
"Tidak ada kata pertemuan jika kita hanya sekilas bertemu saja tanpa ada saling tatap"
Setelah bus tiba di sekolahnya, Jessy langsung turun dari bus dan masuk ke sekolahnya melalui gerbang sekolah.
Saat hampir memasuki gerbang, terdengar bunyi klakson sepeda motor dari arah belakang.
tin tiiin tiinnn!
Bunyi kencang suara klakson motor.
Dilihatnya ternyata adalah suara klakson motor sport warna hitam yang melaju lumayan kencang dari arah belakang, dan menuju ke arah gerbang tempat Jessy berdiri saat ini.
Dari samping ada anak laki laki yang menarik Jessy kearahnya. Dan beruntunglah Jessy, karena selamat dari motor yang hampir menabraknya itu.
"Woii punya mata ga lo!" teriak Jessy dengan kesalnya.
Laki laki yang menaiki motor hitam itu hanya menatap kaca sepionya itu dengan tatapan dingin melihat gadis yang marah kepadanya.Yah dia memang begitu, dia laki laki yang dingin tapi tampan.
Dih jadi cewek kok galak amat, batin cowok itu.
Laki laki itu seharusnya beruntung dengan ketampanannya karena...
Kalo diliat-liat kayaknya ganteg juga. Untung tampan kalo gak udah gue tipuk pake sepatu gue, batin Jessy.
Laki laki yang menolong Jessy langsung melepas tangan Jessy setelah menariknya.
"Jes lo gapapa kan?" tanya laki laki itu dengan cemas.
"Eh kak Reno, iya kak gapapa. Maksih ya kak" kata Jessy sambil menatap orang yang dipanggilanya dengan sebutan kak Reno itu.
"Iya sama-sama. Oh iya Jes, habis ujian kan kelas 10 sama 11 mau camping, nah kamu ikut nggak Jes?" tanya Reno kepada Jessy.
"Ikut dong, papah mamah juga bolehin" balas Jessy.
"Duduk di busnya nanti bareng gue ya?"
"Emang boleh kak?" tanya Jessy.
"Boleh dong, aku kan Ketos " ucap Reno.
"Iya deh yang pak Ketos" ucap Jessy sedikit jengkel
"Yaudah aku kak duluan ya? sekali lagi makasih ya kak Ren" kata Jessy.
"Iya Jessy sama sama" kata reno singkat.
Jessy dan Reno pergi ke kelas mereka masing masing.
Reno adalah teman masa kecilnya walau umurnya beda satu tahun, tapi mereka selalu bermanin bersama. Dia yang selalu ada saat Jessy sakit maupun susah saat orang tua Jessy masih di luar negri.
Reno sudah Jessy anggap sebagai kakaknya. Begitu juga Reno, dia sudah menganggap Jessy sebagai adiknya.
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊:✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Dalam hati Jessy masih kesal dengan orang yang tadi hampir menabraknya. Gimana ga kesal coba? Lagi buru buru malah mau ketabrak "Au Ah males gue" kata Jessy dengan kesalnya.
Setelah itu dia masuk ke kelasnya dengan penuh kekesalan. Di kelasnya sudah ada teman-temannya yang menunggunya.
"Jes lo kenapa si kok cemberut gitu?" kata Sisil salah satu teman Jessy. Dia heran dengan muka cemberut. Ada apa dengan temanya itu?
"Wah, iya nih tumben banget pagi-pagi udah pasang muka cemberut" sahut Belva salah dua teman Jessy.
Mereka berdua adalah sahabat Jessy.
Belum sempat Jessy bercerita tiba tiba bel masuk berbunyi "tringgg"
Dan kebetulan sekali guru mereka telah datang.
"Udah lanjut nanti aja, sekarang udah masuk nih" Kata Jessy.
"yahhhh" suara kecewa kedua temanya.
"Ntar gue ceritain kalo udah istirahat" kata Jessy agar temanya tak sedih.
"Baiklah" jawab kedua temanya.
Pelajaranpun berlangsung tapi, Jessy hari ini tidak fokus karena fikiranya penuh dengan kejadian pagi tadi di gerbang sekolah.
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊⌣✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Kring! Kringg!
Bel tanda istirahat telah berbunyi. Membuat semua murid SMA Starsmoon kegirangan karena pelajaran telah usai.
Setelah guru keluar kelas, Sisil langsung menuju meja Jessy dan Belva. Lalu Jessy mulai menceritakan kejadian pagi tadi di gerbang sekolah.
"Gilaaa!"teriak Sisil setelah mendengar cerita Jessy. Tentang Jessy yang hampir tertabrak.
"Lo itu yang gila Sil, pagi pagi udah teriak" Ketus Belva yang kesal dengan teriakan Sisil.
"Udah udah kenapa harus sehisteris itu sih. Kan bukan kalian yang hampir ketababrak tapi gue" kata Jessy agar temanya tidak ribut lagi.
"Ya udah mending kita kekantin aja yuk daripada bahas masalah itu"
lanjut Jessy.
"Yaudah yuk"
jawab Sisil singkat.
Lalu mereka bertigapun pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka.
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊:✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«
"Jes Bel, kita duduk pojok sana yuk" teriak Sisil sambil menarik Belva dan Jessy.
Saat mau melangkah kesana tiba tiba Belva berhenti dan bilang "Jangan dipojok sana" ucap Belva tiba tiba.
"Emang kenapa Bel?",tanya jessy dan sisil yang bingung.
"Heh sil emang lo ga inget ya disana tu tempat duduknya siapa?" tanya Belva.
Sisil sejenak berfikir...
"Eh iya gue inget! itu tempat duduknya kak Kevin sama temen-temennya" katanya tiba tiba.
Jessy hanya terdiam bingung "hah? emang dia siapa" tanya Jessy polos.
"Ya ampun Jessy ku sayang, lo kudet banget si. Masa lo ga kenal kak Kevin sih? Makannya, lo itu jadi orang jangan terlalu acuh sama bodo amat, masa sama kak Kevin aja ga kenal? Dia itu Kevin Orlando Prasetya, cowok terganteng ter dingin di sekolah ini." ucap Berlva panjang lebar dengan nada yang gregetan dengan Jessy.
"Iya bener itu, dan dia itu super dingin sama cuek tapi ganteng, dia biasanya duduk disana sama tiga temenya." tambah Sisil.
"Oh." Jessy hanya menjawab oh dengan nada datar. Dia tidak peduli dengan kata kata Belva dan Sisil tadi.
"Ya udah kita duduk di situ aja" kata sisil sambil menunjuk tempak duduk yang ada di samping tempat duduk yang ada dipojok.
"Ya udah ayuk, terus buruan pesen gue udah laper nih." sambung Belva. Lalu mereka bertiga duduk disana dan memesan makanan dan minuman mereka.
Tak lama setelah pesanan mereka datang,Jessy dan kedua temanya mulai makan.
Di saat yang bersamaan Kevin dkk pun datang. Mereka datang dengan gaya cool mereka masing masing.
Dengan baju yang dikeluarkan dan dengan tangan yang ada disaku celana abu abunya.
Kalau dilihat lihat mereka sangat kompak, sama sama tidak memakai dasi dan juga sama sama bajunya dikeluarkan.
Jangan ditanya lagi bagaimana penampilan mereka karena penampilan mereka keren ABISSS. Terutama Kevin yang kancing bajunya dibuka 2 dari atas, mebuat dada bidangnya sedikit terlihat.
Disamping kanan Kevin ada Allan Dika Saputra yang biasa dipanggin Allan.
Sedangkan di kiri Allan ada Dicky Rizki Wijaya biasa dipanggil Dicky.
Dan di kiri Kevin adalah teman terdekat Kevin yaitu Reza Rahardika yang biasa dipanggil Reza.
Kedatangan mereka membuat para siswi yang ada dikantin heboh karena kehadiran mereka berempat.
"Eh lihat itu kak Kevin!"
"Ya Tuhan ganteng banget sih mereka"
"Keren abis kak Kevin, apalagi pas baju nya dikeluarin, terus dengan jalannya yang cool"
"Lihat dadanya, uhh menggoda iman saja." padahal dada Kevin hanya terlihat sedikit. Memang dasar dia aja yang lebay.
apasi thor gaje wkwk.
"Kak Dicy juga keren abis dia, ganteng juga"
"Iya kerennn"
"Oh Kevinkuuu"
"Aelah kerenan kak Allan lah"
"Woi kak Reza juga keren kali,lebih malah"
"Kerenan kak Keviiin 200%"
"Uh dedek kepinnn"
(dasar kakel alay)
Dan masih banyak lagi pujian lainya tentang mereka dari para senior maupun junior mereka.
Jessy yang merasa risih dengan suara kehebohan akibat kedatangan Kevin and the geng pun beranjak pergi dari tempat duduknya.
Yah dia merasa terganggu dengan suara suara itu.
Belva dan Sisil yang merasa heran dengan Jessy pun bertanya "Lo mau kemana Jes?" tanya Belva.
"Ke kelas" balas Jessy singkat.
"Kenapa? Kan makanan lo belum habis" tanya Sisil yang menautkan kedua alisnya bingung karena Jessy tiba tiba ingin beranjak pergi, padahal makananya belum habis.
"Berisik" Jawab Jessy singkat lagi.
Kedua temanya semakin binggung dengan Jessy
"Apanya?" tanya mereka heran.
"Kantinya!" jawab Jessy dengan ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan makanan dan minuman yang belum Jessy habiskan. Dan meninggalkan kedua temanya yang kebingungan.
**AKU BUTUH KRITIKKAN KALIAN
SUPAYA BISA BUAT CERITA YANG LEBIH BAIK LAGI
JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE DAN KOMENTARNYA UNTUK CERITA INI**