Just Belive

Just Belive
capture 15



Blam


pintu tertutup dengan cukup keras. Tersangka nya adalah gadis mungil dengan wajah merah dan wajah yang ia lipat. Jangan lupa ia juga menenteng sepatu heels yang tadi pagi ia pakai.sekarang pukul 3 dan dia baru kembali


"Yak kenapa dengan wajah mu itu? Dan kenapa kau menutup pintu dengan keras?" Protes daejung


"Dasar laki-laki kurang ajar, laki-laki sialan, laki-laki gila" bukannya menjawab pertanyaan daejung gadis itu malah mengumpat entah pada siapa


"Wow,,,your language beby" protes jaejung


"Aku kesal oppa, dia meminta perubahan pada desainnya. Tapi bukan itu saja yang membuat ku kesal dia merayu ku, dia terus mengoda ku, dia...dia menatap ku dari atas sampai bawah, aku benar-benar jijik dengan tatap itu Seolah dia sedang menyensor tubuh ku, dan lebih parahnya dia mengajak ku berkencan" jelas cinsun dengan bersungut marah


"Nugu?" Tanya jaehyun


"Jongwoon oppa, dia merayu ku dan terus mengajak ku berkencan"


"Hahahahahhaha" suara tawa daejung dan chunghee mengema


"Yak kenapa kalian tertawa, aku harus bagaimana sekarang? Ya tuhan aku benar-benar kesal" keluh chinsun.


Tidak ada dari mereka bertiga yang merespon chinsun karena mereka sedang sibuk tertawa


"Ah, baiklah kalau begitu aku akan cepat menyelesaikan desain nya agar tidak bertemu lagi dengannya" ujar chinsun dengan mengangkat kepalan tangan nya ke depan dada.


Ia lalu melepas headband nya lalu ia mengelung rambutnya asal dan menjadikan headband nya sebagai ikat.


Tiga laki-laki tadi sudah berhenti tertawa sekarang fokus mereka adalah menyaksikan kegiatan chinsun mengelung rambutnya.


Kalian pernah dengarkan kalau wanita itu akan terlihat lebih cantik dan sexy ketika mereka mengikat rambut.


Dan itulah yang sekarang dilihat oleh ketiga laki-laki tadi mereka menelan ludah kasar melihat chinsun yang terlihat cantik dan sexy mereka benar-benar dibuat terpesona oleh nya


"Kenapa kalian berhenti? Apa sudah puas menertawakan ku?" Ujar chinsun


"Aku pulang..." sapa jinghyun


"Selamt datang" balas mereka kompak


"Chinsun-ah ini es krim dan kimbab untuk mu. Mian aku tidak biasa mengirimkan mu foto para namja disana. Tadi seseorang mengancam akan memberi ku sp kalau sampai aku mengirim nya" jelas jonghun dengan memberi kan plastik yang ia bawa


"Wah gomawo oppa, siapa yang mengancam mu oppa?" Tanya chinsun sandang tangannya sibuk membuka es krim ikan kesukaan nya


"Ada seseorang kau tidak perlu tau" balasnya sambil berjalan menuju mejanya.


Sedangkan chinsun hanya mengangguk dan mulai menikmati es krimnya


"Chinsun sebenarnya ada cara yang sangat mudah untuk mu untuk terhindar dari jongwoo" ujar daejung


"Em, kau hanya perlu mengatakan padanya kalau kau sudah mempunyai kekasih" ujar daejung dengan mudahnya


"Tapi itu berbohong oppa, aku belum mempunyai kekasih kalau kau lupa oppa"


"Ah itu masalah mudah bagaimana kalau kau jadi kekasih ku saja" ujar daejung dengan mendekat pada chinsun


"Tapi aku tidak mau jadi kekasih mu oppa. Apa kau berniat memacari ku dan kakak ku sekaligus oppa?" Tanya chinsun dengan polosnya


Sontak hal itu membuat tiga orang lainnya berteriak


"YAK!!" seru mereka bertiga


"Wae? Kenapa kalian berteriak. Aku kan hanya sedang berusaha. Kalau begitu bagaimana kalau kau jadi kekasih jaejung saja hem?" Usul daejung


"Ani, aku tidak mau dengan jaejung oppa" sontak pernyataan itu membuat mereka penasaran. Bahkan jonghyun pun ikut mendekat ke meja chinsun


"Wae? Bukankah kau menyukai jaejung, kau bahkan sering mengucapkan itu padanya" debat jonghyun


"Itulah alasan nya oppa, aku sangat menyayangi jaejung oppa bahkan sejak pertama bertemu aku sudah menyayangi nya. aku tidak ingin kehilangan dan menjauh darinya. karena kalau kita berkencan pasti akan ada sebuah perdebatan pada hubungan itu, Dan aku tidak mau berdebat dengan jaejung oppa. Aku hanya ingin selalu bahagia bersamanya jadi aku tidak mau berkencan dengan nya" jelas chinsun yang membuat semua orang tercengan dengan penuturannya.


Mendengar penjelasan chinsun, jaejung pun mendekat memeluk kepala gadis itu lalu ia kecup pucuk kepala gadis itu


"Gomawo, aku juga sangat menyayangimu. Aku juga mencintaimu tapi aku tidak akan memaksa mu aku akan bahagia kalau kau bahagia"


Chinsun memeluk pingang jaejung


"Gomawo oppa, aku menyayangimu"


"Em, aku tau itu berbahagia lah selalu gadis kecil ku" nasehat jaejung


Chinsun hanya mengangguk patuh.


"Baiklah, bagaimana kalau chunghee hyung?" Daejung masih terus memberi pertanyaan


"Molla" jawabannya sambil melepas pelukan nya pada jaejung


"Wae?" Tanya jonghyun


"Aku tidak tau apa yang aku rasakan oppa, setiap aku bertemu dengannya jantung ku selalu berdegup lebih cepat dan tak beraturan, dan serasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan diperutku saat pandangan kami bertemu, ataupun ketika dia mengenggam tangan ku" jelasnya dengan kepala yang ia tidurkan diatas meja


Daejung menepuk keningnya, jonghyun mengacak rambut chinsun pelan, jaejung mengelus kepala gadis itu. Sedangkan chunghee sekarang wajahnya memerah seperti kepiting rebus, ia juga menahan senyumnya agar tetap terlihat cool didepan chinsun dan teman-teman nya.


"Oppa, apakah aku perlu kedokter jantung untuk memeriksakan jantung ku?" Tanya polos chinsun pada jaejung.