Jessy

Jessy
Selepas Ujian



Waktu berlalu bergitu cepat dan ujian pun juga telah selesai dilaksanakan.


"Akhirnya terbebas dari neraka bernama ujian" kata Sisil sembari meminum es nya.


"Iya ya, nggak kerasa ujian udah selesai" sahut Belva yang sedang mengaduk minumannya


"Woi Jes, diem bae lo" ucap Sisil kepada Jessy.


"Makan tuh ga boleh sambil ngomong" balas Jessy setelah menelan makananya.


Mereka bertiga kini sedang berada di kantin sekolah. Setelah mata pelajaran terakhir di ujian berakhir mereka langsung menuju ke kantin. Untuk mengisi perut mereka yang lapar karena terlalu banyak menguras tenaga untuk berfikir.


"Serah lo deh Jes. Eh, nanti sehabis ini kita jadi pergi kan?" Tanya Sisil membuat topik baru.


"Iya" jawab Jessy singkat.


"Tapi.. nanti kemana ya?" Tanya Belva dan terlihat seperti sedang berfikir.


"Iya ya, kan belum ditentuin tempatnya" sahut Sisil.


"Yang penting bukan ke kuburan" Jessy ikut menyahuti setelah itu meminum es teh manisnya. Haduh seger banget batinnya.


"Jessy mah nggak bisa di ajak serius" kesal Sisil.


"Tau tuh bercanda mulu dari tadi" kata Belva.


"Kan bener, yang penting nggak kekuburan. Emang kalian mau kekuburan?" Ucap Jessy membela diri.


"Serah lo deh Jes" putus Belva agar.


"Hei adek-adek manis. Lagi ngapain nih" tanya seseorang yang tiba-tiba berada disamping meja Jessy dan kedua temannya.


"Lagi belajar" balas Belva.


"Loh bukannya kalian lagi makan?" Ucap seseorang itu lagi.


"Heh kak Allan. Udah tau kita lagi makan, ngapain pake nanya lagi" Kesal Belva.


"Tau tuh emang dasar si Allan" celetuk Dicky.


Kini Allan, Dicky, Reza dan Kevin berada dimeja yang sama dengan Belva, Sisil dan Jessy. Setelah membahas tentang rencana jalan-jalan sehabis ujian selesai, mereka semakin dekat.


Bahkan mereka juga membuat grup yang isinya mereka bertujuh. Grup itu tentu saja dibuat oleh orang kurang kerjaan, Allan Dika Saputra. Dan grup yang beranggotakan tujuh orang itu diberi nama 'Selepas Ujian" oleh Allan. Huh, untung saja nama grup nya tidak aneh-aneh. Cukup orang yang buat grup aja yang aneh, nama grupnya jangan. Hehehe.


"Dasar kompor lo Dic" kata Allan kesal.


"Udah ribut mulu kalian, kita kesini kan mau bahas soal acara kita" Kata Reza mengingatkan.


"Oh iya hampir lupa. Nah jadi gini para gadis-gadis, gimana kalo jalan-jalannya sekarang aja" kata Allan memberi usulan.


"Iya, toh kita juga udah boleh pulang" kata Dicky menambahkan.


"Boleh deh" kata Belva.


"Yaudah ayok langsung aja" kata Sisil semangat.


"Hei lo berdua emang bawa kendaraan?" tanya Jessy kepada kedua temannya itu.


"Enggak" jawab kedua temannya menggelengkan kepala mereka.


"Nggak usah pusing-pusing, kan ada kita" Ucap Allan menaik turunkan alisnya.


"Jadi gue sama siapa?" Tanya Sisil.


"Pokoknya gue sendirian. Takut nanti ada yang marah" kata Dicky.


"Punya pacar aya songong lo" cibir Allan.


"Alah bilang aja lo syirik" balas Dicky.


Allan tak menanggapi ucapan Dicky dia beralih menatap Jessy. "Adek jutek, lo sama gue ya" pinta Allan.


"Nggak, siap lo kenal aja enggak" ucap Jessy kelewat sadis.


"Jahat lo Jes, tapi gue tetep ngefans kok sama lo" ucap Allan dengan berakting mengusap matanya seakan-seakan mengusap air mata. Dasar si Allan.


"Banyak drama lo" cibir Dicky.


"Sama gue ya Jes, nanti gue beliin permen deh" kata Allan mencoba membujuk Jessy.


"Engg-- Eh eh"


"Si Kepin main nylonong aja" gerutu Allan sebal.


"Ga usah ribut, lo sama Sisil aja. Belva biar sama gue" ucap Reza menengahi.


"Udah gitu aja, terus kita berangkat" kata Dicky menyetujui.


Dan pada akhirnya mereka berangkat untuk menyegarkan otak mereka dari ujian yang telah dilalui.


Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, yaitu mall. Saat diparkiran tadi mereka memutuskan akan pergi menuju ke mall.


Setelah memasuki mall mereka langsung menuju ke timezone dan memainkan beberapa permainan yang mereka suka.


Setelah lelah bermain mereka makan untuk mengisi tenaga, karena lelah bermain.


"Gila haus banget gue. Ah seger" kata Allan setelah meneguk minumannya.


"Salah sendiri main mulu dari tadi" cibir Reza. Memang saat bermain tadi, Allan tidak istirahat sama sekali.


"Hahaha gokil, si Allan udah jelek tambah jelek" ucap Dicky yang tertawa setelah melihat sebuah foto yang dipegangnya.


Mereka tadi juga mencoba salah satu mesin yang digandrungi remaja atau dewasa yakni ‘Snapshot’. Layaknya photo box, mesin baru ini bisa jadi tempat narsis para pengunjung yang ingin berfoto. Dan kemudian, hasilnya bisa di cetak dan dikirim ke email penggunanya.


"Sialan lo tuh yang jelek" ejek Allan kembali.


"Ribut mulu makan noh makanan kalian" kata Reza melerai.


"Habis ini kita kemana lagi?" tanya Jessy membuat topik.


"Pulang" balas Kevin singkat. Dia lelah jika harus pergi lagi. Padahal dia tadi hanya memainkan 2 permainan. Dan itupun dipaksa oleh Allan dan Dicky.


"Kok pulang sih" sebal Jessy. Padahal suasana hatinya sedang membaik dan tidak ingin pulang.


"Tau tuh kak Kevin nggak asik" oceh Sisil. Apa-apaan kakak kelasnya itu? Masak baru sebentar udah pulang. Kan nggak asik tuh.


"Ngapain pulang sih Vin. Belum juga puas mainnya" Kesal Allan. Dia padahal sudah ingin rencana berbelanja sehabis bermain. Mumpung uang banyak.


"Capek gue" balas Kevin, kemudian meminum minumannya.


"Capek dari mana? Lo aja main cuma dua kali. Setelah malah cuma duduk mandangin Jessy mulu" kata Allan.


Uhuk uhuk


Ucapan Allan membuat Kevin tersedak minumannya.


Dasar Allan sialan, batin Kevin mengumpat.


Sedangkan Jessy yang hanya mengalihkan pandangannya kearah lain dengan pipi yang merah merona, blushing dia.


Memang benar Kevin setelah selesai bermain dua permainan hanya duduk lalu memandangi Jessy yang sedang bermain. Tapi kan ya jangan bilang-bilang didepan orangnya dong. Mau ditaruh dimana mukannya.


"Aww, sialan" umpat Allan lirih karena Kevin menginjak kakinya.


"Makannya diem" ucap Kevin dingin membuat Allan diam seketika. Bisa ****** dia kalo nanti tidak dapat contekan dari Kevin ketika ulangan.


"Udah selesai semua kan? Gimana kalo kita belanja aja?" Tanya Reza mencoba mencairkan suasana yang tadi sempat canggung.


"Ah boleh tuh" ucap Sisil menyetujui.


Dan pada akhirnya merekapun berberlanja ditoko yang ada untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan.


"Eh dua hari lagi kan camping nih. Beli perlengkapannya aja sekalian" Ucap Dicky memberi usul.


"Tumben otak encer" celetuk Kevin asal.


"Sialan lo Vin. Sekali ngomong, omongannya tajem kek pisau" Kesal Dicky.


Lalu, merekapun berpencar untuk mencari barang-barang yang akan mereka bawa saat camping. Atau barang-barang lain yang mereka inginkan.


Setelah selesai memilih mereka segera membayar barang yang mereka beli, kemudian keluar dari toko.


"Habis ini kemana?" tanya Dicky.


"Pulang" balas Kevin. Kemudian dia berjalan terlebih dahulu dan tak lupa, dia juga menarik tagan Jessy lalu berjalan bersamannya.


Jessy merasa nyaman saat Kevin mengandeng tanganya. Genggaman tangan Kevin membuat hati Jessy menghangat.


Duh gue kenapa sih, batin Jessy setelah sadat dari lamunannya.


"Hah.. udah kayak nyamuk aja kita" ucap Allan yang melihat Jessy dan Kevin bergandengan tangan.