Jessy

Jessy
Berdua



"Duduk berdua menikmati malam terpisah oleh waktu. Andaikan malam tidak pernah berakhir, saat-saat kita bersama mungkin tak pernah berakhir hanya karena waktu yang terbatas"


Malam harinya mereka pesta barberque dan menyalakan api unggun. Agar tugas cepat selesai, mereka dibagi dalam beberapa kelopok. Ada yang bertugas menyiapkan kayu untuk api unggun, memanggang, membuat bumbu, menyiapkan piring dan masih ada lagi yang lainnya.


Jessy dan kedua temannya disuruh agar menyiapkan bumbunya dan setelah selesai mereka membantu memanggang. Sedangkan Kevin serta ketiga temanya disuruh agar membatu memanggang.


"Woi Pin lo ngapain cuma duduk doang. Sini woi bantuin kita" Ucap Allan yang tengah memanggang sosis.



"Tau tuh enak bener hidupnya" Sahut Dicky. Dia sekarang tengah memanggang bakso.



"Bantuin kita woi" Kini giliran Reza yang berteriak kepada Kevin sembari dia mengipasi udang yang sedang dia panggang.



Kevin yang merasa risi karena terus saja dipanggil oleh ketiga temannya itu, akhirnya berdiri dari tempat dia duduk dan berjalan menghampiri ketiga temannya serta Jessy dan kedua temannya yang sedang memanggang.


"Berisik lo pada" Ucap Kevin tepat disamping teman-temannya.


"Salah sendiri nggak bantuin" Balas Allan.


Lalu Kevin pun ikut membatu memanggang. Dia memanggang jagung atau bisa juga dibilang jagung bakar.


Dingin-dingin emang paling enak makan jagung bakar ya.



Sedangkan Jessy, Belva dan Sisil memanggang sesuatu yang manis yaitu marshmallow.



Setelah mereka selesai memanggang, hasilnya mereka taruh di piring yang telah disediakan dan membagikannya kepada setiap kelompok yang sudah dibagi. Tak lupa juga mereka bagikan kepada guru-guru yang ada.


Saat api unggun menyala, mereka semua bersenang senang. Bersenandung bersama, dan menikmati suasana pada malam itu. Jessy sedang menatap kearah orang yg bernyanyi sambil ikut bernyanyi dan menikmati lagunya. Terkdang dia senyum-senyum sendiri dan juga melamun sendiri. Entah apa yang sedang dia lamunkan.


Dari dekat Kelvin memandangi Jessy. Karena duduk mereka berdampingkan walau dipisahkan dengan jarak. Kevin juga melihat dari dekat senyuman Jessy yang menurutnya sangat manis itu.


Ditengah-tengah sebuah nyanyian, Kevin berbicara kepada Jessy.


"Sini duduk disamping gue" kata Kevin menepuk tempat kosong disampingnya.


"Ga ah, coba ajak si kak Ninda aja tuh" Ucap Jessy menunjuk Ninda yang berada tepat diseberang mereka.


Masih ingat dengan Ninda? orang yang dulu pernah membully Jessy. Dan akhirnya dia si skors selama satu minggu.


"Gue maunya sama lo, gimana dong" kata Kevin kembali.


"Huh" Jessy acuh saja, lalu berdiri dan berjalan menjauh dari tempat dia duduk tadi.


"Heh Jes mau kemana" tanya Belva yang melihat Jessy tiba-tiba pergi tanpa pamit. Tetapi tidak dihiraukan oleh Jessy.


"Biarin aja, dia kan emang suka ngilang" Sahut Sisil.


Jessy akhirnya hanya pindah tempat saja. Dari pada disana dia hanya di lihatin oleh Kevin. Iya dia tahu kalau sedaritadi Kevin terus memandangnya.


Sedangkan alasan dia tidak mau duduk disamping Kevin karena dia sadar diri. Dia memang siapa? Dia bukan siapa-siapanya. Dan juga, bisa saja Kevin hanya bermain-main dengannya, serta tidak terlalu serius dengan ucapannya.


Pukul 21.00, acara api unggun dan pentas seni malam itu telah selesai. Para peserta kembali ketenda masing- masing untuk tidur.


Jam sudah menunjukkan angka 23.00 tetapi Jessy belum juga bisa terlelap. Dinginnya malam tak menyurutkan niat Jessy keluar tenda untuk sekedar berjalan-jalan di area percampingan. Siapa tau nanti rasa kantuk menghampirinya. Jessy keluar dengan tanpa mengenakan jaketnya karena ia memang sedang ingin menikmati hawa dingin di malam hari. Dan ternyata setelah keluar dinginya malam sangat menusuk kulit Jessy.


Malam ini langit terlihat cerah dengan bulan dan bintang sebagai penghiasnya. Api unggun yang berada ditengah-tengah tenda belum juga padam. Ternyata, masih ada orang yang belum tidur. Orang itu duduk mebelakangi Jessy di dekat perapian. Mungkin orang itu sedang kedinginan.


Tak sengaja orang itu menengok ke belakang. Dan tatapan mata keduanya bertemu.


"Kak Kevin?" Batin Jessy


Jessy segera berbalik badan, bermaksud menghindar dan kembali ketendanha. Tetapi ada suara yang menghentikan langkahnya.


"Tunggu" ucap Kevin membuat Jessy menghentikan langkahnya dan berbalik badan kembali menghadap Kevin.


"Apa?" tanya Jessy sedikit gugup.


"Sini" panggil Kevin menyuruh Jessy mendekat kepadannya.


"Ngapain?" Tanya Jessy.


"Tinggal kesini aja susah amat" Balas Kevin.


Jessy menurut saja, daripada nanti malah adu mulut nggak kelar-kelar. Dia berjalan mendekat ke arah Kevin. Saat sudah tepat di depan Kevin, cowok itu menyuruhnya untuk duduk disampingnya.


"Belum tidur ya" tanya Kevin memulai obrolan.


Jessy menggeleng "Belum" jawabnya seadanya.


"Kenapa?" Kevin bertanya kembali.


"Nggak bisa tidur" kata Jessy terus terang.


"Oh" Kevin mengangguk, lalu dia mengambil gitarnya yang dia letakkan disamping tempatnya duduk.


"Lo sendiri kenapa belum tidur?" Jessy balik bertanya kepada Kevin.


"Sama kaya' lo" jawab Kevin.


"Lo mau request?" tanya Kevin.


"Benci untuk mencinta bisa?" tanya Jessy.


"Bisa. Gue mulai ya"


Oh, betapa 'ku saat ini


'Ku benci untuk mencinta


Mencintaimu


Oh, betapa 'ku saat ini


'Ku cinta untuk membenci


Membencimu


Aku tak tahu apa yang terjadi


Antara aku dan kau


Yang 'ku tahu pasti


'Ku benci 'tuk mencintaimu


Aku tak tahu apa yang terjadi


Antara aku dan kau


Yang 'ku tahu pasti


'Ku benci 'tuk mencintaimu


Dan aku tak tahu apa yang terjadi


Antara aku dan kau


Yang 'ku tahu pasti


'Ku benci 'tuk mencintaimu


Yang 'ku tahu pasti


'Ku benci 'tuk mencintaimu


Yang 'ku tahu pasti


'Ku benci 'tuk mencintaimu


"Suara lo bagus, kenapa tadi nggak nyanyi didepan" Ucap Kevin.


"Males aja" Balas Jessy.


"Laper nggak? Tuh masih ada makanan" ucap Kevin menunjuk marshmallow dan jagung bakar.


"Itu masih mentah" Kata Jessy.


"Bakar aja disana" tunjuk Kevin pada api unggun.


Lalu Jessy pun membakar marshmallow serta jagungnya. Setelah selesai ia membaginya dengan Kevin.


"Nih kak" Ucap Jessy.


Kevin mengambil jagung karena ia tidak mau makan yang manis. Didepannya sudah ada yang manis, bisa diabetes dia kalo makan yang manis juga.


Sedangkan Jessy tentu saja memakan marshmallownya. Diakan suka yang manis-manis.


"Jangan makan itu" Kevin mengambil marshmallow yang Jessy pegang. Dan menggantinya dengan jagung "Makan ini aja" Ucapnya.


"Loh kenapa. Mubasir kak, sayang tuh kalau dibuang" Ucap Jessy.


"Udah malem. Nggak boleh makan yang manis-manis" Kata Kevin.


"Tapi kan.."


"Keras kepala, tinggal nurut aja. Mau gigi lo sakit?" Tanya Kevin. Dan Jessy menggeleng.


"Yaudah jangan makan itu. Makan jagung aja" Kata Kevin, dan akhirnya Jessy memakan jagung itu.


"Udah malem, tidur gih" suruh Kevin kepada Jessy yang sepertinya sudah mulai mengantuk. Jam juga sudah menunjukkan pukul 12 malam, tidak baik juga menurutnya jika perempuan tidur terlalu larut malam.


"Ya udah, gue balik dulu ke tenda" Jessy beranjak berdiri berniat balik ke tenda. Tetapi tangannya dicekal oleh Kevin. Jessy memandang Kevin dengan tatapan bertanya.


Kevin berdiri lalu melepas jaketnya dan mengenakannya kepada Jessy "Mimpi indah" ucap Kevin tersenyum.


Deg.


Jessy sedikit tertegun karena ucapan Kevin. Dia bergegas pergi kembali ketenda setelah melepaskan tangan Kevin.


"Duh jantung gue kenapa sih" ucap Jessy pelan sambil memegangi dadanya setelah sampai di depan tendanya.


Kevin yang terkekeh melihat respon Jessy ketika pergi buru-buru kembali ketendanya. Seperti kucing yang ketahuan mencuri ikan.


"Lucu" kantanya sambil tersenyum.


KEVIN ORLANDO PRASETYAAA


AKU JUGA MAU JAGUNG BAKAR:(