Jessy

Jessy
Siapa?



"Makasih kak Ren" ucap Jessy setelah turun dari motor Reno.


Pagi ini Jessy dijemput oleh Reno dan akhirnya dia berangkat sekolah bersama dengan Reno.


"Iya, nanti pulang bareng gue aja. Kebetulan nanti gue ga ada tugas kayak kemarin" ucap Reno.


"Hah?" Jessy bingung.


"Nanti lo pulang bareng gue aja ga usah nunggu bus. Bareng gue aja" jelas Reno.


"Ga usah deh kak, nanti malah ngrepotin Kak Reno" ucap Jessy


"Gak repot kok Jes, kan rumah kita satu arah" balas Reno dengan sedikit bingung. Memang repot kenapa? Kan rumah mereka jalannya satu arah.


"Eh iya ya, yaudah kalo gitu" Jessy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Nanti tunggu digerbang aja" ucap Reno kepada Jessy.


"Oke, yaudah gue duluan ya kak dahh" Jessy tersenyum ke arah Reno dan melambaikan tangan ke arah Reno.


Dan Reno pun membalas lambaian tangan Jessy lalu tersenyum melihat ke arah Jessy.


Senang rasanya melihatmu bisa tersenyum walau sesaat. Semoga senyumu tidak pernah pudar Jes.


Batin Reno


Dari belakang Reno dikejutkan dengan kehadiran temannya.


"Woi Ren!" kata Wijaya Antonio menepuk pundak kiri Reno. Wijaya Antonio adalah teman dekat Reno.


"Ngagetin gue lo" ketus Reno yang kesal karena terkejut.


"Salah siapa melamun, ke kelas yuk" ajak Wijaya.


"Hem" Reno hanya berdehem lalu mereka berduapun pergi menuju kelas mereka. Mereka memang satu kelas. Dikelas XI IPA 2.


»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊‎​​⌣✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶


Jessy berjalan melewati koridor sekolah menuju kelasnya. Di sepanjang jalan para murid berbisik bisik tentang Jessy dan Kevin yang pulang bersama.


Tapi Jessy tak peduli dengan bisikan itu, bahkan Jessypun tak tahu kalau mereka membicarakan Jessy. Dan Jessy hanya berjalan lurus ke kelasnya tanpa peduli dengan sekitarnya.


Sesampainya dikelas Jessy langsung duduk dibangkunya. Dan kedua teman Jessy, Belva dan Sisil pun langsung mengintrogasi Jessy.


"Jes emang bener kemarin lo pulang bareng Kak Kevin?" Tanya Belva tanpa basa-basi setelah Jessy duduk.


"Hm, tapi kok lo bisa tau si?" Jessy hanya berdehem dan bingung. Dari mana temanya itu tahu? Pasalnya kemarin tidak ada orang disekitar sana.


"Siapa sih yang ga tau semua tentang Kak Kevin Orlando Prasetya" ucap Sisil dengan hebohnya.


"Oh" balas Jessy acuh.


"Jadi semua itu bener Jes?" sahut Sisil lagi.


"Hm" lagi lagi Jessy hanya berdehem.


"Kok bisa?" tanya Belva dan Sisil kompak.


"Gak tau" jawab Jessy singkat.


"Gak tau" potong Jessy cepat.


"***** lo main potong aja, gue belum selesai ngomong nih" kesal Sisil.


"lanjuti" ucap Jessy singkat.


"Lo tau gak, se sekolah lagi dapet berbincangan panas Jesssssss" dengan hebohnya Sisil berkata.


"Tentang?" tanya Jessy.


"Ya elah Jes masa lo ga tau si" kata Belva yang kesal dengan Jessy yang sedaritadi hanya acuh.


"Tentang lo sama kak Kevin Jes" terang Sisil singkat.


"Oh" singkat padat jelas, itulah reaksi Jessy.


Berarti yang dikoridor tadi pada bisik bisik tentang gue ya? Ya elah gitu amat sih murid murid Starsmoon.


batin Jessy.


»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊‎​​⌣✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶


"Jesss! Belll! kantin yukkk!" teriak Sisil setelah guru yang mengajar kelas mereka keluar karena jam belajar telah selesai dan digantiin jam istirahat.


"Brisik lo Sil" sewot Belva.


"Ya biar wleee" cibir Sisil memeletkan lidahnya ke arah Belva.


"Serah lo! Ya udah kantik hayuk" pasrah Belva yang malas adu mulut dengan Sisil.


"Ayukk, Jessy ikut?" Sisil menoleh ke arah Jessy.


"Gak gue udah bawa bekal" terang Jessy.


"Ayolah Jes sekali kali" ajak Belva.


"Iya Jes.. atau gini aja, lo bawa bekal lo kesana gimana?" tawar Sisil.


"Emm ya udah kalo gitu" pasrah Jessy.


"Nah gitu dong" ucap Belva girang.


"Tapi gue ketoilet dulu ya ntar gue nyusul aja. Tolong ini bawain bekel gue kesana." Jessy menyerahkan bekalnya.


"Oke siap" ucap Belva dan menerima bekal Jessy.


Di Toilet.


"AAA LEPASSS!" teriak Jessy terkejut.


Saat akan keluar dari toilet ada yang menarik tangan Jessy secara tiba tiba.


SIAPA NIH YANG NARIK JESSY


LANJUT BACA AJA YA...