
Chinsun pun menganggukkan kepalanya lesu
"Kalau kau ingin tau cerita nya kau bisa bertanya langsung pada chunghee hyung"
"Aniya, aku tidak ingin mendengar cerita itu sekarang dari chunghee oppa, aku juga sedang tidak ingin bertemu dengannya"
"Baiklah kalau begitu, tapi chinsun aku ingin kau tau sesuatu dulu setelah chunghee hyung putus dengan hyunji nuna dia menjadi dingin dengan setiap wanita yang mendekatinya, ia juga membatasi diri dengan mereka. Tapi ketika dengan mu sikap nya berubah ia sangat hangat padamu. Dari caranya menatapmu aku dapat melihat ada cinta untuk mu di sana. Jadi chinsun kalau nanti chunghee hyung datang dan menjelaskan semuanya pada mu temui dia jangan menghindar dan jangan ambil keputusan saat kau marah. Arrachi?" Jelas daejung
Chinsun hanya mengangguk patuh
"Gadis pintar, hah sepertinya sekarang aku harus kembali sebelum jonghyun hyung memotong gajiku" pamit daejung sambil mengacak rambut chinsun
"Oppa sebelum kau kembali bisakah kau membelikan ku sup ayam gingseng" pinta nya dengan mengeluarkan mata puppy nya
"Apa? Kau mau makan lagi, wow ternyata kau punya selera makan yang hebat gadis kecil" jawabannya sambil terkekeh
"Yak, aku sudah bilang kan aku sedang kesal" jawabannya sambil memanyunkan bibir nya
"Araseo kajja kita beli" jawab daejung
Chinsun pun kembali tersenyum dan lari menghampiri daejung
Dan disinilah mereka disebuah restoran menunggu sup ayam gingseng mereka. Daejung melihat jam dipergelangan tangannya
"Chinsun sepertinya sekarang aku benar-benar harus kembali kekantor. Kau tidak apa kan makan sendiri. Kau tenang saja aku sudah membayar nya tadi jadi kau tinggal makan saja"
"Ah ne aku tidak apa kau pergilah oppa. Gomawo sudah menemaniku dan mentraktir ku hati-hati oppa" balas chinsun dengan senyuman manisnya
"Aigo, kau lucu sekali baiklah aku akan pergi bye" pamitnya lalu ia keluar dari restoran tersebut.
"Aku kembali" sapa daejung begitu dia sampai di kantornya ia bergegas naik ke lantai dua. Disana ia hanya ada jonghyun dan jaejung
"Yak kenapa baru kembali dari mana saja hah?" Tanya jonghyun
"Mian hyung tadi aku bertemu denga teman ku, dan keadaannya sedang tidak terlalu baik jadi aku menemaninya sebentar. Eoh dimana chunghee hyung?" Tanya nya entah pada siapa
"Dia sedang menemui chinsun, ada sesuatu yang harus ia luruskan" jelas jonghyun
"Aku akan merelakan nya untuk chunghee hyung asalkan chinsun bahagia maka aku juga akan bahagia. Tapi kalau sampai chunghee hyung membuatnya menangis lagi maka aku akan merebutnya" jawab jaejung dengan penuh keyakinan
Dan hal itu membuat dua orang lainnya terkejut mendengar jawaban dari anggota termudah mereka
"Ya daejung kau dengar tadi uri jaejungi sedah besar sekarang bahkan jawabnya sudah sangat bijakasan sekarang" olok jonghyun pada jaejung
"Kau benar hyung sekarang dia bukan laki-laki yang meminum susu lagi, sekarang dia pria yang sudah bisa minum soju" timbal dajung.
Mereka pun tertawa terbahak melihat jejung yang sedang mengumpati mereka.
Kegiatan itu terhenti ketika suara pintu ruangan mereka tertutup dengan suara keras
Blumm
"Yak chunghee kau berniat memecahkan pintu ruanga ini hah" omel jonghyun.
Sedangkan sang tersangka hanya memasang wajah kesalnya dan duduk di kursinya
"Yak apa yang terjadi, apa kau tidak menemukan chinsun" introgasi jonghyun
"Aku berhasil menemuinya hyung tapi dia belum bisa mendengatkan penjelasan ku. Dia meminta waktu agar dia siap mendengarkan penjelasan ku. 3 hari kedepan dia juga tidak akan berangkat. Aku benar-benar bingung hyung apa yang harus aku lakukan" jelasnya sambil memijit pengkal hidungnya.
Tadi dia sempat bertemu chinsun di depan rumahnya. Ia ingin menjelaskan tapi chinsun engan mendengarnya dan meminta waktu
"Kenapa kau harus bingung hyung, kau hanya perlu memberinya waktu apa susahnya" kali ini daejung yang menjawabnya
"Untuk urusan kali ini kau harus belajar pada nya chunghee, daejung adalah playboy dan kalau kau belajar padanya pasti kau akan mendapat banyak ilmu" saran dari jonghyun
"Yak hyung aku ini bukan playboy, aku hanya mewujudkan impian mereka, makanya aku mau berpacaran dengan mereka" sangah daejung dengan bersungut-sungut
"Ya ya ya terserah kau saja"
Mereka pun kembali dengan pekerjaan masing-masing