Jessy

Jessy
Khawatir



..."Jangan buat gue selalu khawatir, gue kan jadi takut kehilangan lo"...


...-Kevin Orlando Prasetya-...


...Selamat Membaca🤗...


Setelah panggilan telepon tertutup atau lebih tepatnya mematikan panggilan telepon secara sepihak, Kevin segera berlari menuju ke dalam hutan untuk mencari Jessy. Di Setiap perjalanannya mencari Jessy, cowok itu tak henti-hentinya meneriakkan nama Jessy berulang kali. Berharap ada balasan dari Jessy.


Disisi lain…


"Cabut gengs, kita tinggalin cewek ini disini aja" Kata seseorang, bisa dipastikan bahwa dia pemimpinya.


"Gue juga capek, kita balik aja" Ucap yang lain.


"Ya gue setuju, ini juga udah cukup jauh dari area perkemahan" sahut yang lain.


"Bukan cukup jauh, tapi emang jauh. HaHaHa" Balas seorang yang lain lagi.


Lalu keempat orang itu pergi meninggalkan Jessy yang sedang terbaring pingsan sendirian. Mereka meletakkan Jessy ditanah begitu saja. Dan meninggalkannya tanpa belas kasihan.


Kembali ke Kevin, Cowok berwajah tampan itu menelusuri hutan lebih dalam lagi untuk mencari Jessy. Meski hari sudah semakin larut, cowok itu tak kunjung juga menyerah.


Mengabaikan suara petir yang saling bersahutan, Kevin tetap meneruskan langkahnya untuk mencari Jessy.


Hujan perlahan turun, dan Kevin masih terus mencari Jessy. Tetesan air hujan perlahan-lahan membasahi tubuhnya. Cowok itu hanya mengenakan kaos pendek yang dilapisi jaketnya serta celana panjangnya. Ia tak sempat membawa mantel karena terlanjur panik.


"JESSY LO DIMANA! KALO LO DENGER SUARA GUE, JAWAB GUE! JESSY!!!" Teriakan Kevin ditengah tengah hutan, ia mencoba mengeraskan suaranya agar tak suaranya tak hilang ditelan suara hujan.


"TOLONG, SIAPAPUN TOLONG GUE"


Teriak Jessy parau.


Cewek itu menangis ketakutan. Hell dia cewek, tentu dia akan takut jika mendapati dirinya sendiri bangun ditengah hutan, dan hujan sedang turun.


Jessy mencoba menemukan jalan pulang, namun usahanya sia-sia. Ditengah derasnya hujan ia tak menyera, cewek itu mencoba menemukan jalan pulang.


Samar-samar Jessy mendengar suara teriakan seseorang. Ia mencoba berjalan ke arah suara itu berasal. Baru akan melangkah, ada suara 'krek' yang membuat perhatian Jessy teralihkan ke samping kirinya.


Jessy terkejut, baru satu langkah Jessy memundurkan kaki kanannya, dengan cepat pohon berukuran sedang itu menimpa kaki kiri Jessy.


"AKHHH!"


Disisi lain Kevin mendengar teriakan itu, dan cowok itu yakin bahwa itu teriakan Jessy. Ia segera berlari mencari Jessy.


"JESSY LO DIMANA!" Teriak Kevin dengan panik, apalagi tadi ia mendengar suara teriakan Jessy yang begitu keras dan terdengar kesakitan.


"JESSY JAWAB GUE, LO DIMANA. GUE KEVIN" Teriaknya lagi.


Jessy yang mendengar teriakan Kevin lantas menyahut juga dengan keras, walau ada sedikit rintihan karena kakinya yang sakit. Ia tak kuat menyingkirkan pohon itu. Tenaganya sudah melemah.


"KAK KEVIN!"


"GUE DISINI!"


"KAK TOLONG GUE!"


Mendengar balasan itu, Kevin segera menuju ke arah Jessy berada. Dan setelah sampai, ia menemukan Jessy dengan keadaan yang kacau. Kevin segera berlari lalu sekuat mungkin mengangangkat batang pohon itu dari kaki Jessy.


Kevin lebih mendekat ke arah Jessy, menatap matanya yang sendu "Lo baik-baik aja kan, nggak ada luka lain kan" Tanyanya khawatir.


Mengabaikan rasa sakit di kakinya, Jessy langsung memeluk Kevin dengan erat. Posisi Jessy tetap duduk dengan kaki yang diluruskan, karena kaki kirinya yang tertimpa batang pohon.


Kevin terkejut, namun ia kembali menormalkan raut wajahnya.


Jessy berujar sendu "Gue takut, gue takut banget, gue--"


Kevin membalas pelukan Jessy, mencoba menenangkan Jessy dipelukannya "Shhh, sekarang lo aman, gue ada disini" ucapnya mengusap rambut Jessy dan menepuk punggung Jessy pelan, berusaha mencoba membuat Jessy tenang.


Sadar, Jessy melepaskan pelukannya secepat mungkin. "Maaf, tadi gue panik" katanya.


Jessy melihat Kevin mau merobek bajunya sendiri, lalu Jessy menghentikannya.


"Jangan kak, nanti lo nggak pake baju. Disini hujan dan lo udah basah kuyup"


"Tapi ini buat kaki lo" Balas Kevin.


Jessy merogoh sakunya, ia mengambil sebuah sapu tangan. "Pakai ini aja kak, ini saputangan punya mereka"


Kevin mengambil sapu tangan itu, "Mereka?"


Jessy mengangguk, "Iya. Orang-orang yang udah bawa aku kesini"


Selesai mengikat, Kevin menatap Jessy "Lo nggak di apa-apa in kan sama mereka?" Dan Jessy membalas dengan gelengan kepala.


"Sekarang kita nyari tempat buat neduh dulu, sini gue gendong"


Mereka berdua pun mencari tempat untuk meneduh dengan Jessy yang berada di gedongan Kevin. Karena dihutan tidak akan ada gubuk, Kevin memilih meneduh di bawah pohon besar.


"Kita neduh dulu ya, tenaga gue habis. Kalau udah reda kita lanjut lagi" Kata Kevin lalu menurunkan Jessy perlahan-lahan.


Jessy mengangguk menatap Kevin "Sorry ya, gue pasti berat"


"Tuh tau, udah berat nyusahin lagi"


"Kevin, lo emang ngeselin ya. Disaat kaya gini lo harusnya romantis dong. Bukan malah bilang kaya gitu" Author menyela.


"Gue orangnya emang nggak romantis. Tapi buat Jessy apapun akan gue lakukan" Kata Kevin menyisir rambutnya ke belakang dengan tangan.


"DASAR BUCIN!!!"


Oke kembali lagi ke cerita.


Jessy cemberut, "Iya gue tau gue nyusahin lo. Tapi jangan bilang gue berat dong" Kata Jessy memeluk dirinya sendiri, karena hari semakin dingin.


Kevin semakin mendekatkan dirinya kepada Jessy, "Jangan buat gue selalu khawatir, gue kan jadi takut kehilangan lo" Lalu cowok itu memeluk Jessy erat.


Jessy terpaku dengan perkataan Kevin dan perbuatan Kevin yang tiba-tiba memeluknya. Ia merasa hangat, lalu saat tersadar ia berkata "Nga- ngapain lo peluk-peluk gue"


"Lo kedinginan kan? Ya udah gue peluk biar hangat" Ucap Kevin sambil menatap Jessy dengan tetap mempertahankan pelukan mereka.


Sementara itu, karena hujan semakin lebar, pencaharian dihentikan. Para siswa serta guru pembimbing yang mencari, kembali ke area perkemahan.


"Bagaimana? Apakah kalian menemukan Jessy?" Tanya guru pembimbing, Pak Broto.


Semua tidak ada yang menemukan Jessy.


"Jessy belum ketemu pak, dan Kevin malah ikut menghilang" Kata Reza memberitahu, karena sedari tadi ia tak melihat Kevin sama sekali. Setelah telepon terakhir itu, Kevin sama sekali tidak bisa dihubungi.


"Pak saya hanya bisa menemukan hp Jessy" Kata Reno, lalu ia memberikannya kepada pak Broto.


"Pak Broto memeriksa Hp Jessy, "Bukankah tadi Jessy izin untuk menjawab panggilan telepon dari orang tuanya?" Tanya Pak Broto kepada semuanya.


"Iya pak benar" Jawab murid-murid.


"Lalu mengapa disini ada panggilan dari nomor tidak dikenal?" Pak Broto kembali bertanya.


"Coba pak saya cek" Ucap Reno.


Karena keadaan berisik, Reno meminta semuanya untuk diam. Lalu ia menekan tombol panggil untuk nomor tidak dikenal itu. Namun panggilan tidak terhubung.


"Haha untuk kita udah buang sim cardnya" Bisik seseorang di antara kerumunan.


HAI READERS JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN SHARE KE TEMEN-TEMEN KALIAN YAđź’š


SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITA JESSY.