Jessy

Jessy
Menunggu



"**Senja selalu saja menyenangkan


dan penuh kejutan"


-Kevin Orlando Prasetya**-


Disinilah Jessy berada, di bangunan teratas sekolah, rooftop sekolah. Menghirup udara yang masih sejuk walau hari sudah agak siang.Mentaripun perlahan naik keatas.


Pergi ke rooftop untuk menenangkan pikirannya. Agar ia takkan merasakan sedih kembali. Jika terus teringat, entah kenapa rasa sedih itu menghampirinya. Memohon untuk merindu. Merindukan orang yang kini tak pernah terlihat lagi, kedua orang tuanya.


Waktu telah berlalu lama namun kedua orang tuanya tetap saja sama. Hanya mementingkan uang dan pekerjaan. Padahal semua itu tak akan dibawa mati.


Di rooftop, Jessy hanya melamun dan menghembuskan nafas lelah. Ia lelah jika harus terus memikirkan hidupnya yang monoton.


Bangun tidur tak ada suara lembut yang terdengar di telinganya. Berangkat sekolah tak ada sapaan hangat yang menyambutnya. Pulang sekolah tak ada sambutan hangat. Malam hari hanya selalu dikamar.


Makan selalu sendiri. Sebab itulah dia jarang makan. Karena makan sendiri terasa membosankan. Tidak ada teman untuknya bicara mengenai rasa makanan.


"Ternyata bener ya, lo suka melamun" Suara cowok yang bersal dari belakangnya itu memecahkan lamunan Jessy.


Jessy menoleh ke belakang, Sejak kapan dia ada disini? tanyanya dalam hati


"Kak Kevin?,Lo ngapain disini?" tanya Jessy pada cowok yang ada dihadapannya itu, Kevin kakak kelasnya.


"Menurut lo?" bukanya menjawab Kevin malah bertanya balik.


"Mana gue tau" jawab Jessy acuh. Apa-apaan nih orang. Ditanya bukanya jawab malah balik nanya. Emang aneh ni orang. Batin Jessy.


"Nih" Kevin menyodorkan sebuah permen kepada Jessy.


"Pfft. Sejak kapan suka permen? Rasa strawberry?" tanga Jessy menahan tawa.


Sialan. Gue beli buat lo, biasanya kan cewek suka strawberry. Batin Kevin kesal.


"Yaudah sini kalo nggak mau" Kevin berusaha merebut permen rasa strawberry itu dari Jessy.


"Eh jangan. Suka kok" ucap Jessy tersenyum. Dalam kamusnya tidak ada kata tidak untuk permen.


"Bener kata gue" kata Kevin tidak nyambung.


"Apa'an?" Tanya Jessy kebingungan.


"Lo kaya permen, manis" kata Kevin membalas.


Ucapan Kevin membuat Jessy terdiam. Tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang.


"A-Apa'an sih lo! Nggak jelas banget jadi orang" ucap Jessy gugup.


"Dih blushing, lucu banget" ucap Kevin mencubit pipi Jessy.


"Aw sakit. Lepasin!" ucap Jessy melepaskan tangan Kevin dari pipinya.


"Jangan murung terus" kata Kevin menepuk pelan kepala Jessy. Kemudian dia berbalik badan berjalan menjauh.


"Nanti tambah jelek" lanjut Kevin berkata. Seketika raut wajah Jessy berubah, dia dibuat jengkel oleh Kevin.


"Sumpah nyebelin banget nih orang" gerutu Jessy.


"Lo yang jelek" kata Jessy sebal.


"Oh ya" Kevin berbalik kembali menghadap Jessy.


"Apa lagi?" tanya Jessy yang masih kesal.


"Pulang bareng gue" kata Kevin singkat.


"Gue ud--" Ucapan Jessy terpotong oleh perkataan Kevin.


"Nggak ada penolakan" potongnya kemudian berjalan keluar dari rooftop.


"Huh. Dasar pemaksa! Nyebelin!" kesal Jessy.


"Gue masih denger" sahut Kevin dari luar.


"Bodo amat" ucapnya malas.


Jessy melihat permen yang diberikan oleh Kevin, mengamatinya kemudian tersenyum.


Jam pulang telah tiba. Belva dan Sisil sudah keluar sedari tadi. Jadi, dia keluar kelas sendiri. Saat akan keluar dari kelas, dia dikejutkan dengan keberadaan seorang cowok.


"Ya ampun ngagetin banget sih" pekik Jessy terkejut.


"Lama" ucap cowok itu tanpa menghiraukan ucapan Jessy.


"Piket dulu tadi. Emang kenapa kok lo kesini?" tanya Jessy kepada cowok dihadapannya.


Ctak


"Aduh sakit kak" keluh Jessy karena jidatnya kena jitakan.


"Dasar pikun, ikut gue" ucap cowok itu kemudian menarik pergelangan tangan Jessy.


"Heh gue nggak pikun ya. Mau kemana sih? Lepasin tangan gue, jangan tarik-tarik!" Omel Jessy.


"Udah pikun, cerewet" ejek cowok itu.


"Lepasin dulu kak" ucap Jessy tak menghiraukan ejekan cowok yang menarik tangannya itu. Tetapi perkataanya sama sekali tak dihiraukan.


"Kak Lepasin" ucapnya lagi.


"Kak" panggilnya.


"Kak Kevin!"


"Diem" ucap cowok itu yang ternyata adalah Kevin. Kemudian Kevin lantas melepaskan tangan Jessy karena mereka sudah sampai keparkiran.


"Ngapain kesini?" Tanya Jessy.


"Pulang" Jawab Kevin singkat.


"Gue udah bilangkan tadi? Nggak ada penolakan" lanjut Kevin.


Seketika Jessy teringat kembali dengan perkataan Kevin di rooftop tadi, yang akan pulang bersamanya.


"Oh gue inget sekarang" ucapnya.


"Loh kok lewat sini kak" celetuk Jessy. Karena Kevin mengambil arah jalan yang berbeda dari rumahnya.


"Main dulu" kata Kevin singkat.


"Kemana?" tanya Jessy.


"Nanti lo tau sendiri" jawab Kevin.


"Hem yaudah"


Motor Kevin melaju membawa Jessy entah kemana. Dan setelah setengah jam perjalanan, motor Kevin berhenti di sebuah pantai.


"Kenapa kepantai?" Tanya Jessy penasaran.


"Gapapa" jawab Kevin singkat.


"Ish! Ditanya serius juga" sebal Jessy kemudian mengamati sekitaran pantai.


"Mau diseriusin?" ucap Kevin asal.


"Ha? Apa?" tanya Jessy meminta Kevin mengulangi kalimatnya. Pasalnya dia tidak terlalu mendengarkan karena fokus melihat area pantai.


"Bukan apa-apa" balas Kevin cepat. Dasar mulut laknat. Apa-apaan tadi, tiba-tiba bilang kaya gitu.


"Kesana kak" tunjuk Jessy ke arah tepi pantai.


"Lepas dulu sepatunya" Ucap Kevin. Kemudian Kevin dan Jessy melepas sepatu masing-masing. Kevin melipat celana panjangnya sampai ke lutut kaki. Dan setelah itu barulah mereka kepinggiran pantai.


Dipesisir pantai, mereka hanya sekedar jalan-jalan menyusuri pantai. Membiarkan air pantai menerpa kaki mereka.


"Kak" panggil Jessy kepada Kevin yang berjalan di depannya.


"Apa?" Kevin menegok ke belakang, kemudian disambut cipratan air pantai dari Jessy.


"Hahahahaha" Jessy tertawa puas.


Kevin sejenak terpana dengan tawa Jessy, tapi kemudian tersadar setelahnya. "Jangan main air, nanti basah" peringat Kevin kemudian lanjut berjalan.


"Yaelah masa takut basah sih" ucap Jessy.


"Nggak ada baju ganti" kata Kevin.


"Tinggal pulanglah" sahut Jessy.


"Baru sebentar disini langsung pulang?" tanya Kevin kepada Jessy yang berjalan disampingnya.


"Terus kita disini ngapain, cuma jalan terus dari tadi. Pengel nih kaki gue" kesal Jessy.


"Mau gue gendong?" tawar Kevin.


"Nggak ah" tolak Jessy.


"Kenapa" tanya Kevin menaikkan sebelah alisnya.


"Malu lah diliatin orang" jawab Kevin merotasikan bola matanya.


"Ngapain malu, kan pakek baju" kata Kevin.


"Tau ah, serah lo deh" kata Jessy kesal.


Kevin yang melihat muka Jessy yang kesal hanya tersenyum tipis.


"Duduk yuk capek" ajak Jessy.


"Lo tunggu gue disana, gue mau pergi beli minum" kata Kevin menunjuk tempat duduk yang ada dipinggir pantai.


Kemudian mereka berdua bernjalan berbeda arah. Kevin menuju kedai minum dan Jessy menuju tempat duduk yang berada di dekat pantai.


"Nih" Kevin menyodorkan salah satu minuman yang dibelinya. Dia juga membeli beberapa makanan ringan untuk camilan.


Jessy menerima minuman yang diberikan Kevin lalu meminumnya. Kevin ikut duduk disamping Jessy kemudian juga meminum minuman yang dibelinya tadi. Setelah itu mereka berdua memakan camilan yang dibeli Kevin.


"Kita ngapain sih kak kesini?" Tanya Jessy disela memakan camilannya.


"Nunggu" jawab Kevin singkat. Jawaban Kevin membuat Jessy kebingungan. Memang siapa yang sedang mereka tunggu?


Jessy mengerutkan alisnya "Nungguin siapa?" tanyanya.


"Bukan siapa-siapa" jawab Kevin memandang ke arah pantai.


"Lah gimana sih" Jessy semakin bingung.


"Karna kita bukan nungguin orang" jelas Kevin.


"Terus nunggu apa?" Jessy kembali bertanya.


"Tuh" Kevin menunjuk ke arah pantai dengan dagunya. Jessy mengalihkan pandangan ke arah pantai.



#Foto di ambil dari google


Kini dihadapan mereka terlihat langit berwarna jingga bercampur dengan langit biru yang dipadukan dengan awan. Sang senja berpadu dengan air membuat pantai terlihat lebih indah.


"Senja?" tanya Jessy.


"Iya" jawab Kevin singkat.


"Kakak suka senja?" tanya Jessy. Dan dijawab anggukan oleh Kevin.


"Kenapa?" tanyanya kembali.


"Entahlah, senja selalu saja menyenangkan dan penuh kejutan" balas Kevin.


"Tumben ngomong panjang" celetuk Jessy membuat Kevin hanya memutar bola matanya malas.


Akhirnya merekapun duduk berdua menikmati senja serta keindahannya. Menghabiskan waktu dipantai bersama. Tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat dan hari semakin gelap. Akhirnya merekapun pulang.


Diperjalanan pulang, Kevin menghentikan motornya di sebuah restaurant. Lalu Kevin dan Jessy makan berdua di restaurant itu, guna untuk mengisi perut mereka.


DISINI ADA YANG SUKA SAMA SENJA?


APA ALASAN KALIAN SUKA SENJA?