Jessy

Jessy
Senin



Tawamu seperti medan magnet, mampu menarik ku kedalam pesonamu.


Hal yang menjadi rutinitas para pelajar di hari Senin, upacara. Kata itu cukup familiar bagi kalangan anak pelajar. Bagaimana tidak? setiap hari Senin saja pasti selalu di adakan upacara bendera di setiap sekolah. Untuk menghormati para pahlawan yang telah gugur di medan perang.


Terik matahari semakin terasa menyengat di kulit. Sedangkan orang yang sedari tadi sedang memberi amanat di atas mimbar depan, tak kunjung juga selesai dengan pidatonya. Tidak tahukah bahwa sekarang para siswa-siswinya sedang kepanasan?


Perlu kalian ketahui, bahwa sekarang upacara tengah berlangsung di Sma Starsmoon. Dan para murid mulai lelah berdiri di lapangan sekolah mendengarkan pidato panjang guru mereka, Pak Broto.


"Buset dah lama bener sih pidatonya" keluh Sisil merasa lelah.


"Sabar aja kali, noh liat si Jessy aja sabar" ucap Belva mengarahkan dagunya ke arah Jessy.


"Hem iya deh iya. Eh btw kak Kevin sama yang lainya gak upacara ya" ujar Sisil ketika didapatinya ternyata kakak kelasnya bersama teman temannya tidak ada dibarisan kelas XI.


"Alah palingan juga lagi bolos lagi mereka" balas Belva yang sudah paham betul dengan tabiat kakak kelasya itu.


Sudah tidak asing lagi bagi para murid Starsmoon, bahwa Kevin dan ketiga temanya itu suka sekali membolos. Kata membolos sudah melekat kepada mereka berempat. Badboynya Sma Starsmoon.


»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊‎​​⌣✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶


Setelah upacara selesai ketiga gadis remaja itu tengah berada di kantin. Untuk menghilangkan penat mereka dengan makanan dan minuman.


"Gila, pak Broto lama banget ceramahnya" celetuk Sisil masih kesal.


"Iya tuh, ga tau apa muridnya pada kepanasan" gerutu Belva tak kalah kesalnya.


"Heh Jes! Lo diem diem baek dari tadi. Kesambet baru tau rasa lo" oceh Sisil.


"Suka-suka guelah" Jawab Jessy acuh.


"Judes banget sih Jes" ucap Sisil.


"Suka-suka gu--"


"GUELAH!" potong Sisil dan Belva bersamaan. Alhasil, mereka bertiga menjadi pusat perhatian di kantin.


"Kecilin suara lo itu" peringat Jessy.


Belva menyahut "tau tuh si Sisil, kalo ngomong suka ngegas" ucapnya tanpa bercermin terlebih dahulu.


"Heh kok gue, lo kan tadi juga ngegas dodol, ngaca" balas Sisil tak terima.


"Udah deh diem. Makan dulu habis itu ke kelas. Tuh makananya udah nyampe" lerai Jessy.


Sementara itu dilain tempat, ada empat cowok yang sedang bersantai-santai menikmati angin pagi yang menerpa wajah mereka.


"Serasa di surga nih kita, gak perlu capek-capek upacara" ujar Allan.


"Asik juga ya kita, yang lain pada panas-panasan upacara, kita malah santai santai disini" celetuk Dicky yang sedang memainkan hpnya. Entahlah apa yang sedang dia lakukan.


Mereka kini sedang berada di rooftop sekolah. Tempat yang menjadi pelarian mereka ketika membolos. Mernurut mereka tempat ini sangat nyaman. Ada sofa yang tak terpakai serta meja dan juga kursi yang tak terpakai. Dan yang paling penting, ini adalah tempat yang nyaman untuk membolos. Karena mereka tidak akan ketahuan.


"Yoilah, ya nggak Vin" ucap Reza pada Kevin. Sedangkan yang di ajak ngobrol malah asik tiduran di sofa dengan satu tangan yang menutupi matanya.


Allan yang melihat Kevin asik tertidur berdecak


"Ck, si Kepin, malah asik tiduran"


"Woi bangun lo" teriak Allan pas di telinga Kevin.


"Ck ganggu lo" kesal Kevin.


Kemudian Kevin bangkit dari sofa yang menjadi tempat tidurnya.


"Eh bocah, main tinggal-tinggal aja" kemudian ketiga temannya pun menyusul Kevin. Dan langkah mereka berakhir di kantin.


Mata Kevin menyusuri seluruh kantin. Dan tatapannya berhenti, terfokus pada seorang gadis yang sedang tertawa.


Tanpa sadar kakinya melangkah menghampiri tempat dimana gadis itu sedang duduk bersama kedua temannya.


»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊‎​​⌣✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶


"Eh eh itu bukanya kak Kevin ya?" bisik Sisil lirih menunjuk ke arah Kevin dan ketiga temannya.


Belva menoleh ke arah yang dimaksud Sisil "Eh iya bener Sil,  kayaknya dia mau kesini deh" ucapnya.


"Sok tau, paling juga cuma mau lewat aja" acuh Jessy, sambil terus menyantap makananya. Mau Kevin kek mau artis bodo amat, yang penting dia kenyang.


"Et dah dibilangin-- tuh kan dia kesisini" bisik Sisil lagi pelan sedikit heboh.


"Apa'an sih Sil-- uhuk uhuk, a-ir uhuk uhuk" Jessy tersedak karena terkejut melihat cowok yang berdiri di depannya, Kevin. Tiba-tiba saja cowok itu sudah berdiri di depannya. Dengan penampilan yang acak-acakan.


Rambut yang tak disisir rapi. Atau mungkin malah dibiarkan acak-acakan. Lalu baju yang dikeluarkan. Kancing yang dibuka 2 dari atas, memperlihatkan dada bidangnya. Gerah kalik ya. Dan yang terakhir dasi yang berada disaku celananya.


*Woi Kepin! dasi tempatnya bukan disaku celana -author


"Tumben si Kepin banyak omong" batin author


Tanpa sadar Kevin langsung mengambil air minum yang bisa di pastikan adalah milik Jessy dan memberikan nya ke Jessy.


"Pelan-pelan" ucapnya singkat, dan Jessy segera meminum minuman itu.


"Ya ampun Jes, pelan-pelan dong makannya" ucap Belva.


"Heh bocah main pergi aja, eh taunya malah ngapel doi" celetuk Allan yang baru saja sampai dan langsung mengambil duduk di depan Jessy.


"Duh haus nih, Dic pesenin minum gih" suruh Reza sembari duduk disamping Allan.


"Ogah ah males" tolak Dicky. Enak saja si Allan main suruh-suruh aja. Emangnya dia babunya apa?


"Gue bayarin" ucap Kevin.


"Nah, kayak Kevin tuh, ya udah tunggu bentar" ujar Dicky.


"Eh sekalian makanan" teriak Reza kepada Dicky.


Allan menepuk tempat duduk disampingnya "duduk kenapa Vin, ga pegel tuh kaki lo" Ucapnya kepada Kevin yang sedari tadi hanya berdiri saja. Sedangkan Reza sudah duduk di samping kanan Allan.


"Hm" akhirnya Kevin duduk juga disamping kiri Allan.


"Lo pacaran ya sama Kepin" tanya Allan tiba-tiba kepada Jessy yang duduk didepannya.


"Uhuk uhuk" untuk kedua kalinya Jessy tersedak.


"Duh Jes keselek lagi kan, di bilang pelan-pelan juga" cerocos Sisil menepuk tengkuk Jessy.


"Nih minum dulu" Belva menyodorkan minuman Jessy.


"Haha sans aja ga usah gitu responya. Btw kapan lo sama Kevin jadi--"


"Gue gak pacaran sama dia" potong Jessy cepat sambil melirik ke arah Kevin.


"Duh ga usah malu-malu gitu, jujur aja sama kita"


"Gue udah jujur" balas Jessy singkat. Dia sedang malas berdebat.


"Vin" panggil Allan, sedangkan yang di panggil hanya menengok dan menaikkan alisnya.


"PJ-nya dong"  Alan menaik turunkan alinya.


Kevin mengkerutkan keningnya  pertanda bingung "PJ apaan?" tanyanya.


"Pajak jadian"


"Siapa yang jadian?" Kevin bertambah bingung. Pasalnya dia sama sekali tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun.


"Loh bukanya lo sama Jessy paca--"


"Nggak" potong Kevin, sebelum Allan meneruskan ucapannya.


"Lah terus lo tadi ngapain kesini?" heran Alan.


"Suka-suka gue lah" Kevin pun juga tak mengerti kenapa langkah kakinya membawanya kesini. Dia tadi hanya reflek berjalan kesini saat melihat Jessy tertawa. Tawa gadis itu sangat menarik dimata Kevin. Dia terpesona dan seakan tersihir oleh tawa Jessy.


Reza yang mendengar pembicaraan kedua temanya, hanya bisa mengulum senyum. Dia tahu betul Kevin. Karena hanya Reza yang paling dekat dengan Kevin semenjak TK.


Menurutnya, Kevin tidak mungkin bertindak tanpa alasan. Maka tidak mungkin jika dia duduk disini tanpa alasan. Kecuali memang dia tanpa sadar tertarik dengan sosok Jessy.


"Nih pesenan kalian" ucap Dicky menaruh minuman pesanan mereka di atas meja. Dibelakangnya ada Mang Ujang yang membawakan makanan pesanan mereka.


Selamat Kevin kau terbebas dari Allan si cerewet.


Huh selamet gue, batin Kevin lega. Lega karena Allan tak akan menanyai apapun lagi.


Pasalnya jika sudah ada makanan, Allan akan lupa dengan segala hal.


Ke-empat lelaki itu kemudian menyantap pesanan mereka masing masing. Sedangkan Jessy dan kedua temanya melanjutkan kegiatan makan mereka yang sempat tertunda.


Sesekali  ke-tujuh remaja itu bercanda bersama. Serta membicarakan hal-hal yang menurut mereka menarik.


**SIAPA YANG SUKA KE KANTIN SEHABIS UPACARA BENDERA?


SOALNYA AKH JUGA PALING SUKA KALO HABIS UPACARA PERGI KE KANTIN TERUS BELI ES DUH SEGER BANGETTT


EMANG YA, HABIS PANAS PANAS TUH PALING SEGER MINUM ES


BTW NGGAK CUMA KEVIN DOANG KOK YANG NARUH DASI DI SAKU, AUTHOR JUGA KOK HEHE, TAPI AKU NARUHNYA DI SAKU ROK**