Its Story Rey & Key

Its Story Rey & Key
Ternyata Key...



HAPPY READING


◍◍◍


Nayla dan Clara semakin kalut saat Key tak bisa di hubungin.


Mereka tidak bisa melakukan apa-apa.


selain besok berharap bertemu Key di kampus...


◦◦◦


sedangkan di sisi lain...


terdapat seorang gadis dan pria duduk berdua menikmati semangkok soto yang di jual di pinggir jalan.


''bang satya...abis ini kita makan di mana lagi?" tanya gadis itu.


''adek masih mau makan lagi ya?'' kaget pria itu yaitu, Satya.


''iya...bagaimana, kalau makan es cream, Key lama lho ga makan es cream'' ajak gadis itu dan ternyata adalah si Keyra angelin.


''boleh deh..habis ini kita ke kedai es cream'' kata Satya.


''oh iya bang sat ketemu di mana sih teman abang yang modelan begitu?'' tunjuk Key pada cowo yang duduk di atas kap mobil Satya.


''maksud lo dek, si Rey ya?''


''gatau lah..key ga tau nama nya, pokok nya itu."


''ya dia itu nama nya Rey, abang temanan sama dia udah dari SMA tapi rey tidak satu sekolah dengan kita.


abang ketemu dia di tempat tongkrongan abang'' jelas Satya.


''walaupun dia dingin aneh begitu, yaaa lumayan baik lah."


''oohh gitu yaa..'' Key mengganguk-anguk kan kepala nya.


ia melanjutkan ucapan nya


''ga nanya."


"uhuk" Satya tersedek.


''orang stres lo dek'' kata Satya dengan mengambil air minum


''hehe'' cengir Key.


Rey yang tadi hanya diam duduk di atas kap mobil dengan memainkan hp nya pun turun menghampiri Satya dan Key.


''cepat, jangan buang waktu gw lebih lama'' ujar Rey datar dan duduk di samping Satya.


''Rey lo itu perhitungan banget sih, bentar lagi selesai kok'' kata Satya.


''tau tuh...di suruh bang satya duluan aja tadi gamau'' kata Key menimpali.


''emang lo siapa sih, pake ikut juga nyahut omongan gw'' kata Rey datar.


''wujud se-gede ini ga tahu lo ngedentifikasi gw? ya gua manusia lah gimana si lo'' kata key.


''ya emang..., ini ciri-ciri orang gila nih'' ucap Rey mengejek Key.


''ha...gw ngalah kali ini, tapi tunggu aja besok, hihihihihihi" kata Key menyeringai.


''ga usah pakai hihihi juga kali dek, serem kayak mba kunti lho'' kata Satya pura-pura merinding.


''sialan lo bang."


Rey yang menyaksikan itu menjadi jengah.


''cepatan..jangan banyak omong."


''jangan terburu-buru, masih ada sesuatu yang membuat lo kesal rey'' kata Satya.


''maksud lo?'' Rey mengangkat alis nya sebelah.


''hahahaha'' tapi perkataan Rey hanya di sahuti oleh tawa Satya.


。。。


''hah...apa-apaan ini'' Rey merasa sangat kesal.


''kenapa singgah kesini lagi!!"


''hahaha, kesal kan lo, sama gw juga kesel'' kata Satya terkekeh.


''ihh...bang satya ga ikhlas ya bawa key kesini?'' ucap Key cemberut.


''Ga kok dek, bercanda tadi itu...


yaudah yuk mau pesan rasa apa lo dek."


''Gw tungguin di mobil'' kata Rey yang masih meresa kesal karena mengikuti Satya yang kesana kemari, kalau bukan karena si mak lampir yang berada di rumah nya mungkin nasib nya tidak begini.


''Yo'i"


''yaudah mau rasa apa tadi."


''Rasa coklat bang, emm tapi bungkus aja kayak nya, ini udah hampir gelap bang'' kata key melirik jam kecil yang melingkar di tangan nya.


''Oke deh'' Satya mulai memesan dan menunggu beberapa saat dan hadirlah es cream coklat kesukaan Key.


''Yaudah yuk bang anterin gw ya, keburu nayla dan clara nyariin gw'' kata Key bergegas menuju mobil Satya.


''Yaelah santuy aja kali dek'' ujar Satya menyusul Key.


''Udah ya? bentar amat'' kata Rey yang duduk santai di kursi penumpang samping kemudi.


''bentar salah, lama salah, mau nya teman lo ini gimana sih bang'' ujar Key yang siap memasang sabuk pengaman.


''Ga tau juga gw dek, gw juga ga ngerti'' kata Satya sambil mencolek-colek lengan Rey.


''Sialan lo sat'' kata Rey menyentil Kepala Satya.


''Awas sana..cepatan jalan'' kata Rey lagi dan memalingkan muka nya ke arah jendela mobil.


。。。


..kos-kosan cempaka..


Nayla dan Clara sedang berpelukan pilu kerena kepergian Key yang tak di ketahui oleh mereka.


''Huaa nay gw ga siap tanpa Key, engga ada lagi yang jahilin kita...hiks, terus engga ada lagi yang ngabisin makanan di kulkas dan non area kulkas'' ujar Clara pilu.


''bener omongan lo clar, gw juga ga siap merindu Key huaaa.., siapa yang kita contek nanti.. walaupun Key sering ingin gw seleding pakai sendal jepit lo.


tapi gua cuman bercadar" ujar Nayla yang sibuk menghentikan ingus nya yang terus keluar.


''Bercadar apa maksud lo hah'' kata Clara sedikit menepuk belakang Nayla.


''bercanda maksud gw, ga tau ya lo bahasa gaul'' Nayla juga menepuk belakang Clara.


''Gaul apanya...aneh banget lo nay."


''Udah-udah, jangan aneh-aneh dulu, soekarno nya itu suasana kita lagi melow'' kata Nayla.


''yaelah makin keganggu aja nih anak orang, soekarno apaan woy itu bapak proklamasi sekaligus bapak presiden pertama cuy."


"Brak, tak"


tiba-tiba Nayla danClara melepaskan pelukan nya saat mender suara sesuatu..?


''Siapa tuh clar?'' tanya Nayla


''Mana gw tau, lo kira gw dapat menerawang sesuatu gitu."


''Yah lo kok ngomong gitu, gw kan ga ngira lo dapat menerawang sesuatu, jiyahh ke pd-an'' sorak Nayla.


''Kesal gw sama lo nay, mending kita liat deh siapa itu'' Clara bangun dari duduk nya dan berjalan keluar kamar di ikuti Nayla.


Tapi sayang nya tidak ada apa-apa dan siapa pun yang terdapat di situ selain mereka.


''Nay gaada siapa-siapa nay...aduhh merinding gw jadi nya Nay'' kata Clara berpengangan pada lengan Nayla.


''Ga usah lebay deh lo, paling juga itu suara pintu kosan sebelah. lagian kalau key yang pulang pasti dia teriak-teiak dan nyariin kita'' kata Nayla mencoba berpikir positif.


berpikir positif itu memang harus di utamakan...


''Iya juga sih, tapi..kalau suara pintu sebelah..."


''Ya kali kedengaran sampe kamar, lagian di sebelah ga ada penghuninya tapi kalau di sebelahnya lagi ada'' Clara melepas kan pegangan nya pada Nayla


''engga tau pasti'' jawab acuh Nayla dan kembali ke kamar.


''Yah main tinggal...yaudah terpaksa ngikut nayla balik ke kamar, takut gw, ihhh'' Clara berlari menyusul Nayla


Sedangkan tanpa di ketahui oleh Nayla dan Clara ada seseorang yang berada di kamar Key...?


。。。


The next morning


''nay, nay cepatan bangun kita ada jam pagi ini, plus nyariin Key'' kata Clara yang sudah selesai bersiap-siap.


''iya..iya, gw siap-siap dulu'' Nayla turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi setelah itu bersiap-siap.


"BRAK"


Terdengar bunyi sesuatu jatuh dari kamar Keyra yang menghentikan langkah Nayla dan Clara.


''Nay lo dengar ga? apaan sih tuh?' 'kata Clara dengan was-was.


''Kita liat aja yuk'' ajak Nayla menarik tangan Clara menuju kamar Key.


''Ihhh engga mau ah..takut gw nay''


''Ikut aja, ini jaman modern cuy masa iya ada hantu pagi-pagi gini, kalau malam-malam sih bisa jadi."


Mereka sudah sampai di depan pintu kamar Key.


namun tak ada kedengaran apa pun, bahkan sangat hening.


Dengan ragu-ragu Nayla membuka pintu kamar Key, masuk dengan pelan-pelan dan...


''AAAAAAAA....'' teriak Nayla dan Clara begitu nyaring.


Bagaimana tidak mereka melihat seseorang yang tengkurap dan terbungkus selimut putih yang tinggal menyisakan kepala nya dengan rambut yang tergerai ke depan.


tergeletak begitu saja di lantai.


"nay..apaan tuh nay..aduh nay kepala gua jadi lemas" kata Clara bersembunyi di belakang Nayla.


"gitu aja takut, cemen banget lu clar.


liat deh tuh rambut coklat kerasa familiar deh?"


"masa iya sih...?" Clara melongok kan kepalanya ikut memperhatikan.


"rambut coklat kan, milik...."


"keyraaaaa" Nayla dan Clara bergegas menghampiri Seseorang yang terbungkus selimut itu, yang ternyata Keyra.


Sudah di duga...


"key bangun lo" Nayla dan berusaha menarik selimut yang membungkus Key


"key bangun."


"emm" Key mengeliat dan perlahan membuka mata nya.


Dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah kesal kedua sahabatnya.


"keyra cepat mandi dan jelaskan.." kata Nayla penuh penekanan.


Key bangun dan cengar-cengir menampak kan gigi putih bersih nya


"iya-iya, gw mandi dulu yaa" Key meleset masuk ke kamar mandi secepat kilat.


"heran gw sama tuh anak" kata Clara geleng-geleng.


"sama gw juga heran sama lo" Nayla berlalu dengan menghadiah kan Clara sebuah toyoran.


"sontoloyo lo nay"


TBC


●●●


Siapapun yang membaca jangan lupa...


◦like, komen


◦favorite kan vote juga.


Saya sangat berterimakasih atas itu.


。。。


✿ITS STORY REY & KEY✿


Salam author Lich♡