan sesuatu untuk makan malam nanti?"
Chinsun nampak berpikir sejenak lalu mengangguk pelan
"Bisakah ajhumma memasakkan kimbab dan ayam pedas untuk ku nanti malam?"
Ahn ajhumma pun tersenyum mendengar permintaan dari nona muda nya itu, ia sangat bahagia karena nona muda nya itu mau mengungkapkan keinginannya.
"Nde, saya akan memasakkan itu untuk anda nona" jawabnya sambil mengulas lembut kepala chinsun.
Selesai sarapan chinsun bergegas untuk pergi ke namsan tower
"Nona, tunggu saya teringat sesuatu tadi sebelum nona sooyoung pergi dia berpesan untuk menyampaikan pada anda bahwa nanti dia akan pulang terlambat karena harus menengok pabrik yang ada di busan"
"Em Gomawo ajhumma" jawab chinsun singkat lalu melengang pergi sebelum ia tertinggal bis.
Ya chinsun lebih suka pergi menggunakan bis atau kereta ketika ia bepergian, ia merasa lebih nyaman menggunakan nya ketimbang menggunakan mobil pribadi.
Sesampainya di sana chinsun langsung mengambil beberapa gambar. ia memotret apa saja obyek yang menurutnya menarik, termasuk sebuah keluarga kecil yang terlihat sangat bahagia.