Jessy

Jessy
Cemburu



..."Dasar cewek, kalau ditanya jawabannya gapapa mulu."...


Sore harinya, para peserta camping dibebaskan untuk melakukan kegiatan. Asal tidak berbuat yang aneh-aneh ataupun melukai orang lain. Dan jika ingin pergi, harus kembali sebelum malam.


"Jessy, mau jalan-jalan?" Tanya Reno menghampiri Jessy yang berada di depan tendanya.


"Mau, kalian ikut nggak?" Tanya Jessy pada kedua temannya.


"Nggak deh Jes, gue masih capek" Balas Sisil.


"Gue juga Jes, masih pegel kaki gue" Belva pun juga sama.


"Ya udah deh, gue duluan ya. Ayo kak" Jessy berpamitan kepada kedua temannya.


"Kita mau kemana kak?" Tanya Jessy saat diperjalanan.


"Kan tadi gue udah bilang, kita mau jalan-jalan" Kata Reno.


"Ish! Gue juga tau. Maksudnya tuh jalan-jalan kemana?"


"Rahasia" Balas Reno.


"Kok pake rahasia-rahasia an sih kak"


"Udah diem, nanti lo juga suka" Kata Reno kemudian merangkul Jessy.


Sedangkan dari arah lain, Allan sedang memanas-manasi Kevin. Perlakuan Allan membuat Kevin kesal setengah mati.


"Duh adek gemes jalan sama ketos" Ucap Allan yang ditujukan untuk Kevin.


"Rangkul-rangkulan lagi. Cocok ya mereka" Allan melanjutkan ucapannya dan merangkul Kevin "Ya nggak Vin" Allan memainkan kedua alisnya naik turun. Cowok itu tersenyum menggoda ke arah Kevin.


Kevin kesal, kenapa temannya itu bawel sekali? Dan yang paling mengesalkan menurut Kevin adalah dirinya sendiri. Kenapa ia bisa kesal melihat Jessy dirangkul cowok lain?


Hatinya seperti terbakar melihat kemesraan antara Jessy dan Reno. Sebenarnya ada apa dengan hatinya?


"Udahlah Vin, kalo cinta ya tinggal bilang aja. Tembak dia, biar dia jadi milik lo" Kata Dicky.


"Taukan gimana rasanya cemburu? Makan tuh cemburu!" Allan tertawa keras, membuat mereka menjadi pusat perhatian.


"Kevin sudah besar" Reza pun malah ikut-ikutan.


"Sialan lo pada!" Kevin kesal. Cowok itu beranjak pergi meninggalkan ketiga temannya.


"Woi! Mau kemana lo" Teriak Dicky.


"Hahaha lagi PMS dia" Allan kembali tertawa.


...»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊‎​​⌣✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶...


"Gimana?" Tanya Reno saat mereka sampai ditempat yang dituju.


Jessy masih terpana dengan pemandangan yang ada di depannya. Cewek itu tidak mendengar ketika Reno bertanya kepadanya.


Reno terus memperhatikan Jessy. Cewek yang berdiri di sampingnya itu tak henti-hentinya memotret pemandangan yang ada di depannya.


Di depan mereka ada hamparan rumput yang luas, banyak bunga-bunga bermekaran dipadukan dengan jingganya langit sore.


"Kak Ren, fotoin dong" Jessy menyerahkan ponselnya ke arah Reno.


Di Tempat itu mereka menghabiskan sore hari ditemani sang senja dan obrolan kecil.


"Lo suka sama Kevin?" Tanya Reno tiba-tiba.


Deg.


"Ng-nggak lah" Balas Jessy sedikit gugup.


"Kalo nggak suka ngapain gugup?" Reno terkekeh melihat tingkah Jessy.


"Siapa yang gugup! Gue nggak gugup!" Kesal Jessy.


"Iyain deh"


"Balik aja kak, kesel gue lama-lama sama lo"


"Ya sudah, sudah hampir malam juga"


Lalu, mereka berdua kembali ke area camping. Saat mereka telah sampai disana, Reno dipanngil karena ada urusan. Jessy berjalan sendirian dan tiba-tiba ada yang menarik tanganya menjauh ke tempat yang lebih sepi.


"Kak Kevin apa-apaan sih" Kesal Jessy yang kesal karena dirinya ditarik secara tiba-tiba oleh Kevin, apalagi tempat ini sepi.


"Lepas, sakit tau nggak"


"Lo habis dari mana?" Tanya Kevin menghiraukan kekesalan Jessy.


"Lihat gue dan jawab pertanyaan gue" Kata Kevin menatap tajam Jessy.


Tanpa rasa takut Jessy menatap manik mata Kevin. Sial disaat seperti ini ia malah terpesona dengan mata tajam milik cowok itu. Jessy segera mengalihkan pandangannya.


"Lo habis dari mana sama si ketos itu?" Kevin kembali bertanya.


Jessy menoleh menatap Kevin "Kak Reno maksud lo? Cuma jalan-jalan kok"


"Kemana?"


"Kepo lo kak, udah kek dora aja"


"Jangan gitu lagi"


"Hah apaan?" Tanya Jessy tak paham. Kenapa kakak kelasnya yang satu ini suka sekali bicara setengah-setengah.


"Jagan jalan sama dia lagi"


"Lah suka-suka gue dong. Emang masalah buat lo" Kata Jessy sewot.


"Gue ga suka" Setelah perkataan itu terlontar dari bibirnya, Kevin pergi meninggalkan Jessy.


"Heh apaan maksudnya?" Tanya Jessy masih terdiam dalam kebingungannya.


"Eh tungguin gue" Jessy berlari mengejar Kevin yang sudah jauh didepannya.


Brukh


Jessy terjatuh, tersandung batu.


"Kak.. tungguin. Hiks…" Jessy mulai menangis, ia takut sendirian disini dan sekarang ditambah lagi kakinya sakit. Saat ia mencoba berdiri, Jessy kembali terjatuh lagi.


"Makanya jangan lari-larian kaya anak kecil" Kevin sudah berdiri di depan Jessy.


Heh apa katanya tadi? Lari larian kaya anak kecil? "Gue kan lari gara-gara lo ninggalin gue" Kata Jessy dengan suara seraknya sisa tangisan tadi.


Kevin mengela napas, lalu cowok itu berjongkok membelakangi Jessy.


"Ngapain lo" Tanya gadis itu.


"Kaki lo sakit kan? Sini gue gendong"


Tanpa membantah Jessy naik ke gendongan Kevin. Hari sudah gelap, ia tak mau berbasa-basi lagi.


"Dasar ****"


"Heh gue bukan ****" Jessy memukul punggung Kevin.


"Pantes aja pukulan lo kuat, badan lo aja berat" Sebenarnya Kevin bohong, Jessy itu ringan. Beberapa kali dia mengendong Jessy, tapi dia tidak merasa keberatan.


Plak, sekali lagi Kevin mendapatkan pukulan dari Jessy. Kalau soal pukulan Kevin tidak berbohong. Memang pukulan Jessy itu kuat. Walau tidak terlalu sakit sih.


"Sekali lagi lo pukul, gue turunin" Kata Kevin membuat Jessy semakin mengeratkan pegangannya.


Dalam hati Kevin terkekeh, nah kan takut juga kan lo.


Saat mereka sampai di perkemahan, mereka menjadi pusat perhatian. Banyak yang saling berbisik membicarakan kedatangan mereka.


Saat melihat Jessy datang, Belva dan Sisil langsung menghampirinya. Mereka khawatir kenapa Jessy tidak balik-balik.


"Loh Jessy, bukannya lo tadi pergi sama kak Reno? Kenapa baliknya sama kak Kevin?" Tanya Belva begitu sampai dihadapan Jessy dan Kevin.


"Bener, pake digendong juga. Lo nggak papa kan?" Kini giliran Sisil yang bertanya. Ia takut sahabatnya ini kenapa-napa.


"Gue gapapa kok, kalian jangan khawatir. Dan kak Reno tadi dipanggil ada urusan"


"Gapapa gimana? Kaki lo kan sakit" Celetuk Kevin. Bagaimana bisa Jessy berkata seperti itu? Kaki sakit dan dia bilang tidak ada apa-apa? Dasar cewek kalau ditanya jawabannya gapapa mulu.


"Hah kok bisa Jes!" Tentu kedua temannya itu terkejut. Bagaimana bisa Jessy kembali terluka lagi.


"Cuma kesandung kok. Kak turunin gue, udah sampai" Kata Jessy menyuruh Kevin untuk menurunkannya.


"Kesandung kok cuma. Gue anter sampai tenda" Kevin langsung meneruskan langkahnya untuk ke tenda Jessy. Menghiraukan Jessy yang sejak tadi minta diturunkan.


"Gila, itu beneran kak Kevin kan?" Tanya Belva yang masih memandang Jessy dan Kevin.


"Hem gue curiga dia jadi-jadian" Balas Sisil sembarangan.


Belva menggeplak punggung Sisil, "Heh mana ada. Ayo kita susul" Setelah itu Belva menyusul Jessy dan Kevin.


"Ya ga usah digeplak juga kalik, sakit tau nggak" Setelah mengatakan itu Sisil ikut menyusul Belva.