Jessy

Jessy
Cantik



"Tanpa kita sadari, semakin hari kita semakin dekat. Waktu yang menyatukan kita. Waktu juga yang memisahkan kita"


Kevin membawa Jessy ke sebuah tenda kusus kesehatan. Disana juga terdapat para anak PMR yang sedang berjaga. Ada empat orang yang berjaga, dua anak laki-laki dan dua lagi anak perempuan.


"Loh, Jessy kenapa bang?" Tanya seorang cowok. Dapat dipastikan jika dia seangkatan dengan Jessy.


Kevin tak menjawab ia membaringkan Jessy dan beralih menatap petugas PMR perempuan yang ada disana. Yang ditatap malah senyum-senyum nggak jelas. Gila mungkin.


"Apa lo liat-liat!" Ketus Kevin merasa kesal. Ada orang sakit bukanya ditolong malah senyum-senyum seperti orang gila.


"Eh- enggak kok kak" Ucap perempuan itu tersadar dari lamunannya.


"Loh ini kan Jessy, dia kenapa kak" Tentu saja perempuan itu kenal Jessy. Bagaimana ia tidak kenal? Jessy kan sempat menjadi trending topik saat dia pulang dengan kakak kelasnya yang ganteng sekaligus dingin itu.


Kevin tak menjawab pertanyaan dari perempuan itu "Sana keluar ambilin teh hangat" Perintahnya ketus.


"I-iya kak" Balas gadis itu gugup lalu keluar dari tenda dengan temannya.


"Dan kalian berdua" Tunjuk Kevin pada kedua laki-laki anak PMR "Keluar sana!" Usirnya.


Tanpa basa-basi kedua anggota PMR itu keluar dari tenda. Diluar tenda ada Allan, Dicky dan Reza.


"Di usir lo?" Tanya Allan.


"Iya kak" Jawab dua orang cowok tadi.


"Haha ******" Kata Allan tertawa.


"Huh, untung kita nggak ikut masuk tadi" Ucap Dicky bernafas lega.


"Iya, biarin aja mereka berdua. Biar tambah deket" Kata Reza.


"Eh kak, Jessy ada di dalem kan?" Tanya Sisil yang sedang membawa sebuah paper bag.


"Ada, buruan masuk gih. Mau anter baju kan?" Tanya Allan.


"Iya, nih" Kata Sisil menunjukkan paper bag yang dibawanya.


"Tungu tungu, itu bukanya jaketnya si Kepin ya" Ucap Dicky menunjuk jaket yang dibawa oleh Belva.


"Oh ini kak? Gue nemu di deket barang-barangnya Jessy kak. Yaudah gue bawa aja sekalian, kan jaket dia tadi basah" Kata Belva menjelaskan.


"Kapan si Ke--"


"Berisik!" Bentak Kevin dari dalam tenda.


"Singa nya ngamuk. Kak, lo aja deh yang nganter ini" Kata Sisil menyerahkan jaket Kevin kepada Dicky.


"Gue juga kak, lo aja yang anter" Kata Sisil menyerahkan paper bag yang dibawanya kepada Allan.


"E-eh main nyuruh-nyuruh aja" Protes Allan tak terima.


"Tau tuh emang kita babu lo apa" Sambung Dicky yang juga kesal.


"Za, lo aja deh yang nganter" Usul Allan.


"Nah bener" Ucap Dicky menyetujui kemudian menyerahkan jaket milik Kevin. Allan pun juga melakukan hal yang sama, menyerahkan paper bag kepada Reza.


Pada akhirnya Reza yang mengantarkannya. Apa boleh buat? dari pada berdebat terus, nanti malah tidak jadi di antar karena sibuk berdebat.


"Nih" Reza memberikan paper bag dan jaket Kevin, kepada Kevin.


"Nih jaket lo, thanks" Kata Kevin singkat mengembalikan jaket yang sempat Reza pinjamkan tadi.


"Oke gue keluar ya" Pamit Reza yang dibalas anggukan oleh Kevin.


"Sini" Kevin membantu mendudukan Jessy.


"Lo bisa pakai baju sendiri kan?" Tanya Kevin yang dibalas anggukan oleh Jessy.


"Kalau nggak bisa, gue bisa bantuin lo kok" Ucap Kevin jahil.


Seketika ucapan Kevin itu membuatnya mendapatkan pelototan dari Jessy.


"Haha enggak gue bercanda. Ya udah lo ganti baju dulu. Gue jaga diluar" Kata Kevin kemudian keluar dari tenda.


Tambah ganteng kalo ketawa, batin Jessy. Kemdian ia segera berganti pakaian. Karena pakaian basah membuatnya bertambah kedinginan.


Setelah selesai berganti pakaian, Jessy keluar dari tenda. Diluar tenda ternyata hanya ada Kevin seorang diri.


"Loh, yang lain mana?" Tanya Jessy kebingungan.


"Kumpul" Jawab Kevin singkat.


"Nah lo kenapa nggak kumpul?" Tanya Jessy kembali.


"Jaga in lo" Balas Kevin sekenanya.


"Gue udah baikan, mending lo kesana gih" Suruh Jessy.


"Tapi--"


"Jessy, ini teh hangatnya diminum dulu" Ucap seorang perempuan anak PMR yang tadi mengambil air hangat bersama temannya. Setelah memberikan teh hangat kepada Jessy, kedua anak PMR itu pergi untuk berkumpul dengan yang lainnya.


"Masih dingin?" Tanya Kevin, setelah Jessy menghabiskan teh hangatnya.


Jessy mengangguk "masih" Jawabnya. Padahal ia sudah mengenakan jaket Kevin yang tebal itu.


"Mau hangatin badan di dekat api? Nanti pakai kayu bakar" Tawarnya pada Jessy.


"Boleh" Balas Jessy.


"JESSY!" Panggil seorang cowok.


Jessy menoleh ke sumber suara, ternyata Reno yang memangilnya.


"Ada apa?" Tanya Jessy setelah Reno tiba didepannya.


"Lo baik-baik aja kan. Sorry baru bisa liat lo sekarang. Tadi sibuk ngurusin Ninda" Kata Reno yang sedari tadi mengurusi kasud Ninda.


"Gue baik kok" Balas Jessy.


"Lo jagain Jessy. Awas kalau sampai ada apa-apa dengan Jessy" Kata Reno tajam kepada Kevin.


"Hm" Balas Kevin singkat.


"Hati-hati" Teriak Jessy kepada Reno.


"Perhatian amat" Celetuk Kevin merasa kesal. Kesal dengan Jessy yang sangat perhatian dengan Reno.


"Kepo lo. Udah yuk kesana" Ajak Jessy.


Saat mereka berdua akan berjalan menuju tempat api unggun semalam, suara seseorang menghentikan mereka.


"Jessy" Panggil seorang guru perempuan.


"Iya ada bu?" Tanya Jessy.


"Kamu istirahat dulu aja hari ini, tidak usah ikut kegiatan" Kata guru itu.


Kegiatan pagi ini seharusnya adalah jelajah dan sore hingga malas, para peserta camping bebas melakukan kegiatan.


"Baik bu. Terimakasih atas pengertiannya" Ucap Jessy sopan.


"Kevin kamu.."


"Saya disini, jagain dia" Ucap Kevin menyela.


"Ya sudah kalau begitu. Kalian jaga diri baik-baik. Ibu tinggal ya" Kata guru itu kemudian pergi.


"Udah mendingan?" Tanya Kevin setelah menyalakan api dari kayu bakar.


"Iya makasih" Balas Jessy. Sekarang badanya sudah mendingan. Tidak kedinginan lagi.


"Udah sarapan?" Kevin kembali bertanya.


Jessy menggeleng "Belum, emang lo udah?" Tanya Jessy balik.


"Belum juga. Lo tunggu disini, gue ambilin sarapannya" Kata Kevin bersiap untuk pergi.


"Eh nggak usah, gue bisa ambil sendiri" Tolak Jessy, tak ingin merepotkan Kevin.


"Lo tetep disini jangan kemana-mana" Kemudian Kevin langsung pergi menuju area konsumsi untuk mengambil jatah sarapan.


Di area konsumsi sudah disediakan nasi kotak dan botol air mineral. Disana juga teh hangat.


Kevin mengambil dua nasi kotak dan dua air mineral. Karena tadi Jessy sudah meminum teh hangat, jadi sekarang dia mengambil kan air mineral. Sebab, jika meminum teh hangat terus itu nanti bisa membuat orang selalu merasa kehausan, karena rasanya yang manis.


"Nih" Kevin memberikan kotak makan kepada Jessy, sedangkan botol air mineralnya ia letakkan di dekat Jessy.


"Makasih" Ucap Jessy berterimakasih.


Lalu mereka berdua menghabiskan sarapan didepan api unggun. Setelah selesai sarapan, Kevin mengajak Jessy untuk berjalan-jalan di area perkemahan.


Karena hari juga termasuk masih pagi, jadi udara di sekitaran sana juga masih sejuk.


"Bentar" Ucap Kevin merogoh sakunya, dan mengambil jepit rambut yang semula ia berikan pada Jessy.


"Loh, kok bisa ada di lo" Jessy terkejut, ia kira jepit rambut itu telah hilang.


"Gue ambil" Balas Kevin kemudian memakaikan jepit rambutnya ke rambut Jessy.


"Cantik" Ucapnya setelah memakaikan jepitan rambutnya.


"Jepit rambutnya?"


"Bukan, tapi orang nya" Kata Kevin membuat pipi Jessy marona karena malu.


"Hahaha, bercanda mulu" Kata Jessy mencoba mengelak.


"Gue serius" Ucap Kevin.


"Eh disana pemandangannya bagus. Kesana yuk" Kata Jessy mengalihkan pembicaraan.


Kevin ikut saja, Jessy sudah berjalan terlebih dahulu kesana.


Disana ada bunga-bunga yang cantik membuat mata enggan memandang ke arah lain.


"Mau foto?" Tawar Kevin. Biasanya kan para perempuan suka foto di tempat yang seperti ini.


"Mau. Eh gue nggak bawa Hp, kamera gue juga nggak tau kemana" Ucap Jessy lesu. Padahal pagi seperti ini momen paling pas untuk berfoto.


"Pakek Hp gue" Kata Kevin mengeluarkan Hpnya.


"Boleh?" Tanya Jessy.


"Iya"


"Oke. Fotoin ya yang bagus" Kata Jessy.


"Kok nggak senyum" Ucap Kevin setelah memotret Jessy.


"Bagusan gitu. Sini liat. Tuh baguskan" Kata Jessy setelah melihat hasil potret dirinya.


"Sekali lagi ya, gue kesana terus lo foto dari situ" Kata Jessy.


"Satu dua tiga" Cekrek, satu foto lagi kembali didapat oleh Kevin.


"Lo mau foto nggak, gue fotoin deh" Ujar Jessy.


"Nggak" Balas Kevin singkat.


"Kenapa nggak mau. Padahal bagus loh tempatnya" Kata Jessy sambil melihat sekitar.


"Males" Balas Kevin singkat.


"Capetan foto sana" Jessy mendorong Kevin agar mau difoto.


Setelah Jessy memaksa Kevin cukup lama, akhirnya Kevin mau juga difoto. Tetapi terpaksa katanya.


Pagi itu mereka habiskan untuk berkeliling mencari tempat yang bagus untuk berfoto. Lalu ketika siang tiba, Jessy meminta kembali karena sudah lelah. Para murid dan para guru pembimbing pun juga sudah kembali dari penjelajahan.