
"Jika sudah takdir maka kita akan dipertemukan kembali"
Jessy yang sudah beranjak pergi dari tempat duduknya, berjalan menuju ke tempat dia tadi memesan makanan dan kemudian membayar makanan beserta minumanya. Dan setelah itu dia pergi menuju pintu keluar kantin.
Di tengah perjalananya menuju arah pintu kantin, Jessy ber pas-pasan dengan Kevin dan ketiga temannya.
"Minggir" titah Jessy ketus kepada empat laki-laki yang mengahalangi jalan Jessy tanpa melihat muka mereka.
Bagaimana tidak menghalangi jalan coba? Mereka saja berjalan satu deret berempat sehingga membuat Jessy tidak bisa lewat.
"Lo yang minggir" jawab Kevin memerintah balik Jessy. Enak saja main suruh-suruh, tidak tahukah dia bahwa yang ada di depannya ini Kevin.
Siapa sih nih orang, batin Kevin terheran melihat gadis didepanya yang berani menyuruhnya.
"Gila ya? Lo yang harusnya minggir, karna lo yang ngehalangin jalan."
Ketus Jessy datar.
"Ha apa?" tanya Reza bingung. Baru kali ini ada orang yang berani dengan Kevin, alapagi dia perempuan. Terus apa nada bicaranya juga acuh. Biasanya para perenpuan jika berhadapan dengan Kevin pasti akan berusaha menarik perhatian Kevin dengan berbicara lembut dan sopan karena takut.
Perlu kalian ketahu Kevin selain tampan juga seram. Apalagi jika marah, maka wajah seram Kevin akan nampak. Sosoknya bagaikan Iblis.
Jessy lalu mendongak ke atas, melihat wajah para lelaki yang menghalagi jalannya. Iya Jessy tadi ga liat wajah mereka karena mereka tinggi. Dan Jessy dari tadi jalan cuma liat ke depan tanpa peduli wajah orang orang yang berlalu lalang disekitar Jessy.
Tatapan mata Jessy berhenti pada manik mata berwarna hitam pekat yang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Oh elo" ucap Jessy datar, lalu berjalan kasar lurus memisahkan keempat laki laki itu menjadi dua bagian dan menyenggol lengan laki laki bermata hitam pekat yang memiliki tatapan tajam itu. Ya benar menyenggol lengan Kevin, orang yang hampir menabrak Jessy tadi pagi digerbang sekolah.
Yah walaupun Jessy saat itu tidak tahu nama lelaki itu. Yang ia kenali hanya matannya yang hitam pekat. Dan wajahnya yang tampak dari spion motor.
"Cih" ketus Kevin dan mengeluarkan tatapan tidak sukanya kepada Jessy.
Sedangkan ketiga teman Kevin hanya diam dan heran dengan tingkah Jessy. Begitupun para murid yang ada dikantin, menatap mereka diam tidak bergeming. Mereka yang ada disana sangat dikejutkan dengan kelakuan Jessy terhadap Kevin dan teman-temanya, terutama pada Kevin Orlando Prasetya.
Bagaima bisa dia bersikap kasar dan dingin kepada seorang Kevin? Hanya itu pertanyaan yang mungkin sedang ada di pikiran orang orang yang menatap Jessy bingung dan sedikit kaget. Banyak kagetnya malahan.
"Heh lo berhenti di situ!" teriak Kevin kepada Jessy.
Jessy terus berjalan kedepan tanpa mempedulikan panggilan Kevin. Kevin yang geram dengan kelakuan Jessy langsung berjalan mendekat ke arah Jessy.
"Gue bilang berhenti" bentak Kevin yang mengenggam tangan Jessy untuk menghetikan langkah Jessy.
"Apa?" tanya Jessy polos dengan muka datar dan menengok kebelakang.
"Maksud lo apa?" Kevin balik bertanya dengan tatapan datarnya.
"Apanya?" tanya Jessy lagi
"Maksud lo apa tadi?"tanya Kevin dengan memasukan tanganya kesaku celana abu abunya.
"Pikir aja sendiri" ketus Jessy sambil melepaskan pengangan tangan Kevin. Dan berlalu pergi meninggalkan Kevin yang diam di tempat dengan muka yang kebingungan.
"Wah hiburan baru nih" goda Allan sambil nyenggol lengan Kevin.
"Bacot" ketus Kevin yang membuat kedua temanya langsung diam.
Setelah mereka berempat duduk di pojokan kantin Ketiga teman Kevin mulai kepo dan bertanya kepada Kevin.
"Eh Vin btw tadi siapa?" tanya Dicky dengan penasaran.
"Iya vin siapa sih dia? Pacar lo ya?" goda Allan sambil tersenyum curiga. Allan memang suka sekali jika membully temannya yang satu ini.
"Bacot" ketus Kevin yang malas menjawab kedua temanya itu.
"Lo kenal Vin sama dia?" tanya Reza tiba tiba.
"Nggak" sahut Kevin cepat.
Lalu tiba tiba Kevin teringat dengan sosok gadis yang hampir dia tabrak tadi pagi.
"Oh gue inget" kata Kevin tiba-tiba dan mengejutkan ketiga temanya.
"SIAPA?" Tanya ketiga temannya kepo.
"Orang" singkat Kevin.
"Gue juga tau kalik dia orang-_-" ketus Allan yang sebal dengan jawaban dari Kevin. Dia sudah sangat penasaran dengan gadis tadi.
"Tau tuh si Kepin, orang kita lagi serius juga" kesal Dicky.
"Dia orang yang gue ceritain tadi pagi" jelas Kevin singkat.
Ketiga temanya langsung mengangguk paham. Tadi pagi memang Kevin sempat bercerita kalau dia hampir menabrak satu orang cewek yang ada di depan gerbang.
"Minta maaf gih" titah Dicky.
"Ogah" ketus Kevin, merasa sebal jika mengingat gadi itu, Jessy.
"Harusnya lo minta maaf" kata Allan sambil menepuk pundak kanan Kevin.
"Nggak" jawab Kevin datar.
Reza hanya diam karena dia tahu Kevin itu keras kepala kalo soal minta maaf duluan. Jadi sia-sia saja jika dia membuka suaranya untuk menasehati Kevin.
**DI CERITA INI AKU MEMPERTEMUKAN MEREKA KEMBALI, DAN UNTUK SELANJUTNYA AKU TEMUIN MEREKA LAGI GA YAAAA?
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR KALIAN UNTUK CERITA INI
JANGAN LUPA PENCET** LIKE**