Jessy

Jessy
Sahabat



"**Sesama sahabat harus saling tolong menolong dan jangan sungkan untuk minta tolong"


-Sisilia Andine**-


Tak lama setelah itu, pintu uks terbuka. Menampilkan Reza, Dicky, Allan, Belva dan Sisil yang telah selesai dengan suruhan Kevin.


Teh hangat dan soto mereka letakkan dimeja sebelah ranjang. Sedangakan jaket Kevin diberikan langsung kepada Kevin oleh Belva.


"Nih ganti baju lo" Kevin melemparkan jaketnya tepat ke muka Jessy.


"Cih, muka gue. Dasar! Ga bisa santai ya ngasihnya" keluh Jessy.


Galaknya keluar lagi,bentar baik bentar galak, ck dasar Batin Kevin.


"Apa liat liat" sewot Jessy yang kesal karna dari tadi Kevin melihat ke arahnya terus.


"Ck,pd amat lo" ketus Kevin.


"Ya biar serah gue" balas Jessy tak kalah ketus.


"Sana, lo keluar" usir Jessy kepada Kevin. Karena dia akan ganti memakai jaket Kevin.


"Ck. Iya" ucapnya


"Kalian juga keluar" tunjuk Jessy kepada kedua temannya dan teman-teman Kevin.


Kemudian Kevin dan ketiga temannya keluar dari uks, di ikuti Belva dan Sisil. Meninggalkan Jessy diruang uks yang sedang mengganti seragamnya.


"Makasih kak udah nolongin Jessy" ucap Belva ramah. Dia harus berterimakasih kepada penolong sahabatnya.


Kevin hanya mengangguk lalu pergi dari uks, dan di ikuti ketiga temannya.


"Gila tuh kakel, dingin banget kaya es" kesal Sisil. Setidaknyakan harus jawab apa gitu masa cuma ngangguk doang, batinya merasa kesal.


"Udah-udah lagi pula dia kan udah nolongin Jessy" Ucap Belva berusaha meredakan kekesalan Sisil.


"Untung ganteng" umpat Sisil. Orang ganteng kan bebas.


"Idih giliran ganteng aja langsung di maafin" cibir Belva kepada Sisil.


"Hehe" Sisil hanya menyengir tanpa dosa.


»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊‎​​:✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶


Setelah Jessy selesai mengganti pakaiannya dengan jaket milik Kevin, Jessy memanggil kedua temannya itu untuk masuk kembali kedalam uks.


Dan setelah itu, Jessy menceritakan kejadian di toilet tadi karena Belva dan Sisil memintanya untuk bercerita. Jessy bercerita sambil menghabiskan soto dan teh hangat yang sudah dibeli oleh teman-teman Kevin tadi.


"Gila tuh kakel cabe" kesal Sisil. Enak saja dia, mentang-mentang kakak kelas bisa seenaknya nindas adik kelas cuma gara-gara masalah cowok.


"Iya tuh, muka menor aja songong" ucap Belva. Dia juga sebal kepada kakak kelasnya yang bernama Ninda itu.


"Udah biarin aja, nanti kalo semisal mereka macem-macem lagi sama gue,


gue ga akan tinggal diem lagi" ucap Jessy.


"Kalo ada apa apa, lo bilang ke kita Jes, siapa tau nanti kita bisa bantu" ucap Belva.


"Iya Jes, apapun masalah lo, lo harus cerita ke kita. Kitakan sahabat, jadi sesama sahabat harus saling tolong menolong dan jangan sungkan untuk minta tolong sama kita" timpal Sisil.


"Haha tumben lo pinter" Belva terkekeh mengejek ke arah Sisil.


"Ah jadi makin sayang deh" ucap Jessy penuh senyum.


Lalu mereka bertiga pun berpelukan erat dan lama sampai sampai suara bel memisahkan pelukan mereka.


"Aelah belnya ganggu banget sih. Acara pelukannya kan belum selelsai" kesal Sisil. Sedang enak-enaknya menikmati moment bersama sahabat, eh malah ada pengganggu. Dan pengganggunya adalah bel pertanda masuk.


"Udah sana kalian masuk, trus sekalian balikin mangkuk sama gelasnya" ucap Jessy menyodorkan mangkuk dan gelas kepada Belva.


"Oke bye Jesss, nanti gue ijinin sama gurunya kalo lo sakit" ucap Belva menerima mangkuk dan gelas itu dari Jessy.


"Trus ini hp lo" Sisil menyerahkan hp Jessy yang sudah mereka ambil dikelas.


"Oke thanks" ucap Jessy mengambil hpnya dari tangan Sisil.


Lalu Belva dan Sisilpun pergi dari uks dan meninggalkan Jessy sendirian disana.


Karena bosan Jessy memainkan hpnya. Hpnya tadi tertinggal dikelas, untung saja saat Belva sama Sisil mengambil jaket tadi sekalian mengambil hpnya Jessy. Coba kalo tidak? Sudah bosan dia di uks, sedirian lagi. Dasar Jomblo!


Lalu Jessy membuka aplikasi WhatsApp


Jessynataliaptr


Kak Ren?


Renovaakbarg


Apa Jes?


Jessynataliaptr


Emm, Nanti jadi pulang bareng?


Renovaakbar


Iya, jadi


Jessynataliaptr


eh kak


kok main hp sih, kan udah pelajaran


Renovaakbarg


Jessynataliaptr


Oh gue kira


kakak bolos


Renovaakbarg


Ya kalik gue bolos.


Jessynataliaptr


Hehe:v.


Renovaakbarg


Nah lo sendiri, knp main hp?


Jessynataliaptr


Bosen kak


Renovaakbarg


Knp? lgi bolos ya?


hayo ngakuuu😅


Jessynataliaptr


ga bolos ih😠


aku lagi di uks ini


Renovaakbarg


Hah? Kok bisa?


Jessynataliaptr


Sakit


Read


"Ck, cuma dibaca doang" gerutu Jessy kesal. Dia sedang butuh teman mengobrol dan Reno hanya menmbaca pesan terakhirnya saja.


Jessy membatin, apa mungkin gurunya udah dateng kalik ya. Batinnya.


Sepuluh menit kemudian pintu uks terbuka, menampilkan sosok laki-laki yang tadi membuatnya kesal.


"Loh kok Kak Reno malah kesini?" tanya Jessy kebingungan. Katanya kan tadi dikelas, kenapa tiba-tiba ada disini, batinya kebingungan.


"Liat kamulah" ucap Reno mendekat ke arah tempat Jessy berbaring.


"Mananya yang sakit?" tanya Reno lembut setelah duduk dikursi dekat ranjang kasur.


"Kepala" Jessy memegang keningnya.


"Lutut kamu juga sakit?" Reno melihat lutut Jessy yang terbalut kapas.


"Hehe iya kak" jawab Jessy seadannya.


"Kok lo bisa jadi gini sih Jes?" tanya Reno terheran-heran.


"Gpp kok kak" balas Jessy berusaha menutupi.


"Jangan boong Jes" peringat Reno.


"Aku tadi jatuh" ucap Jessy berbohong.


"Jangan bohong Jessy, aku nggak percaya. Aku telfonin tante Melia nih" ancam Reno sembari mengeluarhan hpnya. Melia adalah nama ibu Jessy.


"Ah *** lo kak, dasar tukang ngadu" kesal Jessy. Jika sedang kesal Jessy akan menggunakan lo-gue kepada Reno.


"Makannya cepet cerita" desak Reno agar Jessy mau menceritakan kejadian sebenarnya.


"Ck iya iya bawel" sebal Jessy.


Akhirnya Jessy pun menceritakan semua kejadiannya dari awal sampai akhir yang terjadi padanya di toilet.


"Cuma gara-gara Kevin si anak kutub itu si Ninda celakain kamu?" tanya Reno.


"Iya" jawab Jessy singkat mengangguk.


"Hah, mending lo jauh jauh aja sama dia, dari pada lo terluka lagi" ucap Reno menasehati. Reno hanya tak mau jika Jessy kenapa-napa lagi.


"Gue juga ogah kalik deket sama dia. Abis ngeselin sih dia. Udah dingin cuek lagi" Oceh Jessy merasa sebal jika teringat tentang Kevin.


"Haha yaudah nanti sepulang sekolah aku langsung kesini aja, kamu gausah nunggu digerbang." Ucap Reno.


"Oke kak, eh nanti sekalian ambilin tas aku dikelas ya kak. Sama bilangin ke Belva sama Sisil kalo aku nanti pulang bareng kakak. Biar mereka ga kawatir" ujar Jessy.


"Iya bawel" Reno mengacak rambut Jessy.


"Ah ngeselin, jadi berantakan kan?" sebal Jessy dengan mengerucutkan bibirnya.


Lucu kalo lagi ngambek


Batin Reno.


"Udah jangan ngambek, aku balik ke kelas dulu" pamit Reno.


"Oke kak makasih" Jessy melambaikan tanganya ke arah Reno dan Reno membalas lambaian tangan Jessy.