Jessy

Jessy
Gila



"Kalo ada yang butuh pertolongan seenggaknya bantuin! Bukan malah di jadiin tontonan! Gila kalian!" Ucap Reza sebelum meninggalkan kerumunan.


»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊‎​​⌣✽ ̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶


Kevin berlari mengendong Jessy menyusuri setiap koridor menuju ke uks. Sedangkan ketiga temanya dan kedua teman Jessy masih tertinggal jauh dibelakang.


Banyak mata yang memandang ke arah Kevin, tapi dia tidak menghiraukannya. Dia hanya terus fokus berlari menuju ke uks.


Setibanya di uks, Kevin segera membaringkan Jessy ke tempat tidur yang ada di uks. Kevin membaringkan Jessy secara perlahan agar Jessy merasa nyaman.


Lalu dia mengambil minyak kayu putih untuk diusapkan ke pelipis Jessy. Setelah itu ia oleskan ke pelipis Jessy dengan lembut.


Karena Jessy belum bangun juga Kevin mengoleskan minyak kayu putih kejarinya, jari telunjuk. Dan setelahnya ia arahkan jarinya ke depan lubang hidung Jessy, agar Jessy dapat mencium minyak kayu putih itu dan segera bangun.


Tak lama setelah itu Jessy bangun. Betapa terkerjutnya dia, mendapati Kevin ada di sampingnya. Jessy segera mendudukkan dirinya.


Karena kepalanya yang terasa masih pusing, Jessy duduk dibantu oleh Kevin.


"Makasih Kak" ucap Jessy dengan sedikit tersenyum.


"Hem" Kevin hanya berdehem.


Buset, nih orang ngeselin banget si. Udah gue senyumin juga, malah balesnya cuek. Nyesel gue senyum ama ni orang. Batin Jessy kesal.


Setelah itu hanya ada keheningan di antara mereka.


"Kepala lo masih sakit?" tanya Kevin memecah keheninga.


"Sedikit" jawab Jessy singkat sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Kalo sakit tidur aja lagi" saran Kevin.


"ga gue mau pergi" ucap Jessy singkat.


Bukannya menuruti ucapan Kevin, Jessy malah beranjak dari ranjang dan ingin turun. Jessy bersikeras ingin ke kelas walaupun Kevin sudah mencegahnya. Jessy memang tipikal orang yang keras kepala.


Saat Jessy sudah berdiri dia meringis kesakitan "Aduh" Jessy hampir terjatuh.


Untung saja dengan sigap Kevin memengangi Jessy sehingga Jessy tidak jadi terjatuh.


"Tuh kan gue bilang juga apa? Disuruh diem susah banget si" kesal Kevin karena Jessy keras kepala.


Belum sempat Jessy menjawab ocehan Kevin. Pintu uks terbuka, menampilkan tiga orang cowok dan dua cowok.


"Jes lo gapapa kan?" tanya Belva kawatir.


"Ya ampun Jes gue takut banget kalo lo kenapa napa" sambung Sisil.


"Gue gapapa, kalian ga usah kawatir" ucap Jessy menenagkan kedua temannya.


"Gila lo Vin cepet banget larinya" ucap Allan.


"Iya tau tuh, gue sampek ngos ngosan. Iya ga Za?" Dicky bertanya pada Reza.


"Iya" jawab Reza singkat yang masih mengatur deru nafasnya.


Sedangkan Kevin? Dia tidak menaggapi ocehan temanya. Dia hanya fokus kepada Jessy yang sesekali memegangi keningnya yang terasa pusing.


tanya Kevin lagi.


"Ha? Eh iya sedikit" jawab Jessy terkejut dengan pertanyaan Kevin.


"Nih kalian ke kantin beli teh panas sama soto" ucap Kevin dan memberikan selembar uang hijau kepada ketiga temanya.


"Kok kita sih" kata Dicky tak terima.


"Cepet ga" Kevin menatap tajam ketika temanya itu.


Dan akhirnya mereka pergi sesuai suruhan Kevin.


"Dan kalian, ambilin jaket gue di kelas gue" titah Kevin kepada kedua teman Jessy.


"Gak kak takut" jawab Belva.


"Gue suruh ambil ya ambil. Cepet!"


ketus Kevin.


Akhirnya Belva dan Sisil pun pergi ke kelas Kevin untuk mengambil jaket Kevin.


Jessy hanya diam menatap bingung ke arah Kevin. Sedangkan kevin menuju ke sebuah almari yang ada di uks, lalu mengambil sebuah kotak obat dan membawanya ke ranjang yang Jessy duduki.


Setekah itu dia mengambil kotak P3K. Kevin mengambil kapas lalu dia usapkan ke lutus Jessy yang berdarah.


"Sakitt" rintih Jessy.


"Tahan" ucap Kevin singkat.


Akhirnya Jessy berusaha menahan raaa sakitnya. Dan setelah bersih, Kevin mengambil kapas lagi lalu menuangkan alkohol.Kemudian ia membersihkan lutut Jessy dengan kapas yang sudah diberi alkohol.


"Aw perih" ucap Jessy pelan, tapi Kevin masih bisa mendengarnya.


"Bentar lagi" jawabnya sambil meniup luka Jessy.


Setelah membersihkan lutut Jessy, Kevin mengabil kasa dari kotak P3K lalu di beri revanol. Dia meletakkan kasa itu ke lutut Jessy. Setelah luka itu tertutup dengan kasa dan plester menjadi perekatnya, Kevin mengembalikan kotak P3K ke tempat semula.


Setelah mengembakikan kota P3K Kevin kembali duduk di dekat ranjang tempat Jessy.


"Makasih lagi kak" ucap Jessy tersenyum.


"Iya" kali ini Kevin menjawab Jessy.


Ceklek


Tak lama setelah itu, pintu uks terbuka.


**SIAPA YANG DATANG?


WHO?


BACA KELANJUTANYA DI EPISODE SELANJUTNYA**