
..."Yang kudapat hanya kosong, kau tak ada disana. Dan yang kurasa adalah pedih, ketika kau pergi entah kemana"...
Malamnya, para peserta membuat api unggun seperti malam kemarin. Dan untuk malam ini acaranya hanya Pentas Seni. Setiap kelas wajib mengikuti, tidak semua murid hanya perwakilan saja.
Kemarin kelas Jessy telah menampilkan dance, dan hari ini kelasnya akan menampilkan solo vokal. Tentu saja teman-temannya menunjuk Jessy untuk mewakili kelasnya, namun Jessy tidak mau dan pada akhirnya digantikan oleh temannya.
Sedangkan untuk kelas Kevin, Kevin sendirilah yang akan mewakilinya. Tentu saja itu karena paksaan dari seluruh teman-temannya. Kevin maju membawa gitarnya.
"Suara gue jelek, jadi gue bisa ajak orang lain duet kan?"
"Ya kak cepet nyanyi"
"Duet sama aku aja kak"
"Kalau suara merdu kaya gitu jelek, terus gue ini apa"
"Toa masjid diem"
Begitulah teriakan para murid Starsmoon.
"Gue mau ajak Jessy dari kelas…"
"Jessy siapa nih yang jelas dong" Teriak Reza dari tempat duduknya. Boleh lah sesekali iseng.
"Gue mau duet sama Jessy Natalia Putri dari kelas X IPS 1" Kata Kevin lantang.
"Wuih hafal juga lo namanya" Ucap Allan dari tempatnya duduk.
"Nama gebetan bro, masa nggak hafal" Sahut Dicky dengan suaranya yang keras. Sontak saja ia mendapat tatapan tajam dari Kevin.
"Ya tuhan kenapa nggak gue aja"
"Sama aku aja kak"
"Sama gue Vin, masa mau duet sama bocil"
Begitulah teriakan para siswi Sma Starsmoon.
"Halah bacot lo pada"
"Tau tuh tinggal diem apa susahnya"
"Ribut mulu"
Sahut para siswa laki-laki Sma Starsmoon.
"Oke harap tenang semua, untuk Jessy silahkan untuk maju ke depan" Kata MC.
"Buruan Jes maju" Desak Belva.
"Buat kelas aja gue nggak mau, apalagi buat dia" Jessya hanya tak ingin menjadi sorotan. Apalagi dia dan Kevin tidak memiliki hubungan apa-apa. Ia tak ingin menimbulkan masalah untuk kedepannya.
"Udahlah Jes, gapapa. Lagipula ini kan juga cuma buat ngehibur" Ucap Sisil.
"Tapi gue masih pusing, masa disuruh nyanyi. Ntar kalo tiba-tiba pingsan gimana?"
"Bentar aja Jes, terus nanti lo langsung balik aja ke tenda. Nanti kita temenin." Kata Sisil yang disetujui oleh Belva.
"Tadi siapa yang maksa kesini, disuruh istirahat ga mau. Giliran disuruh maju masa pusing" Kata Belva. "Nggak papa Jes, bentar doang kok" Lanjutnya.
Jessy menoleh ke arah tempat Reno duduk, dan ternyata cowok itu juga sedang memperhatikan Jessy. Cewek itu meminta pendapat Reno melalui isyarat yang dibalas anggukan oleh Reno.
Jessy Jessy Jessy!
Teriakan para murid Sma Starsmoon mengiringi langkah Jessy.
Akhirnya Jessy maju kedepan menghampiri Kevin. Namun setelah ia maju, hpnya berbunyi ada telepon masuk.
"Nyokap gue telephone jadi gue ga bisa, lo bisa cari yang lain. Gue mau cari sinyal dulu." Katanya lalu berjalan menjauh dari sana.
Tentu saja Jessy hanya berbohong, beralasan bahwa yang menelepon adalah mamanya. Ia juga tidak tahu itu dari siapa, lalu ia menjawab panggilan telepon itu.
"Halo dengan siapa?" Tayanya.
"Ha- mpph" Tiba-tiba ada yang membekap Jessy dari belakang. Jessy sudah berusaha memberontak, namun ternyata tidak hanya satu orang yang mencelakainya. Lama kelamaan kesadarannya menurun lalu pingsan.
Disatu sisi Kevin tengah menyanyikan lagu untuk pentas seni.
Lagi kak lagi
Setelah Kevin selesai, ia kembali duduk bersama teman-temannya. "Nggak ada untuk yang kedua kalinya" ketus Kevin.
"Lah kenapa Vin, padahal sekali nyanyi aja suara lo udah bisa membius para wanita"
Kevin menatap tajam.
"Pegang" Kevin menyerahkan gitarnya kepada Reza.
"Mau kemana woi" Teriak Allan.
"Paling juga mau ketemu sama Jessy" Sahut Dicky.
"Sok tau lo"
"Tapi kayaknya Jessy dari tadi ga ada deh disana" Ucap Reza.
"Wah parah lo Za, ternyata lo tukang nikung ya" Selidik Allan.
"Bukan gitu, tadi kebetulan pas lagi liat kesana"
"Kebetulan apa kebetulan nih. Jangan-jangan lo liatin…" Ucapan Dicky terpotong.
"Tutup mulut lo sialan!" Kesal Reza.
"Dimana Jessy?" Tanya Kevin pada Belva dan Sisil.
"Dia dari tadi belum balik lagi kesini kak, mungkin dia lagi di tenda" Balas Belva.
"Iya kak mungkin dia di tenda, soalnya tadi sempat bilang juga kalo kepalanya pusing" Kini giliran Sisil yang menjelaskan.
"Betul. Dia aja kesini tadi maksa. Disuruh istirahat nggak mau. Coba deh kak cek ketenda" Sahut Belva.
'Dasar keras kepala' Batin Kevin, masih pusing tapi tetep aja nekat datang, pikirnya.
Tak ingin berlama-lama lagi disana, Kevin langsung berlari menuju ke arah tenda Jessy berada. Setelah sampai disana, Kevin berdehem sebentar. Lalu cowok berwajah tampan itu memanggil Jessy "Woi!"
"Astagfirullah Kevin, lo itu nggak ada manis-manisnya ya. Masa Jessy lo panggil 'woi', dia kan punya nama" Author menyela.
"Suka-suka gue lah Thor. Lagi pula cukup Jessy aja yang manis, gue nggak usah. Jessy nggak akan kuat" Gombalan A'a Kepin yang ganteng.
Oke balik lagi ke cerita.
Kevin berperang sendiri dengan pikirannya. 'Kenapa dia nggak jawab? atau lagi tidur ya? tapi masa jam segini udah tidur"
"Sorry gue buka, gue cuma mau-- Jess?!" Mata Kevin terbelalak karena terkejut. Niat dia ingin memastikan apakah Jessy ada di dalam, namun yang cowok itu dapat malah tenda Jessy yang kosong.
"JESSY!" Teriak Kevin. Cowok itu mencoba mencari Jessy di area sekitar tenda. Karena tak kunjung menemukan keberadaan Jessy, ia menelepon Reza. Meminta Reza untuk memberitahu panitia bahwa Jessy menghilang.
Reza menyampaikan pesan Kevin, panitia terkejut. Begitu pula dengan Reno, teman-teman Kevin, serta Belva dan Jessy.
"Bel gimana ini? Gue takut Jessy kenapa-napa" Sisil berujar panik.
"Tenang Sil, Jessy pasti baik-baik saja" Belva berusaha menenangkan Sisil.
"Lah terus si Bos mana?" Tanya Dicky.
"Gue nggak tau, dia langsung menutup telepon setelah ngasih kabar"
"Semua jangan panik dulu, kita bagi tugas. Untuk yang cewek kalian jangan kemana-mana. Untuk yang cowok sebagian kalian ikut mencari dan sebagian lagi tetap di sini untuk jaga-jaga" Kata Reno mengintruksi.
"Untuk PMR kalian tunggu di tenda PMR, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu. Tolong hubungi juga ambulance, jadi jika keadaan parah, bisa sesegera mungkin diobati di rumah sakit terdekat"
"Saya mohon semua mengikuti arahan dari Reno. Jika hari semakin larut dan Jessy belum juga ditemukan, kalian kembali saja. Pencarian akan dilanjutkan besok pada pagi hari" Kata guru pembimbing.
"Pak saya mau menambahkan" Kata Reno meminta izin.
"Berhubung hari ini mendung, yang ikut mencari silahkan bawa mantel kalian masing-masing. Untuk jaga-jaga jika hujan tiba-tiba turun. Jika hujan semakin deras, pencarian kita hentikan dan kalian kembali ke tenda masing-masing" Ucap Reno dengan lantang.
Sesuai instruksi dari Reno, para murid Starsmoon mulai melakukan tugas mereka.
HELLO,
MA'AF KARENA UPDATENYA LAMA 🥀.
SEMOGA KALIAN SUKA