
"Tidak semua masalah harus di selesaikan dengan kekerasan"
Saat akan keluar dari toilet, ada yang menarik tangan Jessy secara tiba tiba masuk kembali ke dalam toilet.
"AAA LEPASSS!" teriak Jessy histeris karena takut dan kaget.
Seketika Jessy parno. Takut kalo semisal yang nariknya itu hantu.
"DIEM LO!" bentak orang yang menarik tangan Jessy.
Jessy pun diam setelah tau yang menariknya bukan hantu. Ya memang Jessy takut dengan hantu.
"Ada apa kak?" tanya Jessy setelah melihat, ternyata kakak kelas perempuan yang telah menariknya.
"Ada apa lo bilang?? Lo ga tau lo salah apa?" Bentak Aninda Lestari yang biasa dipanggil Ninda. Dia adalah salah satu cewek di antara beribu cewek yang sangat menyukai Kevin.
"Hajar aja Nin biar tau rasa dia." Ucap Desy salah satu teman Ninda.
"Iya bener Nin, cewek kaya dia kalo dibiarin bisa nglunjak" sambung Dea salah dua teman Ninda.
"Hem enaknya di apain ya murid songong kaya dia" ucap Ninda sambil berfikir.
"Apasih mau kalian Kak? Emang aku ada salah apa?" tanya Jessy lagi dengan wajah datar. Dia sudah kesal dengan kedua kakak kelasnya itu. Memang siapa mereka? kenal saja tidak.
Perkataan Jessy semakin membuat Ninda semakin marah dengan wajah merah padam pertanda marah.
"Pake nanya lagi, salah lo tuh besarrr" ucap Dessy.
"Apasi kak aku ga ngerti" bingung Jessy.
PLAKKK
Sebuah tamparan keras mendarat sempurna di pipi kiri Jessy.
"Salah lo itu karna lo deket sama Kevin!" Bentak Ninda murka.
Jessy hanya diam memegang pipi kirinya yang terasa panas dan sakit. Dia hampir menangis tapi Jessy tahan rasa sakitnya, agar orang di depanya tidak semakin menjadi jadi.
"Kenapa diem? Takut lo? Baru ditampar aja udah kaya git--"
PLAKKK!
Belum tuntas Ninda berbicara, sebuah tamparan mendarat mulus dipipinya.
Kali ini tamparan itu sukses mendarat di pipi kiri Ninda, yang membuat Ninda meringis kesakitan dan semakin marah kepada Jessy.
"Rasain!" ucap Jessy yang kesal tak terima dirinya di tampar.
"Berani lo tampar gue? Dessy Dea! Pengangin dia" perinda Ninda yang semakin kesal.
Belum sempat Jessy lari, tangan dan badanya sudah dipegang oleh kedua teman Ninda.
Karena di toilet tidak ada siapun lagi, Ninda pun langsung melaksanakan aksinya untuk mengasih pelajaran kepada Jessy.
"Aww sakittt, lepas kak! Lepasss!" rintih Jessy yang rambutnya di tarik oleh Ninda dan berusaha melepaskan diri.
"Baru segini lo bilang sakit?" Nindapun menguatkan tarikanya ke rambut Jessy.
"Kak lepas kak, sakit kak" mohon Jessy yang merasa semakin kesakitan.
"Oke gue lepas" Ninda melepaskan tanyannya dari rambut Jessy. Dan membuat ketiga temanya bingung lalu mereka melepaskan juga Jessy.
Saat Jessy akan lari dari dalam toilet, Ninda malah tersenyum kemenangan.
BRUKKK
Jessy terjatuh karena ada kaki yang mengahalanginya.
"RASAIN TUH, ITU AKIBATNYA KALO LO DEKET DEKET SAMA KEVIN!" Bentak Ninda lantang.
"HAHAHAHA RASAIN" tawa senang Dessy dan Dea yang melihat Jessy jatuh tersungkur ke lantai toilet.
Mereka bertiga beranjak pergi meninggalkan Jessy ditoilet.
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊⌣✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Dikantin Sisil dan Belva bingung, karena Jessy belum memyusul mereka ke kantin.
"Bel! Jessy mana sih kok ga nyusul nyusul" tanya Sisil
"Ga tau juga, atau kita susul aja dia ketoilet? Takut nanti dia kenapa napa" usul Belva.
"Ya elah dia udah gede kalik, gausah disusul. Paling paling dia lagi berak" ucap Sisil asal.
"Jessy ga pernah berak di sekolahan Sil, ya udah kita tunggu aja" ucap Belva.
"Nanti kalo Jessy belum kesini kita samperin ke kelas aja, trus sama bawai bekel dia" ucap Sisil.
"Oke Sil." jawab Belva.
"Gila lo Nin" ucap Dessy dengan ketawaanya yang membuat murid di Kantin menengok ke arahnya.
"Salah siapa cari masalah sama gue" ucap Ninda sombong.
"Kalo dia mati di toilet gima nih" ucap Dea kawatir.
"Biarin aja biar ****** De" kata Ninda
"Pipi lo ga kenapa napa kan?" tanya Dessy kawatir
"Sakit sih tapi gapapa yang penting udah gue bales" ucap Ninda
Sisil dan Belva yang mendengar kata toilet disebutkan langsung kaget.
"Sil jangan jangan Jessy kenapa napa lagi?" kata Belva kawatir
"Buruan samperin ke toilet yuk Bel" ajak Sisil
"Bentar gue bayar makanan dulu terus lo bawa bekal Jessy" ucap Belva
"Oke" singkat Sisil
Setelah selesai membayar mereka berdua pergi dari kantin dengan terburu buru, membuat semua mata memandang ke arahnya termasuk kevin DKK.
Ralat! Kecuali Kevin, dia memang acuh tak acuh.
"Buset buru buru amat sih mereka" celoteh Alan yang melihat kedua teman Jessy keluar terburu buru dari kantin.
"Tapi kok ada yang aneh ya"
fikir Dicky
"Apa Dic?"
tanya Reza penasaran
"Gini, tadi kalian dengerkan si Ninda sama temen temennya abis ngomongin tentang apa?" tanya Dicky
"Iya denger tadi mereka ngomongin tentang toilet gitu kalo ga salah"
sahut Allan.
"Nah itu kuncinya!" Dicky berteriak membenarkan perkataan Allan.
"Terus?" tanya Reza yang masih bingung.
"Nah pas Ninda tadi ngomongin tentang toilet, temen temennya Jessy langsung terkejut dan kawatir. Gue pikir sih kayaknya ada yang ga beres" tutur Dicky dengan tangan di dagunya dan sedikit berfikir.
"Bener juga ya. Gue juga ngerasa aneh" sahut Allan
"Gue juga" ucap Reza
"Lo Vin?" tanya Allan
"Ga b aja" ketus Kevin
"Ya elah Vin gitu amat sama calon pacar" goda Allan
"Calon pacar palamu" Kevin menoyor kepala Allan
"Sakit Vin! Tega kamu Vin! Tega!" ucap Allan sedramatis mungkin
"Jijik gue Lan!" ucap Dicky
"Pergi sana lo" ketus Kevin
"Za lo liat mereka tega sama guee" adu Allan kepada Reza dengan merangkul tangan Reza
"Jijik gue! Lepas gak!" ketus Reza yang merasa risi dan melepaskan rangkulan tangan Allan dengan kasar.
"Kalian jahat!huh!"
ucap Allan dengan kedua tangannya dilipat di depan dada dengan gaya sok ngambeknya.
"Gue pergi" ucap Kevin tiba tiba
"Tuh kan lo sih Lan" ucap Dicky
"Salah gue apa coba?" tanya Allan tanpa dosa
"Salah lo ga pernah bener, jadi salah mulu" ucap Reza
"Serah kalian!" sentak Allan
"Udah udah, susulin Kevin aja mending" saran Dicky
"Yokk susul" kata Allan semangat
Kemudian mereka bertiga pun menyusul Kevin yang belum pergi jauh dari kantin.
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊:✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
"Jess lo kok bisa jadi gini si?" tanya Belva setelah dia dan Sisil sampai ketoilet dan menemukan Jessy dalam keadaan basah karna lantai toilet yang basah dan membuat Baju Jessy juga ikut basah.
Jessy hanya diam dan menangis tanpa menjawab pertanyaan Belva.
"Ayok kita antar ke UKS Jes" ajak Sisil
Kemudian Belva dan Sisil pun menopang Jessy dan menuntunya menuju uks.
Jessy hanya diam pasrah semua bandanya terasa sakit semua apa lagi lututnya dan kepalanya yang terasa sangat pusing.
Di sepanjang perjalanan menuju uks banyak mata memandang ke arah Jessy dan bisikan demi bisikan juga terdengar. Tapi Jessy hanya menghiraukannya karna dia sangat merasa pusing dan berusaha menahan agar dia tidak terjatuh.
Di kanan kirinya ada Belva dan Sisil yang memapah Jessy menuju arah uks. Uks dan toilet jaraknya cukup jauh sehingga belum sempat sampai di uks, rasa pusing lagi lagi datang menghampiri kepala Jessy.
BRUKKK
Jessy terjatuh karna tak bisa menahan lagi rasa pusing dikepalanya dan membuat Belva serta Sisil ikut jatuh karena tidak kuat menopang tubung Jessy yang tiba tiba terjatuh.
"JESSS BANGUN JES!" teriak Sisil
"JESSS BANGUN JESSS!JESY?" teriak Belva dan menggoyangkan badan Jessy.
"Woi kalian buruan bantuin kek!" teriak Sisil yang geram pada orang orang disekitarnya yang hanya menonton tak mau menolong.
"Eh Vin ada apa tuh" tanya Allan pada Kevin yang ada di sampingnya
Kevin hanya mengedikkan bahunya tanda tak tahu.
"Samperin yuk" ajak Dicky yang tiba tiba kepo.
Karena rasa penasaran akhirnya mereka mendekati kerumunan itu. Dan Kevin hanya ikut pasrah pada ketiga temanya itu.
Setelah mereka sampai dikerumunan, mereka terkejut. Bagaimana tidak? Ada orang pingsan dan perempuan lagi. Dan yang bikin ke empat cowok itu semakin kesal adalah mereka kenal orang itu. Entah kenapa Kevin juga merasa kesal.
"Gila kalian!" Reza yang jarang bicara kini bicara kepada kerumunan. Membuat kerumunan itu langsung mengalihkan pandangannya kepada Reza.
"Minggir lo semua!" lanjut Reza kemudian. Dan keremunan itu pun minggir.
Setelah ada celah jalan Reza dan di ikuti Allan, Dicky, dan Kevin berjalan menuju Jessy yang terbaring pingsan.
"Awas sini gue bantu" Ucap Reza kepada kedua teman Jessy yang kemudian berjongkok.
Entah ada angin apa tiba tiba saja Kevin juga ikutan jongkok dengan satu lutut di lantai.
"Gue aja" ucapnya tiba tiba dan dalam hitungan detik langsung menggendong Jessy didepan ala Bridal Style.
Jangan tanyakan bagaimana ekspresi orang yang ada disana. Mereka semua sangat terkejut dibuat Kevin. Teman Kevin aja terkejut apalagi mereka.
Bagaimana mungkin tidak terkejut? Seorang kevin Orlando Prasetya si cowok dinginnya SMA Starsmoon menggendong cewek dengan ala Bridal Style. Hal ini merupakan sejarah baru bagi yang menyaksikannya.
Bagaimana tidak? Seorang Kevin Orlando Prasetya yang terkenal dingin itu menggendong cewek ala Bridal Style? Wow.
Setelah Belva dan Sisil sadar dari keterkejuttanya mereka langsung menyusul Kevin. Begitu juga Reza, Dicky dan Allan.
"Kalo ada yang butuh pertolongan seenggaknya bantuin! Bukan malah di jadiin tontonan! Gila kalian!"
Ucap Reza sebelum meninggalkan kerumunan.
**PENASARAN DENGAN KEADAAN JESSY? LANJUT BACA KE EPISODE SELANJUTNYA
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITA YANG AKU BUAT
DADAAA
MUAHHH**